Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Pemuda. Show all posts
Showing posts with label Pemuda. Show all posts

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Friday, November 13, 2009

Facebookers Pendukung Bibit Chandra Tolak Dimanfaatkan PDIP


Penggagas Sejuta Facebooker Mendukung Bibit dan Chandra (pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) Suratmin Amin menolak jika gerakan mendukung anti korupsi melalui situs Facebook itu dipakai oleh PDIP dalam mendorong hak angket DPR untuk kasus Bank Century.



"Saya harapkan agar grup (Facebookers) yang sudah ada dan grup pendukung lain tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan lain," kata Suratmin saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Suratmin mengatakan gerakan ini digagasnya untuk mengumpulkan dukungan masyarakat yang antikorupsi dan geram melihat proses hukum yang tidak benar terhadap kedua pimpinan nonaktif KPK itu.

"Ini murni gerakan massa. Jangan dibajak untuk kepentingan lain," kata Suratmin.

Sebelumnya, sebagai inisiator hak angket DPR untuk kasus Bank Century, PDIP dinilai telah memanfaatkan gerakan Sejuta Facebookers Mendukung Bibit-Chandra untuk menggolkan hak angket itu.

Sebanyak 139 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari delapan fraksi mengusulkan penggunaan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century. Surat disampaikan secara resmi kepada pimpinan DPR, Kamis (12/11) kemarin.

Dari 139 anggota DPR yang memberikan dukungan, tak ada satu pun anggota DPR dari Partai Demokrat yang semuanya berjumlah 148 orang.

Hanya anggota DPR dari delapan fraksi yang memberikan dukungan, yakni PDI-P (80), Partai Golkar (24), Partai Hanura (14), PKS (8), Partai Gerindra (8), Partai Amanat Nasional (3), Partai Persatuan Pembangunan (1), dan Partai Kebangkitan Bangsa (1 dukungan lisan).

Ketua DPR Marzuki Alie yang juga Sekjen Partai Demokrat menyatakan tidak akan menghambat usulan anggota DPR itu dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, yaitu segera diumumkan dalam rapat paripurna dan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah.


Sumber : Yahoo! News

Wednesday, October 28, 2009

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Peringatan Hari Sumpah Sumpah Pemuda ke-81


Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 berlangsung khidmat. Upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin) dengan Komandan Upacara Syahrul Bayan dari KNPI tersebut diwarnai defile pakaian adat dari 33 Propinsi di Indonesia. Defile tersebut diperagakan siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng. Upacara tersebut juga ditandai penaikan Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945 dan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia.



Gubernur Sulsel (H. Syahrul Yasin Limpo) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun ini sangat bersejarah dan memberikan inspirasi serta motivasi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Melalui peringatan ini, kita dapat mengenang kembali tekad Pemuda Indonesia saat itu yang mengikrarkan komitmen Persatuan dan Kesatuan bangsa yakni Satu Tanah Air Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa Bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.

Masih menurut Gubernur Syahrul Yasin Limpo, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga bertepatan dengan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional dan 11 tahun Reformasi. Tiga momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia saat ini dipelopori oleh Pemuda pada zamannya. Berdirinya pergerakan Budi Utomo merupakan awal penyemaian nilai-nilai kebangsaan dan tumbuhnya kesadaran untuk memikirkan nasib bangsanya. Sumpah Pemuda merupakan momentum yang telah membangun komitmen kolektif bangsa untuk bersatu dan mengembangkan jiwa nasionalisme di tengah-tengah hegemoni kolonialisme penjajah.

Reformasi yang digagas oleh para mahasiswa., tambahnya lagi merupakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang telah terjadi selama era Orde Baru menuju era yang lebih demokratis, memperkuat supremasi hukum dan pengelolaan Negara yang lebih akuntabel. Tiga momentum sejarah ini, penting untuk kembali direnungkan dan direaktualisasikan agar semangat yang tekandung di dalamnya dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh bangsa. Gubernur SulSel mengajak pemuda di daerah ini memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk mewujudkan program unggulan SulSel seperti pelaksanaan Go Green dan program lain yang mampu mendukung dan menjadikan SulSel sebagai propinsi yang terbaik di Indonesia.

Tuesday, October 27, 2009

KNPI Bantaeng Wujudkan Desa Mandiri


Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng adalah organisasi kepemudaan yang besar di Bantaeng dan merupakan induk dari berbagai OKP, akan mengambil peran penting dalam pelaksanaan upacara bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 Tingkat Kabupaten Bantaeng yang akan digelar pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 esok di halaman Kantor Bupati Bantaeng. Dimana pelaksana upacara, berasal dari Pengurus Harian KNPI, para pemuda/pelajar SMU/SMK se-Kabupaten Bantaeng.



Penegasan keikutsertaan KNPI Kabupaten Bantaeng disampaikan pada saat Rapat Konsolidasi Pengurus KNPI Kabupaten Bantaeng di Sekretariat KNPI Kab. Bantaeng, tepatnya 24 Oktober 2009 yang lalu perihal keikutsertaan seluruh Pengurus Harian KNPI Kab. Bantaeng, pengurus dan anggota OKP se-Kabupaten Bantaeng. Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua DPD KNPI Kab. Bantaeng Periode 2008-2011 (Muh. Nurfajri, SE) bahwa makna yang tersirat dari kegiatan ini adalah minimal merefleksi ulang tentang peran pentingnya pemuda di zaman saat ini. Apalagi, Pemuda dituntut untuk mengambil peran penting dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Bantaeng yang mengarah pada Terwujudnya Bantaeng sebagai Wilayah Terkemuka dengan berbasis Desa Mandiri sebagaimana telah menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng terpilih.

Saat ini, teman-teman di LSM telah bergerak di desa-desa untuk mendampingi penguatan kelembagaan, penguatan kapasistas masyarakat desa. Namun, jumlahnya belum sebanding dengan desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Untuk itu, KNPI dan beberapa OKP-OKP yang ada di Bantaeng ini perlu segera mendukung dan bisa bersinergi dengan teman-teman LSM untuk selalu bermitra dengan desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Sehingga lebih mudah melakukan akselerasi pembangunan sehingga Desa Mandiri dapat segera terwujud.

Beliau juga memaparkan tentang KNPI Kabupaten Bantaeng telah memiliki Desa Binaan yang ada di Desa Pa’Bumbungan Kecamatan Eremerasa. Jumlah desa binaan ini akan ditambah seiring dengan adanya komitmen bersama dengan kepala desa nantinya. Sisa bagaimana diberikan ruang untuk berapresiasi dan berpartisipasi berdasarkan koridor yang ada. Juga ke depan, DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan) sensantiasa dituntut untuk aktif dan berperan serta bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan setempat, agar program pembangunan dan program organisasi dapat berjalan secara bersama.

Disisi lain, sebagai Ketua KNPI Kab. Bantaeng yang juga adalah mantan Ketua KPUD Kab. Bantaeng, Juju demikian panggilan akrabnya mengapresiasi setiap prestasi yang diukir oleh atlit olahragawan asal Kabupaten Bantaeng di tingkat nasional maupun di tingkat Asia/Internasional. Sebagaimana ditorehkan oleh petenis Junior Bantaeng (Nur Adim Ramdani Iswan) yang kini berada Rangking I PNP Pelti, yang baru-baru mengukir prestasi sebagai juara 1 Bakrie Master 2009 di Jakarta.

KNPI Kabupaten Bantaeng yang bersekretariat di Gelora Pemuda Jl. Elang Bantaeng, memiliki fasilitas yang sangat memadai dan dilengkapi dengan ruang pertemuan. Dari ruang pertemuan inilah yang dijadikan sebagai wadah berkumpulnya para pemuda Kabupaten Bantaeng dan juga beberapa SKPD yang menggunakannya sebagai tempat kegiatan seminar/lokakarya atau pelatihan.

Foto : Ketua KNPI Kab. Bantaeng Periode 2008-2011

Monday, October 26, 2009

Festival Film Pelajar Bantaeng


Sebanyak 6 Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Bantaeng mengikuti Festival Film Pelajar. Kegiatan yang diawali work shop tersebut dimaksudkan untuk menggali bakat dan minat siswa di bidang film. Pimpinan Kreatif Muda Butta Toa Production (A. Herry Manappiang yang akrab disapa Dede Latif di Bantaeng yang dikonfirmasi pada hari Senin, 26 Oktober 2009 mengatakan, untuk menggali bakat siswa, peserta work shop akan diberi pelatihan.



Yang lolos dalam pelatihan tersebut akan mengikuti pembuatan film disekolahnya masing-masing. Para siswa diberi kesempatan selama 25 hari mulai awal Nopember hingga 25 Nopember 2009 untuk melakukan pengambilan gambar. Hasil film berdurasi 30 menit itu akan diputar pada 4 Desember 2009 di depan tim penilai dari kru Sinematografi SulSel dan keesokan harinya, akan dilakukan penganugerahan film terbaik. A. Herry Manappiang berharap, kegiatan positif ini dapat menunjang pengembangan The New Bantaeng serta kegiatan kepariwisataan di Bantaeng Butta Toa ini.

Melalui kegiatan ini, kita juga berharap, siswa menambah pengetahuan dan wawasan sekaligus memiliki kesibukan agar terhindar dari kegiatan negatif terutama narkoba, tambahnya. Ia juga mengemukakan, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan di Bantaeng ini sekaligus dimaksudkan menyambut peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009.

Sunday, October 25, 2009

Juara I misseng Petenis na Bantaeng


Satu lagi prestasi Petenis Junior asal Bantaeng terukir di Kancah pertenisan di tingkat Nasional, setelah menjuarai Bakrie Master 2009 di Jakarta yang digelar hingga Minggu, 25 Oktober 2009. Setelah melakukan Road Show selama 3 minggu di Vietnam dan Malaysia (Akhir September hingga 20 Oktober 2009), yang mana Adim hanya mampu lolos hingga Final Kualifikasi di ITF Vietnam International Junior Championship, Ho Chi Minh, Vietnam dan ITF Malaysia International Junior Championship, Malaysia.



Kedua Pertandingan ini adalah merupakan program tanding Adim yang telah diberikan oleh pelatih Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali yang harus diikuti agar target menjadi juara Asia dapat terpenuhi, paparnya. Adim, panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan (KU 16 Th) menjadi unggulan pertama pada turnamen yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pengusaha Sukses, Mantan Menkosra Kabinet Bersatu Jilid I, Abu Rizal Bakrie. Pada turnamen Bakrie Master 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2009 bertempat di Lapangan tenis
Rasuna Said Jakarta.

Adim yang kini berada pada peringkat Top 8 KU 16 Thn memperlihatkan ketangguhannya di KU 16 Tahun setelah tampil menjadi Juara. Setelah mengalahkan lawan-lawannya masing-masing M. Lutjfi dari Bandung dengan skor 6-3, 6-3. Selanjutnya melawan Deda Kresna dari Kalsel dengan skor 6-3, 6-1. Lawan ketiga Ekky Hamzah juga menang dengan skor 4-6, 7-5 (10-6). Lawan keempat yakni Ibrahim Unggulaga dari Surabaya dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan yang terakhir mengalahkan Nyoman Cahyadi dari Bali dengan skor 6-3, 4-6,10-4.

Bakrie Master 2009 ini, juga turut hadir menyaksikan keberhasilan Adim, Abu Rizal Bakrie, para panitia dan peserta Bakrie Master. Seluruh peserta diberikan fasilitas menginap gratis di Hotel Century Jakarta. Untuk Kelompok Umur 16 tahun berjumlah 8 orang dan total atlit yang berlaga di semua kelompok umur adalah 40 orang. Dan ini merupakan ajang para petenis terbaik Nasional. Dari keberhasilan Adim yang kesekian kalinya ini, telah mendapat tanggapan positif dan mendukung penuh oleh Ketua DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Dimana dalam penyampaiannya kepada Pengelola dan Pelatih Bantaeng Tennis Camp mengatakan, “Sangat berharap banyak terhadap prestasi Adim, karena ini merupakan aset Daerah yang paling berprestasi dan perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemkab. Bantaeng. Dan berjanji akan berbicara khusus dengan Bupati Bantaeng, agar Adim tetap membela nama daerah Bantaeng di tingkat Nasional, Asia maupun InterNasional”.

Tanggapan Ketua DPRD Bantaeng mendapat respon balik dari Pengelola Bantaeng Tennis Camp yang juga sekaligus Kabid. Pembinaan Prestasi KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) dalam releasenya mengatakan bahwa “Kami merasa bersyukur atas tanggapan yang baik ini, dan kami juga akan kembali melakukan review atas program latihan buat anak-anak kami yang lain. Yang sekarang harus dilakukan adalah pembenahan sistem latihan buat kader setelah Adim. Kami punya atlit tenis yang juga potensial seperti Nur Oktafianti yang kini wakili SulSel pada POPNAS Oktober 2009 di Yogyakarta. Demikian pula Fauziah Azis, Azima Faradina dan Yaumil Iswan”.

Thursday, October 22, 2009

Satelit Buatan Mahasiswa Indonesia Diluncurkan 2012


Satelit mini atau nano-satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012, karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai.



"Mulai tahun ini (2009), kami melakukan serangkaian pertemuan dengan mahasiswa dari berbagai kampus," kata peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda, Dedy H.B. Wicaksono, PhD., di Surabaya, Senin.

Di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research & Education) di PENS ITS, ia mengatakan pertemuan akan berlanjut dengan penelitian secara intensif di Belanda atau di Indonesia.

"INSPIRE merupakan forum pertemuan antarmahasiswa dengan berbagai stakeholder dari pemerintah dan lembaga riset untuk mendorong penguasaan teknologi satelit sejak kalangan mahasiswa," katanya.

Alumnus Teknik Fisika ITB Bandung (S1) pada tahun 1934-1998 itu menyatakan Indonesia sangat membutuhkan satelit untuk peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.

"Kita sudah memiliki Satelit Palapa dan usianya sudah 30 tahunan. Teknologinya dibuat di luar negeri, sehingga devisa negara akan tersedot keluar dan kita akhirnya tidak memiliki kemandirian," kata alumnus Tokyo University of Technology (S2) itu.

Menurut alumnus TU Delft Belanda (S3) itu, satelit yang besar itu membutuhkan dana yang mahal hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, namun nano-satelit hanya berkisar Rp5 miliar dan satelit mini akan bertahan selama kurun tiga tahunan.

"Tidak hanya murah, tapi nano-satelit itu sebenarnya dapat kita kuasai dengan mudah, apalagi di dalamnya sudah ada unsur pendidikan, aspek aplikasi teknologi, dan penelitian lintas keilmuan seperti telekomunikasi, elektronika, energi surya, dan sebagainya," katanya.

Oleh karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir (TA) tentang alat-alat telekomunikasi seperti handphone (HP), namun kini dapat mengarahkan TA pada bidang satelit.

"Jadi, pembahasan dapat dilakukan pada tahun 2009, lalu tahun 2010 dengan penelitian intensif, bahkan TU Delft sangat senang bila penelitian dapat dilakukan di Belanda, kemudian tahun 2011 dilakukan persiapan dan tahun 2012 ada peluncuran," katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.

"Pembahasan lewat workshop yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai universitas itu akan kita lakukan dua kali selama tahun 2009, termasuk pembahasan dengan LAPAN, BPPT, IPTN, Departemen Kelautan dan Perikanan," katanya.

Setelah itu, kata dosen robotik PENS ITS Surabaya itu, pembahasan intensif untuk aplikasi akan dilakukan di TU Delft Belanda dan di Indonesia hingga tahun 2011.

"Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu," katanya.

Ia menambahkan pemanfaatan nano-satelit itu akan diaplikasikan untuk fungsi telekomunikasi di saat bencana alam dan pencegahan pencurian ikan. "Nantinya, bisa juga untuk sensor cuaca," katanya.


Sumber : www.antaranews.com

Sunday, October 11, 2009

Jangan Bangun Kepalsuan

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengingatkan jajarannya untuk tidak membangun sebuah kepalsuan karena hanya akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tampilkan apa adanya agar mendapat koreksi sehingga bisa diperbaiki kekurangannya sebab penghargaan bukanlah tujuan utama. Kalaupun ada penghargaan, itu untuk masyarakat, pintanya pada penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Kecamatan Pa’jukukang.



Penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut dilakukan tim penilai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 yang dipimpin Dr. Mappatoba dari Dinas Kesehatan Propinsi SulSel. Kedatangan tim berjumlah 5 orang itu disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) dan pengurus organisasi wanita di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut. Bupati Bantaeng mengatakan, dari sisi infrastruktur daerah ini masih memiliki keterbatasan. Meski begitu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten telah menjabarkan fungsi Puskesmas yang diharapkan akan menyebar hingga ke tingkat desa (Puskesmas Pembantu).

Bila pelayanan kesehatan sudah tersebar hingga ke tingkat desa, tidak perlu semua penderita langsung ke rumah sakit karena pertolongan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. Dengan begitu, terang Nurdin, kita akan mengubah paradigma dari hospital based menjadi community based. Selain Puskesmas, Bantaeng juga membangun Posko Penanganan Bencana yang dilengkapi fasilitas kendaraan Ambulance siaga.

Untuk antisipasi dini, Desember 2009 akan diresmikan fasilitas tanggap darurat. Di lokasi ini sudah ada PMI, Sosial, Pemadam Kebakaran dan dokter yang akan menangani operasi kecil di atas mobil Ambulance. Ia kemudian memuji Kecamatan Pa’jukukang yang memiliki tingkat kematian ibu hamil yang paling rendah (nol) dibanding kecamatan lainnya, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Bantaeng. Sebagai antisipasi perkembangan ke depan, Rumah Sakit Bantaeng yang kini memasuki usia 80 tahun kini dilengkapi sejumlah dokter ahli. Sebelumnya, Rumah Sakit ini meminjam dokter bila ada penanganan darurat.

Bupati Bantaeng berharap, 2010 akan diletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah sakit modern di kawasan selatan Sulsel. Rumah sakit internasional berlantai 5 yang juga diharapkan menjadi tourism hospital ini dibangun di atas lahan hasil revitalisasi pantai. Ini dilakukan untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat, urainya. Sebelumnya, Ketua Tim Penilai GSI SulSel menguraikan pelaksanaan kegiatan penilaian untuk merangsang masyarakat melakukan gerakan kesehatan sehingga kita dapat mengurangi kecelakaan bagi ibu-ibu hamil. Ia mengakui, data menunjukkan, kematian ibu hamil masih lebih tinggi terjadi di rumah sakit, terutama di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang tingkat akumulasi kematian ibu hamilnya masih tinggi. Melalui kegiatan Gerakan Sayang Ibu, ia berharap, kecenderungan tersebut bisa ditekan serendah mungkin untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik, tandasnya.

Tingkatkan Pelayanan RSUD Bantaeng

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng kini dilengkapi fasilitas VIP Kebidanan dan Kandungan. Kedua fasilitas tersebut diresmikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009. Peresmian tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) disaksikan Bupati Bantaeng, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Kes) dan undangan lainnya.



Bupati Bantaeng berpesan kepada jajaran rumah sakit agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan sampai ruangannya sudah VIP, namun pelayanannya masih setara dengan bangsal, pintanya. Bupati juga mengemukakan rencana pembangunan rumah sakit yang lebih representative yang diharapkan menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan SulSel. Rumah sakit yang dibangun di atas lahan revitalisasi ini juga diharapkan menjadi tourism hospital. Karena itu, ia berharap tenaga medis dan dokter yang ada di rumah sakit tersebut agar lebih mempesiapkan diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Kita berharap, ada orang yang begitu melihat laut dan gunung, penyakitnya sudah sembuh, tandas Nurdin yang mengatakan, pembangunan rumah sakit berlantai 5 tersebut akan segera dimulai.

Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu mengatakan, pembangunan fasilitas ruang VIP untuk Kebidanan dan Kandungan dimaksudkan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Menyinggung soal masih tingginya angka kematian ibu, ia mengatakan, antara lain akibat ketersediaan darah. Karena itu, rumah sakit ini juga akan segera dilengkapi fasilitas bank darah (transfusi darah). Fasilitas tersebut kini dalam tahap pembangunan dan diharapkan dalam waktu singkat sudah bisa digunakan. Tentang ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengendalikan peralatan tersebut. Bapak Direktur mengatakan, telah mengirimkan personil mengikuti pendidikan dan latihan di Bali.

Diklat di Bali dimaksudkan agar pelayanannya juga bisa seramah masyarakat Bali yang sudah biasa menerima wisatawan. RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu juga telah dilengkapi peralatan USG 3 dimensi yang memungkinkan pemeriksaan menyeluruh.

Saturday, October 10, 2009

Sosialisasi RPJP Kab. Bantaeng 2005-2025


RPJPD Kab. Bantaeng 2005-2025 disosialisasikan. RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kabupaten Bantaeng Tahun 2005-2025 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 Kabupaten Bantaeng. RPJPD ini disosialisasikan sebagaimana didasari oleh UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah.



Sebagaimana dikemukakan oleh Panitia Pelaksana Mappanyompa (Kabid Penelitian dan Statistik Bappeda Kab. Bantaeng) bahwa sosialisasi RPJPD Kab. Bantaeng ini ditetapkan untuk jangka waktu dua puluh tahun ke depan (2005-2025) agar semua stakeholder dan masyarakat Kab. Bantaeng dapat mengetahui dan sekaligus dijadikan pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan daerah sesuai dengan visi, misi dan arah pembangunan yang disepakti bersama, sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh para pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif dan berkelanjutan.

Sosialisasi ini di buka oleh Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini diikuti secara saksama khususnya Dinas Kesehatan, Badan KB dan Dinas PUK. Karena ini menyangkut dengan kehidupan masyarakat Bantaeng mendatang. Harapannya tidak diwakili, sehingga harapan dari RPJPD ini betul-betul dapat menyentuh apa yang menjadi tujuannya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita dan berlangsung hanya sehari. Adapun yang menjadi peserta Sosialisasi adalah Kepala SKPD, Camat, Lurah, Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Berlangsung secara panel oleh Tim Penyusun RPJPD Kab. Bantaeng yang berasal dari UNHAS (Prof. Munir) dan Kepala Bappeda Kab. Bantaeng (H. M. Yasin).

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) menyimak betul apa yang disampaikan oleh para panelis. Begitu pun berbagai tanggapan, saran dari berbagai pihak terhadap substansi yang disampaikan oleh masing-masing panelis. Selain itu, para peserta dibagikan leaflet dan buku Perda Nomor 6 Tahun 2009 dimaksud. Semoga ini bisa menjadi arahan dan pedoman untuk pembangunan nantinya, sehingga menjadikan Bantaeng sebagai Wilayah Terkemuka dengan berbasis kemandirian lokal, ujar salah seorang peserta sosialisasi.

Thursday, October 08, 2009

Access AusAID bantu tingkatkan SDM


Lembaga Nirlaba Australia, Acces AusAID menyatakan siap membantu Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam rangka peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di kota ini. Pernyataan kesiapan itu dikemukakan Program Director Access AusAID Fase II (Mr. Paul Boon) kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) saat bertemu di Kantor Bupati Bantaeng, Kamis tanggal 8 Oktober 2009.



Mr. Paul Boon pada pertemuan itu didampingi Koordinator Access AusAID SulSel (Sartono) dan Program Officer (Muh. Nurfajri). Sementara Bupati Bantaeng didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bantaeng (Ir. Meyriany). Pada kesempatan tersebut juga ditandatangani Nota Kesepahaman tentang Aturan Pelaksanaan kerja sama antara Access AusAID dengan Pemkab. Bantaeng. Penanda tanganan dilakukan Mr. Paul Boon dan H. M. Nurdin Abdullah.

Menurut Paul Boon, kehadirannya di daerah ini karena melihat program Bupati yang wajar. Karena itu, perlu didukung sumber daya manusia dengan memanfaatkan masyarakat yang ada. Dengan demikian, akan terjadi interaksi yang baik antara masyarakat dan pemerintah. Access AusAID sendiri akan membantu mengembangkan kapasitas sumber daya yang ada mulai dari tingkat desa hingga kecamatan dalam bentuk pelatihan. Kami akan melatih aparat terendah tersebut untuk membuat perencanaan yang baik serta program pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), urainya.

Beliau mengaku sangat terkesan dengan program BUMDes yang baru pertama kali dilakukan. Ini merupakan program brilian dari pak Bupati. Makanya kami akan mendukung untuk mempersiapkan SDMnya, tandasnya sembari mengemukakan program bantuan peningkatan kapasitas pengelola BUMDes yang dimulai dengan melatih para bendahara yang sudah berjalan.

Bupati Bantaeng menyambut baik keinginan Access AusAID membantu Pemkab. Bantaeng untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah berjuluk Butta Toa ini. Menurutnya, perhatian berbagai kalangan untuk membantu peningkatan kesejahteran masyarakat patut disyukuri dan didukung masyarakat. Bantuan ini sangat strategis untuk pembangunan ke depan, urainya.

Bupati berharap, semua elemen masyarakat memberikan dukungan agar SDM kita memiliki kapasitas yang baik. Selama ini, kita terkendala pada penyelenggara peningkatan kemampuan tersebut, kini ada Access AusAID. Dan program peningkatan kapasitas ini sesuai dengan program Rp 1 Miliar/desa serta program PNPM (Program Nasional Masyarakat Mandiri) dan jenis bantuan lainnya yang langsung ke masyarakat.

Nurdin Abdullah juga mengemukakan program obsesi Pemda untuk menjadikan Kabupaten Bantaeng sebagai Kabupaten Benih Berbasis Teknologi. Untuk menuju ke obsesi tersebut Pemda melalui Badan Ketahanan Pangan sudah menangkar 20 varietas tanaman yang siap memenuhi kebutuhan Kawasan Timur Indonesia. Selain menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi, desa-desa juga diharapkan menjadi Desa Mandiri Energi yang sudah dimulai dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohydro (PLTMH) di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng.

Wednesday, October 07, 2009

Latihan bagi Personil BUMDes


Personil pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 48 desa di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Bantaeng kini mulai dilatih. Tahap awal pelatihan dilakukan terhadap bendaharawan BUMDes. Pelatihan yang dilakukan bekerjasama Acces AusAID tersebut dilangsungkan di Hotel Ahriani Bantaeng pada hari Rabu, 7 Oktober 2009. Pelatihan yang dibuka Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah tersebut akan berlangsung hingga 10 Oktober 2009.



Bupati mengaku bangga dengan persiapan yang dilakukan terhadap rencana pelaksanaan BUMDes. Ia berharap, 2010 BUMDes sudah bisa jalan dan menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa. Menurut Bupati, bila BUMDes bisa berjalan Kabupaten Bantaeng akan menjadi daerah pertama di Indonesia. Meski masih dalam tahap belajar, namun sudah banyak daerah yang menyatakan minat untuk melakukan studi banding. Karena itu, Nurdin berharap pengelola BUMDes memanfaatkan kesempatan untuk menimba ilmu agar dapat diterapkan dengan baik sehingga mampu menyerap potensi desa yang selama ini sulit menembus pasar.

Kalau bisa BUMDes menjadi penyangga hasil pertanian, terangnya seraya mengemukakan rencana penempatan dana Rp 100 juta untuk setiap BUMDes untuk menunjang kegiatan badan usaha tersebut. Bangun manajemen transparan agar masyarakat tani bisa mengikuti perkembangan pasar, tambah Bupati Bantaeng yang mengatakan setiap kecamatan dilengkapi gudang untuk menampung pupuk dan produksi lainnya.

Bila semua rencana berjalan baik, ekonomi desa akan membaik karena uang akan beredar di desa. Khusus untuk BUMDes di Kecamatan Ulu Ere, Nurdin mengingatkan untuk mengantisipasi produksi Strawberry, Apel dan Bunga yang sedang dikembangkan di kecamatan yang akan dijadikan Kawasan Agro Wisata tersebut. Bila BUMDes dapat mengelolah potensi tersebut dengan baik, tidak tertutup kemungkian dilakukan ekspor bunga ke mancanegara. Namun tahap awal, kita penuhi dulu kebutuhan bunga di Kota Makassar, ujarnya.

Ia juga mengemukakan peningkatan nilai tambah produksi strawberry, apel dan kakao yang bisa dijadikan selai, permen dan semacamnya. Hal itu bisa dilakukan BUMDes, tambahnya sembari mengemukakan pentingnya kemasan. Bila kemasannya bagus, harganya juga akan bagus. Dengan begitu, masyarakat akan sejahtera dan pada akhirnya akan memenuhi kewajibannya, terang Bupati Bantaeng.

Friday, October 02, 2009

Fermentasi Jerami


Peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani di Kabupaten Bantaeng mendapat pelatihan teknologi fermentasi jerami untuk pakan ternak sapi. Pelatihan tersebut dilakukan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerja sama Pemda Bantaeng dan Universitas Muhammadiyah Makassar.



Ketua Tim Sinergi Pemberdayaan Masyarakat (Sibermas), Suhendra Pancawijaya mengatakan, pelatihan dilakukan untuk menunjang kegiatan peternakan di daerah ini, terutama pada musim paceklik. Dosen nutrisi makanan ternak Fakultas Peternakan Unhas itu mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali diperkenalkan ke peternak ini menggunakan bahan lokal yang banyak tersebar, bahkan cenderung terbuang percuma.

Karena itu, melalui pelatihan, ia beharap peternak di daerah ini dapat menggunakan potensi alam disekitarnya, terutama pada musim sulit seperti sekarang, urainya saat melatih Kelompok Tani Beringin Jaya Desa Borongloe Kecamatan Pa’jukukang, tepatnya hari Jumat tanggal 2 Oktober 2009. Pelatihan tersebut disaksikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng (Ritha Pasha) dan sejumlah pejabat lainnya. Teknologi sederhana ini dapat meningkatkan nilai gizi pakan, demikian pula mutu dan kualitasnya karena menjadi bahan suplemen terhadap ternak.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, selain jerami padi, petenak juga dapat menggunakan jerami jagung, gulma pada rumput laut atau yang dikenal dengan sango-sango, kulit kakao, biji kapok dan jambu mete. Semua potensi yang banyak di daerah ini dapat digunakan untuk pakan, terang Suhendra yang menyatakan kesiapannya membantu dalam jangka panjang, termasuk pembangunan industri atau sesuai rencana strategis Pemda Bantaeng.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng menyambut baik bantuan teknologi sederhana untuk peternak di wilayah kerjanya. Ia berharap, peternak memberi perhatian serius terhadap pembinaan yang dilakukan tim dari Unhas agar ternak tetap memperoleh pakan yang baik. Agar pelatihan berlangsung dengan baik, Ritha juga meminta kepada para pendamping agar lebih giat memberi semangat kepada peternak sehingga pelatihan mencapai sasaran dan pada saatnya peternak sudah mahir membuat pakan sendiri.

Pelatihan ini sangat penting sebab Kecamatan Pa’jukukang memiliki populasi ternak yang cukup banyak. Melalui pelatihan pembuatan pakan, diharapkan peternak dapat mengatasi kebutuhan ternaknya, terutama pada musim kering sebab rumput gajah dan jenis makanan lainnya sulit disimpan dalam jangka panjang, pintanya.

Thursday, October 01, 2009

Bakal...>>>Kena Sanksi


Sejumlah tenaga pengajar (guru) dan tenaga kependidikan di Kabupaten Bantaeng terancam kena sanksi kedisiplinan. Sanksi tersebut akan diberikan karena yang bersangkutan tidak menjalankan kewajibannya pada hari pertama masuk sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Bantaeng (Hj. Sinasari) pada hari Kamis, 1 Oktober 2009 tadi siang mengakui, pihaknya telah mendapat laporan dari para pengawas yang melakukan pemantauan pada hari pertama masuk sekolah.



Pada awal sekolah tersebut, Kadis Dikpora bersama sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Cabang Dinas serta para pengawas melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah sekolah untuk melihat kehadiran para pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing. Dari hasil pantuan itu ditemukan sejumlah guru yang belum melaksanakan tugas. Karena itu, Dinas Dikpora akan menindak lajuti laporan tersebut dalam bentuk surat teguran dan sanksi.

Kami akan menindak lajuti laporan tersebut dalam bentuk surat teguran dan sanksi kepada oknum tenaga pengajar maupun tata usaha yang tidak disiplin, terang Hj. Sinasari. Tentang rehabilitasi sejumlah sekolah dasar di daerah ini, Kadis Dikpora Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, hingga kini pembangunan fisik sudah mengalami kemajuan. Insya Allah dalam waktu singkat seluruh sekolah yang mendapat rehabilitasi kelas maupun pembangunan kelas baru sudah bisa dimanfaatkan, ujarnya.

Untuk tahun 2009, sebanyak 72 unit sekolah (16 di Kecamatan Bantaeng) mendapat anggaran rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru. Rehabilitasi dilakukan terhadap sejumlah kelas yang sudah tidak layak, tandasnya.

Wednesday, September 30, 2009

Ketua FKPPI Bantaeng 2009-2014


H. M. Yasin terpilih menjadi Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kabupaten Bantaeng dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama VII Pengurus Cabang XIX-05 Generasi Muda FKPPI dan Ormas FKPPI Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Aula Kodim 1410 Bantaeng, tepatnya pada hari Rabu, 30 september 2009. H. M. Yasin yang juga Ketua Bappeda Kabupaten Bantaeng itu mendapat dukungan penuh (40 suara) mengungguli rivalnya, Alimuddin Mangun Karim yang meraih 9 suara dari 50 total peserta (1 suara batal).



Atas keberhasilan tersebut, H. M. Yasin dinyatakan sebagai Ketua FKPPI Kabupaten Bantaeng Periode 2009-2014. Muscab yang berlangsung sehari penuh tersebut dibuka Wakil Bupati Bantaeng H. A. Asli Mustadjab, dihadiri Komandam Kodim (Dandim) 1410 Bantaeng (Kolonel Sidik) dan unsur Muspida se-Kabupaten Bantaeng. Asli Mustadjab berharap, Muscab dapat melahirkan ide untuk kelanjutan program ke depan agar organisasi ini memberi kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ini penting sebab Pemda kini sedang menggalakkan sejumlah program yang menyentuh langsung masyarakat.

Program tersebut berupa pembangunan Cekdam Balang Sikuyu yang dapat berfungsi ganda sebagai pencegah banjir pada musim hujan, sebagai cadangan air pada musim kemarau dan tempat rekreasi baru bagi masyarakat. Selain itu, sedang dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk air bersih bagi masyarakat dan proyek Revitalisasi Pantai untuk pengembangan kota dan pembangunan sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah sakit bertaraf internasional. Atas sejumlah kegiatan tersebut, Asli Mustadjab berharap keluarga besar FKPPI dapat membantu Pemda memberikan pemahaman dan sosialisasi ke seluruh masyarakat agar tercipta suasana kondusif.

Ia juga mengajak keluarga besar FKPPI agar dapat mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok dan pribadi untuk menyukseskan pembangunan daerah yang sedang digalakkan. Sekretaris Pengurus Daerah FKPPI Sulsel (Suwandi Mahendra) meminta jajaran FKPPI daerah ini dapat mengambil makna penting dari pelaksanaan Muscab bersama ini. Melalui Muscab, kita menata organisasi agar kita tetap memiliki jiwa militansi yang diwariskan dari orang tua kita yang sudah berbuat untuk bangsa dan negara. Karena itu, program kerja harus dapat dimantapkan, terutama program ekonomi organisasi serta pentingnya memperhatikan sinergi antar pengurus agar dapat saling mengisi. Sebelumnya, Ketua Panitia (Saeruddin) melaporkan peserta Muscab bersama yang diikuti para pengurus dan Ketua Rayon serta undangan lainnya. Ia juga melaporkan rencana pelaksanaan Muscab yang semula akan dilaksanakan bulan Agustus yang lalu.

Monday, September 14, 2009

bantu kodong, korban KEBAKARAN


Kebakaran yang terjadi di Panaikang tadi sore menyisakan kesedihan mendalam terhadap korban yang terdiri dari 3 Kepala Keluarga. Masing-masing ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN, sebagai kepala keluarga dari 2 buah rumah yang habis dilalap si JAGO MERAH. Kejadiannya berlangsung begitu cepat yakni menjelang saat Berbuka Puasa, tepatnya hari Senin tanggal 14 September 2009 Pukul 17.10 WITA. API begitu ganasnya melalap rumah korban hanya dalam waktu 7 menit dan menghabiskan seluruh isi rumah tersebut.



Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Alhamdulillah niaka ipantarangngaanna ballakku, demikian penuturan salah seorang korban yang begitu sedih meratapi puing-puing rumahnya. Tim Ambae.exe bersama utusan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng berbincang-bincang dengan korban, merasa kasihan dengan kondisi yang dialaminya. Hanya pakaian yang digunakan sebelum kejadian yang kini tersisa dari kebakaran tersebut.

Kami terpaksa harus memulai dari awal, barang-barangku habis terbakar. Bahkan ijazah anak-anak kami pun ikut terlalap si jago merah. Dengan nada begitu sayu, bapak yang akrab dipanggil ACO menuturkan kepedihannya. Kemudian kami mencoba mewawancarai seorang bapak lainnya yang masih sibuk membersihkan puing rumah. Kami (Tim Ambae.exe) pun menanyai si Zainal. Ceritanya begini pak, api mulai menjalar dari ruang dapur rumahnya Daeng ARIS. Saat itu isterinya memasak untuk hidangan Buka Puasa hari ini. Ironisnya, isterinya memasak dengan peralatan kayu dan selanjutnya meninggalkan rumahnya. Rencananya beliau mau ke pasar bersama anaknya untuk belanja kebutuhan lainnya. Belum jua si ibu ini berangkat karena masih menunggu Mobil Angkutan Umum, rumahnya sudah terbakar.

Akhirnya kebakaran pun tak terelakkan. Api semakin membesar ditambah lagi karena angin bertiup begitu kencang ke arah Selatan. Rumah Daeng GASSING ikut terbakar karena rumah tersebut hanya dibatasi dinding dengan rumahnya Daeng ARIS. Semuanya habis dalam waktu kurang lebih 7 menit. Pemadam Kebakaran Kab. Bantaeng telah mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api, namun kedua rumah tetap habis terbakar. Sisi lainnya, rumah yang ada di sekitarnya tidak ikut terbakar karena dengan cekatan kru pemadam memblokir titik api agar tidak menjalar kemana-mana. Diperkirakan puluhan juta kerugian yang dialami ketiga kepala keluarga yang tinggal di 2 buah rumah yang terbakar tersebut. Termasuk uang tunai yang dimiliki Daeng SYAMSUDDIN dari hasil kerja sang isteri sebagai Tenaga Honorer di SDN No. 23 Panaikang. Ijazah, SK Honorer, BPKB serta STNK Kendaraan milik ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN pun ikut terbakar.

Berikut data lengkap korban kebakaran tersebut sesuai hasil survey Tim Ambae.exe :
1. Korban
a. Terdiri dari 3 Kepala Keluarga dari 2 rumah
b. Rumah pertama yang merupakan awal terjadinya kebakaran dihuni oleh Daeng ARIS yang berprofesi sebagai Tukang Ojek. Beliau memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 2 tahun.
c. Rumah kedua dihuni oleh Daeng GASSING yang berprofesi sebagai Tukang Ojek.Dan anaknya bernama DAENG SYAMSUDDIN yang berprofesi sebagai Sopir Angkot. Daeng GASSING yang tinggal di bagian atas dari rumah panggung tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 2 orang anak yang sudah remaja. Sementara anaknya yakni DAENG SYAMSUDDIN yang tinggal di kolom rumah tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 3 tahun.

2. Tempat Tinggal Sementara
Masing-masing korban untuk sementara ditampung oleh keluarganya yang juga tidak jauh dari lokasi kejadian.

3. Bantuan
Hingga Tim Ambae.exe dan PMI Cab. Bantaeng masih ada di lokasi kejadian, tepatnya pukul 22.30 WITA, korban telah menerima bantuan berupa beras sebanyak 6 karung. Beras tersebut merupakan bantuan dari pihak Kelurahan Bonto Manai Kecamatan Bissappu, masing-masing berisi 25 Kg per karungnya.

Melalui tulisan ini…semoga uluran tangan para Dermawan mampu meringankan beban korban. Mereka butuh selimut, pakaian, makanan dan tempat tinggal.

Putra Daerah Raja Ampat belajar di Bantaeng


Sebanyak 12 orang putra daerah Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat belajar pengembangan ternak di Kabupaten Bantaeng. Selama berada di Bantaeng hingga 18 September 2009, para tamu dari Kabupaten berjuluk Kota BAHARI yang ada di Papua Barat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Raja Ampat (Ir. Mahmudi). Kedatangannya di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut diterima Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng (Ir. H. Akil Resa) dan Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng (Ir. Ritha Pasha) di Kantor Bidang Peternakan Kabupaten Bantaeng, tepatnya hari Senin tanggal 14 September 2009.



Kadis. Pertanian dan Peternakan Kabupaten Raja Ampat mengatakan, kehadirannya di Kabupaten berjuluk Butta Toa dimaksudkan membawa nilai tambah terhadap daerah pulau itu. Kami menaruh harapan besar, dari studi banding ini kami dapat memproduksi ternak dan limbahnya dengan baik, terang Mahmudi yang mengaku mengetahui perkembangan Kabupaten Bantaeng dari sejumlah informasi. Dari informasi yang kami peroleh, Kabupaten Bantaeng tak hanya mengembangkan ternak tapi juga memproduksi biogas dari kotoran ternak serta pupuk yang juga berasal dari kotoran ternak, tambahnya.

Karena itulah, kami ingin belajar lebih jauh sebab Kabupaten Raja Ampat memiliki potensi pengembangan sapi. Ini menjadi prioritas kami, tandasnya lagi. Menurut Mahmudi, populasi sapi yang ada di wilayah kerjanya mencapai 1300 ekor, terbanyak di kawasan transmigrasi. Melalui studi banding ini, kami ingin mengembangkan ke tempat lain, urainya. Ia mengakui, dari 46 ribu Kilometer luas Kabupaten Raja Ampat, 80 persen berupa wilayah laut sehingga masyarakat bergantung pada hasil laut. Meski begitu, dengan kondisi alam yang memungkinkan, kami memprioritaskan pengembangan ternak sapi, tambah Mahmudi seraya berharap potensi ternak dan limbahnya itu bisa dimanfatkan seperti di Bantaeng.

Limbah ternak kami terbuang percuma bahkan mencemari lingkungan. Mudah-mudahan kami juga bisa membuat kompos dan pupuk organik dari limbah ternak tersebut seperti di Bantaeng, terang Mahmudi. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng menyambut baik keinginan para peternak yang didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kepala Bidang Produksi Peternakan Kabupaten Raja Ampat. Kami siap membantu rencana pengembangan ternak di Papua Barat, terang Akil Resa. Beliau mengatakan, keberhasilan Kabupaten Bantaeng tidak terlepas dari keseriusan para petugas di bidang peternakan.

Sebelum teknologi pengembangan ternak melalui inseminasi buatan serta cara membuat kompos dan pupuk dari limbah dikembangkan, petugas kami juga diikutkan dalam berbagai studi banding ke berbagai daerah di Indonesia. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng kemudian memberi contoh perkembangan inseminasi buatan yang sudah bisa mengembangkan ternak sapi hingga berharga Rp 15 jutaan dibanding kawin alam yang harganya hanya Rp 5 jutaan.

Ia berharap kepada peserta pelatihan produksi ternak dari Kabupaten Raja Ampat agar dapat menempatkan personil yang memang memiliki minat terhadap ternak agar bisa melakukan inseminasi sendiri. Tentang pengolahan limbah yang memanfaatkan kotoran sapi, Ritha mengatakan, sudah 8 kelompok yang mengelola usaha limbah kompos padat dan cair (pupuk organik). Sedangkan yang mengembangkan limbah ternak untuk biogas sudah 6 kelompok.

Saturday, September 12, 2009

Rembuk melalui BUMDes


Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang segera dibentuk disetiap desa di Kabupaten Bantaeng akan bertindak sebagai penyangga kebutuhan masyarakat desa. Bila masyarakat desa, khususnya petani membutuhkan sesuatu, termasuk pupuk dan Saprodi, BUMDes bisa menjadi penyangga, terang Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada pertemuan informal dengan masyarakat Kecamatan Sinoa pada hari Sabtu, 12 September 2009.
Pertemuan yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi langsung dari masyarakat tersebut dilangsungkan di Aula Kecamatan Sinoa. Bupati menjelaskan, kehadiran BUMDes diharapkan memudahkan masyarakat agar dapat menggerakkan ekonomi pedesaan. Dengan begitu, selain dana Rp 1 Miliar yang digelontorkan ke desa, melalui BUMDes yang tahap awal juga diberi modal kerja Rp 100 juta itu akan banyak membantu masyarakat memenuhi kebutuhan petaninya.



Masih menurut Nurdin Abdullah, untuk menggerakkan ekonomi desa tersebut, Pemda juga akan segera memperluas jalan akses ke pusat pengembangan tanaman apel dan strawberry (kawasan wisata agro) di Kecamatan Ulu Ere. Jalan akses tersebut dengan badan jalan seluas 12 Meter. Dengan luas jalan seperti itu, mobil bis pariwisata diharapkan sudah bisa menjangkau kawasan agrowisata tersebut dengan baik. Dengan begitu, masyarakat yang berada di sepanjang jalur bisa menjajakan sejumlah penganan untuk pengunjung. Menjawab permintaan masyarakat untuk dibangunkan Cekdam untuk cadangan air, Nurdin Abdullah mengaku akan tetap berupaya mencari solusi pembangunan tanpa memberatkan APBD.

Ia kemudian menyebut sejumlah proyek yang sedang berjalan dan tidak menggunakan APBD Kabupaten Bantaeng. Proyek yang sudah berjalan itu masing-masing pembangunan Cekdam Balang Sikuyu bernilai Rp 14,5 miliar, Proyek Perluasan Pembangunan RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu bernilai Rp 200-an juta, proyek pembangunan IPA Barua Rp 12 miliar dan sejumlah proyek lainnya seperti pengembangan tempat wisata Korong Batu dan wisata Agro apel dan strawberry. Menurut warga, untuk mengatasi kesulitan air bersih dan air untuk pertanian pad amusim kemarau seperti sekarang, Pemda sebaiknya membangun Cekdam di Kecamatan Sinoa. Pembangunan Cekdam tersebut akan bermanfaat mengatasi banjir pada musim hujan dan cadangan air pada musim kemarau sebab Sinoa berbatasan langsung dengan Kota Bantaeng.

Warga di kecamatan itu juga bermaksud mengembangkan tanaman lengkeng dan duku yan dinilai cocok. Beberapa petani kini sudah mengembangkan tanaman tersebut di Desa Bonto Maccini Kecamatan Sinoa. Selain kedua jenis komoditas tersebut, masyarakat juga berminat mengembangkan tanaman alpukat. Kalau di Kecamatan Ulu Ere tidak cocok yang ditandai habisnya tanaman tersebut akibat terserang hama, biarlah masyarakat Sinoa yang kembangkan agar tidak punah, pinta masyarakat.

Bupati menyambut baik keinginan masyarakat untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman yang cocok di kecamatan itu. Sangat baik, seandainya setiap kecamatan memiliki keunggulan sendiri-sendiri, tuturnya. Untuk mewujudkan hal itu, bupati meminta kepada Camat Sinoa (Faizal) agar segera membuat grand skenario pemetaan lahan setiap desa dan potensinya. Dengan begitu, Pemda lebih mudah mengidentifikasi jenis tanaman yang dapat dikembangkan.

Bila perlu, Pemda mendatangkan ahlinya agar dapat memfasilitasi petani melakukan penanaman yang benar, terang Nurdin seraya mengingatkan agar dalam melakukan penanaman tersebut, masyarakat tani hendaknya menghindari penggunaan pupuk kimia karena akan merusak hara tanah. Gunakan pupuk organik yang ada disekitar kita. Ini lebih baik karena kita mengarah ke pertanian organisasi sepeti yang sudah dibuktikan pada penanaman padi system legowo-21, tandasnya.

Thursday, September 10, 2009

Trans Studio Theme Park


INI adalah theme park indoor terbesar di dunia saat ini. Nama resminya Trans Studio World Makassar. Memiliki lebih daari 20 wahana permainan dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti mal, restoran, hotel, dan marina. Ayo, nikmati sensasi hiburan di Trans Studio World Makassar.



Lokasi Obyek
Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Perpadu Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya sekitar lima kilometer dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

Gambaran Umum
Theme Park Trans Studio World Makassar mengadopsi konsep Universal Studio di Amerika Serikat. Berisi ruang-ruang simulasi beberapa program stasiun televisi, Trans TV, atau peristiwa di Indonesia. Konsep theme park di Trans Studio World bakal memberikan pengalaman tersendiri.

Beberapa di antaranya adalah Tsunami Island, suasana mencekam dilanda tsunami dan gempa bumi. Ada juga Magic Museum yang berisi benda-benda hidup seperti dalam film Night at The Museum, Dunia Lain, Arung Jeram, Magic Corner, Lost City, Terror Twister, dan Water Coaster.

Selain theme park, beberapa fasilitas lain yang dibangun adalah hotel, pasar swalayan, arena rekreasi pantai, fasilitas perkantoran, dan kafe. Trans Studio World mulai beroperasi bulan Juni mendatang. Secara bertahap, seluruh proyek selesai pada 2010.

Trans Studio and Resort menempati lahan seluas 14 hektare. Trans Studio World adalah theme park indoor yang pertama di Indonesia dan terluas di dunia. Sedangkan dari segi luasnya area secara keseluruhan, ini adalah yang terbesar setelah Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta.

Akses
Trans Studio World dapat diakses dengan angkutan kota, taksi, atau fasilitas transportasi hotel

Sumber :
http://enjoy-makassar-id.blogspot.com/2009/01/trans-studio-theme-park.html
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=507511
http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_Studio_Resort_Makassar

Website Resmi :
http://www.transstudioworld.com/