Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Saturday, December 19, 2009

BONTHAIN of Home Industri


KRIPIK PISANG GARUDA

Beberapa hasil karya orang Butta Toa patut diperhitungkan, khususnya di sektor industri makanan ringan atau lazim disebut CEMILAN.

Lihat produk lainnya di bawah...................



KRUPUK WORTEL BONTO 2


KRIPIK UBI BERKAT


KRIPIK PISANG RAHMAT MULIA


KRIPIK PISANG BERKAT


JAGUNG MARNING GARUDA

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Monday, November 02, 2009

Bantuan EMERGENCY


Perusahaan otomotif Jepang (Ehime Toyota) menyerahkan bantuan 3 unit ambulance dan 1 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk Kabupaten Bantaeng. Perusahaan Jepang itu juga membantu 100 unit tempat tidur untuk rumah sakit Prof. H. M. Anwar Makkatutu. Bantuan untuk rumah sakit tersebut merupakan kali kedua setelah bantuan yang sama tahun lalu.



Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada peresmian penggunaan gedung BAZ Kabupaten Bantaeng mengatakan bahwa bantuan ambulance, mobil Damkar dan tempat tidur untuk Rumah Sakit itu diharapkan amat membantu kegiatan di daerah ini. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan tanggap darurat yang akan dilengkapi dokter emergency. Dengan demikian, begitu ada kejadian, masyarakat tinggal menelpon sehingga unit-unit terkait akan segera menjemput.

Bila ada masyarakat yang sakit, ambulance akan bergerak. Demikian pula bila terjadi kebakaran, unit-unit terkait akan meluncur, terangnya. Ia berharap, masyarakat Kabupaten Bantaeng memanfaatkan fasilitas yang segera tiba di Bantaeng itu semaksimal mungkin. Jangan lagi ada orang sakit yang dibonceng motor karena berbahaya di jalan.

Wednesday, October 28, 2009

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Sunday, October 25, 2009

Juara I misseng Petenis na Bantaeng


Satu lagi prestasi Petenis Junior asal Bantaeng terukir di Kancah pertenisan di tingkat Nasional, setelah menjuarai Bakrie Master 2009 di Jakarta yang digelar hingga Minggu, 25 Oktober 2009. Setelah melakukan Road Show selama 3 minggu di Vietnam dan Malaysia (Akhir September hingga 20 Oktober 2009), yang mana Adim hanya mampu lolos hingga Final Kualifikasi di ITF Vietnam International Junior Championship, Ho Chi Minh, Vietnam dan ITF Malaysia International Junior Championship, Malaysia.



Kedua Pertandingan ini adalah merupakan program tanding Adim yang telah diberikan oleh pelatih Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali yang harus diikuti agar target menjadi juara Asia dapat terpenuhi, paparnya. Adim, panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan (KU 16 Th) menjadi unggulan pertama pada turnamen yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pengusaha Sukses, Mantan Menkosra Kabinet Bersatu Jilid I, Abu Rizal Bakrie. Pada turnamen Bakrie Master 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2009 bertempat di Lapangan tenis
Rasuna Said Jakarta.

Adim yang kini berada pada peringkat Top 8 KU 16 Thn memperlihatkan ketangguhannya di KU 16 Tahun setelah tampil menjadi Juara. Setelah mengalahkan lawan-lawannya masing-masing M. Lutjfi dari Bandung dengan skor 6-3, 6-3. Selanjutnya melawan Deda Kresna dari Kalsel dengan skor 6-3, 6-1. Lawan ketiga Ekky Hamzah juga menang dengan skor 4-6, 7-5 (10-6). Lawan keempat yakni Ibrahim Unggulaga dari Surabaya dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan yang terakhir mengalahkan Nyoman Cahyadi dari Bali dengan skor 6-3, 4-6,10-4.

Bakrie Master 2009 ini, juga turut hadir menyaksikan keberhasilan Adim, Abu Rizal Bakrie, para panitia dan peserta Bakrie Master. Seluruh peserta diberikan fasilitas menginap gratis di Hotel Century Jakarta. Untuk Kelompok Umur 16 tahun berjumlah 8 orang dan total atlit yang berlaga di semua kelompok umur adalah 40 orang. Dan ini merupakan ajang para petenis terbaik Nasional. Dari keberhasilan Adim yang kesekian kalinya ini, telah mendapat tanggapan positif dan mendukung penuh oleh Ketua DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Dimana dalam penyampaiannya kepada Pengelola dan Pelatih Bantaeng Tennis Camp mengatakan, “Sangat berharap banyak terhadap prestasi Adim, karena ini merupakan aset Daerah yang paling berprestasi dan perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemkab. Bantaeng. Dan berjanji akan berbicara khusus dengan Bupati Bantaeng, agar Adim tetap membela nama daerah Bantaeng di tingkat Nasional, Asia maupun InterNasional”.

Tanggapan Ketua DPRD Bantaeng mendapat respon balik dari Pengelola Bantaeng Tennis Camp yang juga sekaligus Kabid. Pembinaan Prestasi KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) dalam releasenya mengatakan bahwa “Kami merasa bersyukur atas tanggapan yang baik ini, dan kami juga akan kembali melakukan review atas program latihan buat anak-anak kami yang lain. Yang sekarang harus dilakukan adalah pembenahan sistem latihan buat kader setelah Adim. Kami punya atlit tenis yang juga potensial seperti Nur Oktafianti yang kini wakili SulSel pada POPNAS Oktober 2009 di Yogyakarta. Demikian pula Fauziah Azis, Azima Faradina dan Yaumil Iswan”.

Sunday, October 11, 2009

Jangan Bangun Kepalsuan

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengingatkan jajarannya untuk tidak membangun sebuah kepalsuan karena hanya akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tampilkan apa adanya agar mendapat koreksi sehingga bisa diperbaiki kekurangannya sebab penghargaan bukanlah tujuan utama. Kalaupun ada penghargaan, itu untuk masyarakat, pintanya pada penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Kecamatan Pa’jukukang.



Penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut dilakukan tim penilai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 yang dipimpin Dr. Mappatoba dari Dinas Kesehatan Propinsi SulSel. Kedatangan tim berjumlah 5 orang itu disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) dan pengurus organisasi wanita di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut. Bupati Bantaeng mengatakan, dari sisi infrastruktur daerah ini masih memiliki keterbatasan. Meski begitu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten telah menjabarkan fungsi Puskesmas yang diharapkan akan menyebar hingga ke tingkat desa (Puskesmas Pembantu).

Bila pelayanan kesehatan sudah tersebar hingga ke tingkat desa, tidak perlu semua penderita langsung ke rumah sakit karena pertolongan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. Dengan begitu, terang Nurdin, kita akan mengubah paradigma dari hospital based menjadi community based. Selain Puskesmas, Bantaeng juga membangun Posko Penanganan Bencana yang dilengkapi fasilitas kendaraan Ambulance siaga.

Untuk antisipasi dini, Desember 2009 akan diresmikan fasilitas tanggap darurat. Di lokasi ini sudah ada PMI, Sosial, Pemadam Kebakaran dan dokter yang akan menangani operasi kecil di atas mobil Ambulance. Ia kemudian memuji Kecamatan Pa’jukukang yang memiliki tingkat kematian ibu hamil yang paling rendah (nol) dibanding kecamatan lainnya, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Bantaeng. Sebagai antisipasi perkembangan ke depan, Rumah Sakit Bantaeng yang kini memasuki usia 80 tahun kini dilengkapi sejumlah dokter ahli. Sebelumnya, Rumah Sakit ini meminjam dokter bila ada penanganan darurat.

Bupati Bantaeng berharap, 2010 akan diletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah sakit modern di kawasan selatan Sulsel. Rumah sakit internasional berlantai 5 yang juga diharapkan menjadi tourism hospital ini dibangun di atas lahan hasil revitalisasi pantai. Ini dilakukan untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat, urainya. Sebelumnya, Ketua Tim Penilai GSI SulSel menguraikan pelaksanaan kegiatan penilaian untuk merangsang masyarakat melakukan gerakan kesehatan sehingga kita dapat mengurangi kecelakaan bagi ibu-ibu hamil. Ia mengakui, data menunjukkan, kematian ibu hamil masih lebih tinggi terjadi di rumah sakit, terutama di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang tingkat akumulasi kematian ibu hamilnya masih tinggi. Melalui kegiatan Gerakan Sayang Ibu, ia berharap, kecenderungan tersebut bisa ditekan serendah mungkin untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik, tandasnya.

Tiga Negara pengen kembangkan Bantaeng

Investor dari tiga negara masing-masing dari Korea Selatan, Jepang dan Malaysia bertemu di Bantaeng. Para pengusaha mancanegara itu mengemukakan minat yang berbeda untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Investor Korsel dari kelompok usaha Mirae Tech meminati industri pengolahan biji kapuk sedang investor Malaysia dari Sirim Berhad berminat dalam hal pengelolaan rumput laut.



Berbeda dengan kedua kelompok usaha dari kedua negara itu, pengusaha Jepang akan melakukan survey untuk pengembangan kasawan wisata loka. Kawasan tersebut akan dijadikan daerah peristirahatan untuk orang tua jompo pada musim dingin. Meski para orang tua, namun mereka memiliki keahlian. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) ketika menerima para investor itu di rumah jabatan bupati, tepatnya Sabtu siang 10 Oktober 2009 berharap keahlian mereka dapat dimanfaatkan di Bantaeng agar kita bisa menyerap ilmu dan pengalamannya terutama di bidang kedokteran dan pertanian.

Ia kemudian berharap kepada seluruh masyatakat di kabupaten berjuluk Butta Toa ini agar lebih membuka diri agar investasi lebih bergairah. Masuknya investasi akan membuka lapangan kerja baru. Nurdin kemudian menunjuk investasi di bidang pengolahan ikan milik PT. Global Seafood Internasional Indonesia yang segera beroperasi. Industri pengolahan ikan menjadi surimi untuk ekspor ke Jepang tersebut menyerap tenaga kerja 1000 orang.

Tingkatkan Pelayanan RSUD Bantaeng

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng kini dilengkapi fasilitas VIP Kebidanan dan Kandungan. Kedua fasilitas tersebut diresmikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009. Peresmian tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) disaksikan Bupati Bantaeng, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Kes) dan undangan lainnya.



Bupati Bantaeng berpesan kepada jajaran rumah sakit agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan sampai ruangannya sudah VIP, namun pelayanannya masih setara dengan bangsal, pintanya. Bupati juga mengemukakan rencana pembangunan rumah sakit yang lebih representative yang diharapkan menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan SulSel. Rumah sakit yang dibangun di atas lahan revitalisasi ini juga diharapkan menjadi tourism hospital. Karena itu, ia berharap tenaga medis dan dokter yang ada di rumah sakit tersebut agar lebih mempesiapkan diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Kita berharap, ada orang yang begitu melihat laut dan gunung, penyakitnya sudah sembuh, tandas Nurdin yang mengatakan, pembangunan rumah sakit berlantai 5 tersebut akan segera dimulai.

Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu mengatakan, pembangunan fasilitas ruang VIP untuk Kebidanan dan Kandungan dimaksudkan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Menyinggung soal masih tingginya angka kematian ibu, ia mengatakan, antara lain akibat ketersediaan darah. Karena itu, rumah sakit ini juga akan segera dilengkapi fasilitas bank darah (transfusi darah). Fasilitas tersebut kini dalam tahap pembangunan dan diharapkan dalam waktu singkat sudah bisa digunakan. Tentang ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengendalikan peralatan tersebut. Bapak Direktur mengatakan, telah mengirimkan personil mengikuti pendidikan dan latihan di Bali.

Diklat di Bali dimaksudkan agar pelayanannya juga bisa seramah masyarakat Bali yang sudah biasa menerima wisatawan. RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu juga telah dilengkapi peralatan USG 3 dimensi yang memungkinkan pemeriksaan menyeluruh.

Monday, September 14, 2009

bantu kodong, korban KEBAKARAN


Kebakaran yang terjadi di Panaikang tadi sore menyisakan kesedihan mendalam terhadap korban yang terdiri dari 3 Kepala Keluarga. Masing-masing ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN, sebagai kepala keluarga dari 2 buah rumah yang habis dilalap si JAGO MERAH. Kejadiannya berlangsung begitu cepat yakni menjelang saat Berbuka Puasa, tepatnya hari Senin tanggal 14 September 2009 Pukul 17.10 WITA. API begitu ganasnya melalap rumah korban hanya dalam waktu 7 menit dan menghabiskan seluruh isi rumah tersebut.



Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Alhamdulillah niaka ipantarangngaanna ballakku, demikian penuturan salah seorang korban yang begitu sedih meratapi puing-puing rumahnya. Tim Ambae.exe bersama utusan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng berbincang-bincang dengan korban, merasa kasihan dengan kondisi yang dialaminya. Hanya pakaian yang digunakan sebelum kejadian yang kini tersisa dari kebakaran tersebut.

Kami terpaksa harus memulai dari awal, barang-barangku habis terbakar. Bahkan ijazah anak-anak kami pun ikut terlalap si jago merah. Dengan nada begitu sayu, bapak yang akrab dipanggil ACO menuturkan kepedihannya. Kemudian kami mencoba mewawancarai seorang bapak lainnya yang masih sibuk membersihkan puing rumah. Kami (Tim Ambae.exe) pun menanyai si Zainal. Ceritanya begini pak, api mulai menjalar dari ruang dapur rumahnya Daeng ARIS. Saat itu isterinya memasak untuk hidangan Buka Puasa hari ini. Ironisnya, isterinya memasak dengan peralatan kayu dan selanjutnya meninggalkan rumahnya. Rencananya beliau mau ke pasar bersama anaknya untuk belanja kebutuhan lainnya. Belum jua si ibu ini berangkat karena masih menunggu Mobil Angkutan Umum, rumahnya sudah terbakar.

Akhirnya kebakaran pun tak terelakkan. Api semakin membesar ditambah lagi karena angin bertiup begitu kencang ke arah Selatan. Rumah Daeng GASSING ikut terbakar karena rumah tersebut hanya dibatasi dinding dengan rumahnya Daeng ARIS. Semuanya habis dalam waktu kurang lebih 7 menit. Pemadam Kebakaran Kab. Bantaeng telah mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api, namun kedua rumah tetap habis terbakar. Sisi lainnya, rumah yang ada di sekitarnya tidak ikut terbakar karena dengan cekatan kru pemadam memblokir titik api agar tidak menjalar kemana-mana. Diperkirakan puluhan juta kerugian yang dialami ketiga kepala keluarga yang tinggal di 2 buah rumah yang terbakar tersebut. Termasuk uang tunai yang dimiliki Daeng SYAMSUDDIN dari hasil kerja sang isteri sebagai Tenaga Honorer di SDN No. 23 Panaikang. Ijazah, SK Honorer, BPKB serta STNK Kendaraan milik ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN pun ikut terbakar.

Berikut data lengkap korban kebakaran tersebut sesuai hasil survey Tim Ambae.exe :
1. Korban
a. Terdiri dari 3 Kepala Keluarga dari 2 rumah
b. Rumah pertama yang merupakan awal terjadinya kebakaran dihuni oleh Daeng ARIS yang berprofesi sebagai Tukang Ojek. Beliau memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 2 tahun.
c. Rumah kedua dihuni oleh Daeng GASSING yang berprofesi sebagai Tukang Ojek.Dan anaknya bernama DAENG SYAMSUDDIN yang berprofesi sebagai Sopir Angkot. Daeng GASSING yang tinggal di bagian atas dari rumah panggung tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 2 orang anak yang sudah remaja. Sementara anaknya yakni DAENG SYAMSUDDIN yang tinggal di kolom rumah tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 3 tahun.

2. Tempat Tinggal Sementara
Masing-masing korban untuk sementara ditampung oleh keluarganya yang juga tidak jauh dari lokasi kejadian.

3. Bantuan
Hingga Tim Ambae.exe dan PMI Cab. Bantaeng masih ada di lokasi kejadian, tepatnya pukul 22.30 WITA, korban telah menerima bantuan berupa beras sebanyak 6 karung. Beras tersebut merupakan bantuan dari pihak Kelurahan Bonto Manai Kecamatan Bissappu, masing-masing berisi 25 Kg per karungnya.

Melalui tulisan ini…semoga uluran tangan para Dermawan mampu meringankan beban korban. Mereka butuh selimut, pakaian, makanan dan tempat tinggal.

Saturday, September 12, 2009

alpukat kena hama


Ribuan pohon alpukat di Desa Bonto Rannu dan Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng terserang hama. Pohon yang terserang hama tersebut mengalami kering batang hingga daun. Camat Ulu Ere (Syamsuddin. S) mengatakan, serangan hama yang mematikan itu terjadi beberapa bulan belakangan sehingga sangat merugikan masyarakat. Selama ini, setiap pohon menghasilkan Rp 300 ribuan, ujarnya.



Pasarnya pun sudah jelas, selain dipasok ke toko buah dan supermarket di Makassar. Alpukat Bantaeng juga dikirim ke Kalimantan dalam jumlah besar. Namun, sejak hama menyerang, tanaman ini tinggal beberapa pohon saja yang tersisa. Menurut data Dinas Pertanian dan Kehutanan, jumlah pohon alpukat yang selama ini berproduksi mencapai 7000-an pohon, namun kini satu persatu mati kering, tambah Kamrah dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Ia mengatakan, penyakit yang menyerang pohon alpukat tersebut sudah berhasil diidentifikasi tim ahli yang dipimpin Prof. Ade Rosmana. Pakar tanaman itu menyimpulkan, pohon alpukat terserang hama cendawan, terutama saat kabut tiba. Kabut tersebut membawa cendawan, jelas penyuluh pertanian itu.

Hingga saat ini belum ada obat ataupun metode penanggulangan yang tepat. Karena itu, pohon yang mati sebaiknya diangkat kemudian diganti dengan tanaman baru. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang dilapor masalah itu, meminta pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng untuk segera mencari solusi agar petani tidak dirugikan. Kita harus segera mencari solusi agar masyarakat tidak dirugikan, pinta bupati pada pertemuan informal di kantor Kecamatan Ulu Ere, tepatnya Sabtu, 12 September 2009. Menurut pengakuan masyarakat, selama ini, pohon alpukat dihargai Rp 3 juta/pohon.

Tuesday, August 25, 2009

mampir yu' in KEDAI SAYUR n' BUAH


Untuk menggaet pelanggan dari daerah tetangga, terutama yang melewati Butta Toa, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng menyiapkan Kedai Sayur dan Buah.



Kedai yang terletak di depan Kantor Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng tersebut menyiapkan berbagai jenis kebutuhan sayur mayur dan sejumlah kebutuhan lainnya selama bulan suci Ramadhan.

Sebagai tanda dimulainya kedai yang juga menyiapkan telur ayam ras dan kampung, kacang-kacangan, wortel, kentang, beras serta berbagai jenis potensi daerah Bantaeng, dilakukan pembukaan secara sederhana pada hari Selasa, 25 Agustus 2009. Acara ini turut ihadiri sejumlah pegawai Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng, pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng dan masyarakat umum lainnya.

Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Rahmaniar Syamsul yang mengkoordinir kegiatan itu mengatakan, kehadiran kedai ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

Selain masyarakat di daerah Bantaeng, juga dimaksudkan untuk menggaet pelanggan dari daerah tetangga seperti dari Bulukumba dan Selayar. Kami sengaja mengambil posisi di pinggir jalan raya agar masyarakat yang melewati kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini bisa memanfaatkan kesempatan ini, terang Rahmaniar.

Ia juga berharap, kehadiran kedai ini akan membuka mata masyarakat terhadap potensi Kabupaten Bantaeng. Rahmaniar mengakui, selama ini potensi daerah tersebut langsung dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar Makassar dan daerah sekitar.

Selain menampilkan potensi di kedai ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng juga menghadirkan potensi tersebut pada Bazar Ramadhan yang berlangsung di segitiga Monumen Andi Mannappiang.

Tentang harga, Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng mengatakan, produk kami harganya lebih terjangkau karena tidak melalui tangan ketiga. Dari kebun, dibersihkan kemudian langsung dibawa ke kedai sehingga lebih segar, terang Rahmaniar.

Monday, May 04, 2009

Doctor Boy of Bonthain


Muhammad Pilariq, murid kelas 5 SD Negeri 5 Lembang Cina Kabupaten Bantaeng yang keluar sebagai juara kedua lomba Dokter Kecil Tingkat Propinsi diundang ke Istana Negara di Jakarta. Ia dijadwalkan meninggalkan Bantaeng 6 Mei 2009 selanjutnya menuju ke Jakarta melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.



Saat berpamitan ke Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah pada hari Senin, 4 Mei 2009. M. Pilariq yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bantaeng (Dr. Hj. Takudaeng) dan Dr. Rezy Friyana (pembina), ia mengaku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bersaing dengan dokter kecil lainnya dari seluruh Indonesia.

Bupati Bantaeng yang didampingi Direktur RSU Prof. Dr. Anwar Makkatutu (Dr. H. M. Syafruddin Nurdin, M.Kes) berharap keberhasilan Pilariq dapat menjadi motivasi terhadap murid lainnya. Kita berharap, ke depan akan lebih banyak Pilariq lainnya sehingga lebih banyak prestasi yang diraih ke depan, terang Nurdin Abdullah.

Pilariq berhasil menjadi pemenang dalam lomba dokter kecil tingkat Kabupaten yang diikuti 50 peserta. Putra pertama Ir Arfan Doktrin itu kemudian keluar sebagai juara kedua tingkat Propinsi dan berhak mewakili Sulsel bersama pemenang pertama dan ketiga ke Jakarta.

Dilengkapi USG

Menyinggung soal pemberian kesehatan melalui Puskesmas, Bupati berharap semua Pusat Pelayanan Masyarakat terdepan dilengkapi fasilitas agar pasien tidak terpusat ke rumah sakit. Lengkapi seluruh Puskesmas dengan peralatan yang memadai agar RS tidak terbebani, pinta Nurdin Abdullah.

Menanggapi permintaan Bupati Bantaeng tersebut, Kadis Kesehatan mengatakan, mulai 2009, seluruh fungsi pelayanan dasar akan dilengkapi fasilitas yang bersifat pencegahan (preventif) seperti USG
dan EKG. Selain itu, semua Puskesmas, termasuk yang ada di pelosok juga akan dilengkapi dokter. Ini sesuai dengan visi kabupaten untuk menjadikan Bantaeng terkemuka di bidang kesehatan serta sebagai pusat pelayanan di selatan Sulsel.

Bila semua berjalan sesuai rencana, pasien yang ke RS hanya yang mendapat rujukan dari Puskesmas. Hingga kini sudah 4 dari 12 Puskesmas yang sudah dilengkapi fasilitas USG dan EKG. Takuadeng berharap, Puskesmas lainnya segera dilengkapi sehingga pelayanan dasar terhadap masyarakat dapat terpenuhi, ujarnya.

Ke Malaysia

Petenis kebanggan Butta Toa, Nur Adim Ramdani pada kesempatan yang sama juga akan meninggalkan Indonesia menuju Malaysia untuk mengikuti kejuaraan tenis ITF Championship kelompok usia 14 tahun. Adim akan berada di negeri jiran hingga 7 Mei 2009 bersama petenis lainnya hasil seleksi nasional di Temanggung.

Saturday, May 02, 2009

Hardiknas n' Bebas Asap Rokok


Pemerintah Kabupaten Bantaeng mulai memberlakukan Kawasan Bebas Rokok. Tahap awal penerapannya dilakukan di kawasan sekolah dan akan disusul ke kantor-kantor.



Kesepakatan membebaskan Asap Rokok dari lingkungan sekolah tersebut merupakan kesepakatan para guru se-Kabupaten Bantaeng.Sebagai tanda dimulainya aturan bebas rokok tersebut, Bupati Bantaeng menandatangani berita acara pencanangan bebas rokok di lingkungan sekolah. Pencanangan dilakukan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Lompobattang, Sabtu 2 Mei 2009. Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah yang bertindak sebagai Inspektur Upacara menyambut baik kesepakatan yang diprakarsai para guru di daerah ini.

Ia berharap, kawasan bebas asap dapat menyebar ke kantor-kantor untuk menciptakan lingkungan sehat. Kenapa dimulai dari sekolah? karena sekolah merupakan tempat untuk melahirkan orang-orang unggul, jelasnya. Untuk memberikan kenyamanan kepada perokok, Nurdin Abdullah mengatakan, disiapkan tempat khusus. Kita akan menyiapkan tempat khusus untuk para perokok agar lingkungan bersih tetap tercipta, tandasnya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab. Bantaeng belum menerapkan sanksi kepada pelanggar kebijakan terbaru ini. Namun, secara bertahap dilakukan pembinaan hingga masyarakat memahami pentingnya bebas asap rokok. Kita hanya akan memberi peringatan dan pembinaan kepada pelanggar mengingat ini baru tahap awal. Ke depan, diharapkan kebijakan ini sudah bisa dimengerti agar lingkungan kita bersih dan sehat, tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng membacakan pidato seragam Mendiknas Bambang Sudibyo. Dalam Sambutan tersebut, Mendiknas mengatakan bahwa perkembangan yang cepat menjadikan persaingan antar bangsa. Karena itu, diperlukan pendidikan yang lebih bermutu, terutama di bidang sains yang berperan terhadap penguasaan teknologi.

Untuk bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, pendidikanlah kuncinya untuk juga mengantisipasi arus informasi dan budaya asing yang juga cukup gencar. Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini dimeriahkan Marching Band Loka Nada dan tarian persembahan murid SD Inpres Teladan Bantaeng.

Monday, April 27, 2009

Modernisasi Rumah Sakit


Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Anwar Makkatutu akan segera dibangun. Pekerjaan fisik RSUD yang lebih modern tersebut akan menghabiskan dana sebesar Rp 70 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk membangun fasilitas ruang berlantai 5 dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.



Hal itu terungkap dalam ekspose rencana pembangunan RSUD yang berada di bibir pantai Kota Bantaeng, tepatnya Senin tanggal 27 April 2009. Ekspose pembangunan RSUD yang dipandu Direktur RSUD Bantaeng Dr. H. M. Syafruddin Nurdin, M. Kes itu dihadiri Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah, Wakil Bupati H. A. Asli
Mustadjab, Sekda Bantaeng H. Syamsuddin, para SKPD dan petinggi lainnya.

Aswin Griksa Fitranto, IAI, Konsultan Perencana pembangunan RSUD Bantaeng mengatakan, pembangunan konstruksi akan berlangsung selama 2 tahun. Untuk menunjang pembangunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas PU & Kimpraswil Kab. Bantaeng segera melakukan reklamasi. Tahap awal reklamasi yang akan dimulai awal Mei 2009 tersebut akan dilakukan di areal seluas 3,5 Ha, tambah Kadis PU & Kimpraswil Kab. Bantaeng Ir. H. Zainuddin Tahir. Ia memuji para perencana yang memanfaatkan lahan sehemat mungkin untuk memberi ruang terhadap fasilitas penunjang yang bisa berdampak positif terhadap pasien.

Dengan memanfaatkan keindahan laut dan gunung serta kenyamanan pasien, mudah-mudahan bisa menjadi faktor penyembuh bagi pasien yang menderita sakit ringan, tuturnya. Zainuddin juga minta RSUD Bantaeng memiliki ciri khas dengan mempertimbangkan budaya daerah. Meski begitu, Kadis. Kesehatan Kab. Bantaeng Dr. Takudaeng berharap, perencanaan RSUD ini memperhatikan penanganan limbah medis. Direktur RSUD Bantaeng, Dr. Syafruddin Nurdin mengaku, tim perencana sudah mempertimbangkan berbagai aspek penunjang termasuk masalah buangan limbah.

Ini merupakan komitmen untuk peningkatan mutu layanan dan kemitraan. Karena itu, ia berharap, RSUD Bantaeng segera diakreditasi untuk 5 jenis pelayanan meliputi administrasi manajemen, pelayanan medik, gawat darurat, keperawatan dan rekam medik. RSUD Bantaeng juga segera menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar untuk pemanfaatan dokter spesial dan tenaga co asisten.

Bupati Bantaeng pada kesempatan itu meminta para pihak yang terkait agar memberi perhatian penuh terhadap rencana pembangunan RSUD tersebut, mengingat RSUD Bantaeng diharapkan tak hanya menjadi RSUD terindah di SulSel, tetapi juga menjadi RSUD bernilai plus karena letaknya yang strategis. Mungkin ada pasien yang hanya butuh angin laut atau memandang hijau pegunungan, urainya.

Saturday, March 28, 2009

Akankah Esok Lebih Baik


Kondisi bumi yang makin memprihatinkan mestinya memacu semangat kita untuk makin memperhatikannya. Perubahan iklim secara global, kelangsungan hidup di bumi terancam akibat fenomena alam yang kian hari kian tak menentu. Apa yang pernah dialami manusia pada zaman yang telah berlalu dalam kurun waktu 10.000 tahun silam, bukan tidak mungkin bakal terjadi di masa mendatang. Mungkin saja dalam waktu yang cepat atau lambat, analisa dapat berbicara, teori pun sedapat mungkin bisa dijadikan acuan. Namun, kemurkaan Sang Pencipta tidak terduga andai manusia telah semakin memperburuk keadaan akibat ulahnya terhadap bumi ini.



Sebuah respon positif mampu diaplikasikan oleh insan-insan yang peduli akan lingkungan. Melalui sentuhan nan kreatif, sebuah acara digelar di Baling-baling Restaurant and Café of Bonthain (Jl. Raya Lanto No. 1 Bantaeng). Putri Fatimah Nurdin yang sehari-hari akrab dipanggil Putri Nurdin, bekerja sama dengan beberapa pihak yang antara lain adalah :
1. Ambae.exe
2. BGlobal Management
3. BGallery Band
4. SMA Neg. 1 Bantaeng
5. SMA Neg. 2 Bantaeng
6. SMK Neg. 1 Bantaeng
7. Komunitas Musik/Band Bantaeng
8. Dan pihak-pihak lainnya yang amat peduli terhadap bumi

Terutama peran serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, mendukung setiap gerakan dan kegiatan yang bernuansa penyelamatan, antisipasi dan pencegahan. Tepatnya, tanggal 27 Maret 2009 sejak pukul 19.30 Wita semalam, acara digelar dengan mengambil tema Bantaeng Go Green. Dalam kesempatan kali itu, Putri menghimbau setiap kalangan untuk hadir pagi tadi dalam rangka Penanaman Pohon sebagai langkah pencegahan terhadap fenomena GLOBAL WARMING.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pentas Musik, juga diisi beberapa Quiz dengan hadiah yang memuaskan bagi audience. Termasuk di dalamnya membuka satu babakan kepada hadirin untuk mengungkapkan unek-uneknya terhadap Pembangunan Bantaeng. Ambae.exe pun turut serta dalam memberikan satu point usulan, yakni Pembangunan Titik Hotspot di wilayah Bantaeng guna merangsang daya beli masyarakat serta sebagai ajang pembelajaran Teknologi Informasi secara menyeluruh. Sementara usulan lainnya berupa pemanfaatan lingkungan sekitar demi kelestarian alam, kebersihan dan keindahan kota Bantaeng.

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin) yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyambut gembira rencana penanaman pohon yang telah dilaksanakan tadi pagi.

Hingga berakhir semalam, para hadirin antusias mengikuti penjelasan yang dipaparkan oleh Putri Nurdin (Putri Sulung dari Bapak Bupati Bantaeng). Selanjutnya, tadi pagi bersama ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas yang ada di Bantaeng, Putri Nurdin, Ambae.exe serta BGlobal Management melaksanakan Penanaman Pohon di sekitar Lapangan Bawakaraeng, depan Rumah Jabatan Bupati Bantaeng.

Setelah penanaman pohon, para peserta kegiatan Bantaeng Go Green diarahkan untuk mendengarkan paparan dari Putri Nurdin berkaitan dengan peristiwa Global Warming. Bertempat di Gedung Pertiwi (Jl. Gagak Bantaeng), semangat siswa-siswi dari beberapa SMA se-Bantaeng dalam menyimak penjelasan Putri, nampak serius dan fokus dari wajah mereka.

Dan untuk mengisi rangkaian acara tersebut, untuk kali berikutnya kembali memberikan beberapa Quiz sebagai ajang refresh agar tidak terkesan monoton. Beberapa siswa maupun siswi diajak untuk memberikan pandangan tentang Global Warming seperti yang mereka pahami selama ini. Tentunya dalam kegiatan tersebut, sebuah film berdurasi 1,5 jam yang berjudul The Day After Tomorrow diputar agar mampu membuka wawasan berpikir bagi para hadirin.

Film ini bercerita tentang bagaimana proses terjadinya serta efek yang dapat ditimbulkan dari Global Warming. Kehidupan yang sesungguhnya dianggap nyaman selama ini, bukan tidak mungkin suatu hari akan sirna dan bahkan sebuah peradaban akan hilang seketika ditelan bumi.

Setelah menonton film tersebut, para peserta yang sebagian besar adalah siswa-siswi SMA Neg. 1 Bantaeng, SMA Neg. 2 Bantaeng dan SMK Neg. 1 Bantaeng, seakan dihanyutkan oleh cerita yang mengalir di dalamnya. Kemudian mereka pun terbangun dari keseriusannya dalam menyimak film dimaksud, seolah tersadarkan dari mimpi yang panjang dan tidak pernah terbayangkan akan malapetaka yang bisa berakibat fatal bilamana sejak sekarang manusia tidak berusaha menjaga kelestarian bumi.

Maka selayaknyalah kita semua menjaga bumi ini, jangan pernah lengah akan bahaya yang bisa ditimbulkan akibat tindakan yang tadinya dianggap tidak merusak karena ada sifat egoisme, kepentingan pribadi dan ketidakpedulian.

Dalam rangka menyikapi Global Warming, mari bersama-sama memikirkan langkah terbaik untuk bumi tempat tinggal kita. Coab simak pesan di bawah ini. Baca, simak, pahami dan laksanakan dengan ikhlas.

Earth Hour Indonesia Sabtu 28 Maret 2009 jam 20.30-21.30. Matikan lampu 1 jam.
Saya, Anda, Kita bisa mengubah dunia. 1 jam lampu padam, sama dengan 300 Megawatt, cukup untuk 900 desa, mengurangi beban listrik 200 juta, mengurangi emisi CO2 284 Ton, menyelamatkan 284 pohon, menghasilkan udara bersih untuk 568 orang!!!

SELAMATKAN BUMI, STOP GLOBAL WARMING!!!
1 jam yang dapat memperbaiki kualitas bumi…
Tiap 1 orang yang berpartisipasi sangat berarti bagi bumi…
Sebarkan ke yang lain yach...!!!

Monday, March 02, 2009

H. M. Aksa Mahmud di Restoran Aroma Laut


Tepatnya Senin malam tanggal 2 Maret 2009, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) meresmikan Restoran Aroma Laut. Restoran yang representatif bertarif terjangkau ini berlokasi di bibir pantai Lamalaka, jalan poros Bantaeng-Bulukumba.



Bupati Bantaeng mengatakan, perkembangan daerah harus dapat diantisipasi melalui kebutuhan dasar yang representatif. Untuk itu, resto ini hadir guna menunjang keinginan untuk menjadikan Bantaeng sebagai daerah transit karena posisinya yang berada di tengah. Nurdin juga mengatakan, kehadiran Aroma Laut setidaknya dapat menjamu tamu yang ke Bantaeng. Menyinggung soal interior bangunan, beliau mengatakan, diatur oleh Ny. Lies F. Nurdin yang sekaligus melakukan promosi terhadap produk daerah yang sudah diterima pasar di Makassar.

Untuk melengkapi fasilitas jasa di daerah ini, juga akan dibuka Pusat Souvenir. Ia berharap, fasilitas jasa ini bisa membawa nama harum daerah karena masyarakat dari daerah lainnya juga butuh fasilitas ini.

Bupati berharap, resto ini mendapat dukungan luas masyarakat agar bisa beranak pinak dan saling mendukung dengan pencanangan revitalisasi pantai yang pada tahap awal seluas 15 Ha. Pencanangan tersebut dimulai akhir Maret atau April, tambah Bupati. Sebelumnya, General Manager Restoran Aroma Laut (Taufik Mulyana) mengungkap rencana pembangunan restoran tersebut hingga fasilitas ini selesai dan dapat mengantisipasi perkembangan Bantaeng yang semakin pesat. Daerah ini harus ditunjang restoran yang representatif, ujarnya sembari mengemukakan jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 16 orang.

Sunday, February 22, 2009

Cikal Bakal Teh in Bonthain


Perusahaan Teh Botol kemasan terkemuka Indonesia PT. Sinar Sosro menjajaki kemungkinan pengembangan areal penanaman teh di Kabupaten Bantaeng.



Penjajakan dilakukan untuk pengembangan usaha yang akan disertai industri pengolahan dan kemasan serta kemungkinan industri air minum dalam kemasan.

Untuk mewujudkan kemungkinan pembangunan industri dan perkebunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng (Bupati Bantaeng, red) akan menyiapkan lahan pengembangan teh di Muntea, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere dan Bonto Jonga, Desa Pa'bumbungan, Kecamatan Eremerasa yang masing-masing berada di atas ketinggian 1.300 dari permukaan laut.

Sedang untuk pengembangan air minum dalam kemasan diarahkan ke Eremerasa yang sudah dikenal dengan obyek wisata permandian alamnya. Tim PT. Sinar Sosro yang dipimpin Area Sales Manager PT. Sinar Sosro Sulselrabar (Umar Suyud) didampingi Direktur Utama Perusda Bantaeng (Nurhadi), Kepala Dinas Koperasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bantaeng (Bakhtiar Karim), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng (Abd. Gani), Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng (Ismail Pawiloi), Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Asruddin, S.IP, M.Si) dan Direktur Utama
PDAM (Abd. Aziz) pada hari Senin, 22 Pebruari langsung meninjau lokasi yang dimaksud.

Tim merasa terkesan dengan potensi yang dimiliki daerah berjuluk Butta Toa ini. Umar Suyud mengakui, pihaknya tidak mengetahui potensi yang terpendam ini.

Tidak terpikir kalau ternyata Bantaeng memiliki potensi yang luar biasa, termasuk air yang kini sudah dikelola beberapa industri air kemasan, ujarnya. Kebetulan saja ketemu Direktur Utama Perusda Bantaeng dan Bupati Bantaeng yang sangat gigih. Kami tidak mengetahui kalau ternyata banyak yang bisa dilakukan di Bantaeng, tambah Umar.

Secara prinsip kami sudah melihat dan mengetahui prospek yang bisa dikembangkan, tapi ini masih akan dilaporkan ke Jakarta dulu, jelas Umar Suyud seraya mengatakan, tahap awal pihaknya bekerja sama Perusda Bantaeng untuk distribusi produk Sosro. Menjawab wartawan disela kunjungan itu, Area Sales Manager PT. Sinar Sosro itu mengakui, selama ini perkebunan dan industri Sosro masih di Jawa, namun tidak tertutup kemungkinan pengembangannya ke luar Jawa.

Yang jelas, kami akan laporkan hasil kunjungan kami ke kantor pusat. Soal hasilnya, tergantung kebijakan pimpinan, ujarnya. Ia berharap kerja sama dengan Perusda yang akan membawahi 7 kabupaten di selatan Sulawesi Selatan, dapat meningkatkan penjualan hingga 30 persen.

Bupati Bantaeng H.M. Nurdin Abdullah menyambut baik rencana pengembangan usaha Sosro ke wilayah kerjanya. Bila hal ini bisa diwujudkan, Sosro akan menghemat biaya transportasi dari Jawa untuk mensuplai kawasan timur Indonesia. Bila Sosro bisa mewujudkan perluasan usahanya ke Bantaeng, selain hemat biaya transpor juga menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, terang Nurdin Abdullah.

Saturday, February 21, 2009

Bocah HYDROCEPHALUS


Bupati Bantaeng bersama Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Hj. Lies F. Nurdin yang berkunjung ke desa menemukan seorang anak penderita Hydrocephalus (pembengkakan pada kepala) yang menyebabkan kepala seorang bocah berusia 1,2 tahun membesar.



Putra pasangan Sumarni dan Bahar bernama Rehan yang berdomisili di Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang tersebut hanya bisa terbaring di tempat tidurnya. Menurut ibunya, sejak lahir di Malaysia, Rehan sudah menderita penyakit yang mengakibatkan kepalanya membesar.


Namun, karena tidak memiliki kemampuan dana, keluarganya mengurungkan niat untuk berobat ke dokter. Bupati Bantaeng bersama Ny. Hj. Lies F. Nurdin yang menyaksikan bocah itu meminta aparat kesehatan segera merujuk ke RS di Makassar.


Sebelumnya, Bupati Bantaeng, H. M. Nurdin Abdullah juga merujuk seorang penderita tumor seberat 1,2 kg di bagian mata, warga Labbo, Kecamatan Tompobulu. Nurdin berharap, pedua penderita penyakit itu mendapat perawatan intensif oleh dokter di Makassar.


Selain melihat langsung bocah penderita Hydrocephalus, bupati bersama tim penggerak PKK Kabupaten Bantaeng yang melakukan kunjungan ke desa, juga melihat warga miskin di Desa Borongloe dan Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Pa'jukukang.


Sepasang suami istri bernama Ati dan Majeng yang sudah berusia di atas 60-an tahun hidup dan tinggal di sebuah rumah bekas kandang kambing. Mereka hidup sebatang kara setelah rumahnya terbakar habis beberapa tahun silam.


Dengan kondisi yang sangat mengenaskan, kedua kakek nenek itu hidup apa adanya. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng kemudian menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.


Bupati Bantaeng berjanji akan melakukan bedah rumah. Kegiatan sosial tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan TNI. Khusus kepada orang tua jompo dan yang sudah tidak memiliki pekerjaan, Pemkab. Bantaeng akan memberi jaminan hidup agar gizinya tetap terjamin.


Ia berharap kepada Camat dan Lurah agar lebih peka terhadap warganya yang membutuhkan uluran tangan. Bila masyarakat merespon kemungkinan dibangunnya rumah jompo, Pemkab. Bantaeng akan menyiapkan, urainya.


Bupati berharap, pada tahun 2010 mendatang, tidak ada lagi warga Kabupaten Bantaeng yang kekukarangan gizi dan kelaparan, sebab akan dibangun perumahan untuk menampung para orang tua dan anaknya diupayakan pekerjaan agar ada yang menopang kehidupan sehari-harinya.

Tanam Pohon dapat Amal


Pengusaha Konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) mencanangkan penanaman pohon untuk mendukung program Go Green.



Pencanangan yang dipusatkan di Lapangan Lompobattang, Kota Bantaeng, tepatnya Sabtu tanggal 21 Pebruari 2009 tersebut ditandai penanaman pohon Mahoni oleh Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah bersama Ketua DPD Gapensi Sulsel H. M. Zulkarnaen Arief, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Lies F. Nurdin serta unsur Muspida daerah ini.

Ketua Gapensi Sulsel mengatakan, pencanangan untuk tahap awal yang berjumlah 10 ribu bibit diharapkan menjadi pemicu kegiatan yang sama di 23 kabupaten/kota se-Sulsel. Khusus pencanangan yang diawali di Bantaeng, Zulkarnaen yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu mengatakan, Bantaeng sangat siap dan memberi respon yang sangat baik.


Bila seluruh daerah memberi respon yang baik, program Go Green yang dicanangkan Pemprop. Sulsel akan berjalan dengan baik dan pada akhirnya keseimbangan lingkungan akan tercapai. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh anggota Gapensi agar lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya. Lakukan penanaman di sekitar kita dan ajak masyarakat untuk memeliharanya agar penanaman ini tidak sia-sia, pintanya.


Bupati Bantaeng menyambut baik gerakan moral yang dilakukan pengusaha konstruksi yang tergabung dalam Gapensi. Ini gerakan moral untuk menyelamatkan bumi, ujarnya. Menurutnya, untuk memberikan keseimbangan alam dalam kondisi seperti sekarang, menanam pohon merupakan kewajiban sebab tanpa kepedulian, maka lingkungan kita akan rusak yang pada akhirnya juga berpengaruh terhadap petani.


Gagal panen akan mengancam bila keseimbangan tidak ada, terangnya seraya mengajak semua pihak, lembaga dan organisasi profesi lainnya untuk mengikuti langkah Gapensi yang membudayakan pemeliharaan lingkungan.


Ini menjadi sangat penting sebab menanam sekarang, baru dapat dinikmati 30-40 tahun mendatang. Bupati berharap, Dinas dan Lembaga terkait mengambil bagian penting dalam pemeliharaan sebab tanpa pemeliharaan dari awal, hasilnya tak akan maksimal, tandas Bupati Bantaeng.

Thursday, February 19, 2009

Kesiapan Satkorlak

Bupati Bantaeng H.M. Nurdin Abdullah melakukan peninjauan ke lokasi Satkorlak Tanggap Bencana di eks Kantor Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng, Kamis tanggal 19 Pebruari 2009.




Bupati yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Bantaeng (Drs. Muslimin, M.Si), Kadis PU dan Kimpraswil Kabupaten Bantaeng (Ir. Zainuddin Tahir, M.Si) dan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng (H. M. Yasin), menyaksikan seluruh ruang yang menjadi persiapan penyelenggaraan Satkorlak.


Di lokasi tersebut dijadikan kantor terpadu, masing-masing Pemadam Kebakaran, Ambulance, Mobil Patroli, Dokter, Palang Merah Indonesia, Orari dan satuan kerja lainnya yang terkait dengan masalah bantuan sosial bila sewaktu-waktu terjadi bencana.


Bupati berharap, kantor yang menjadi andalan penanggulangan bencana itu segera dibenahi agar satuan kerja bisa cepat melakukan persiapan. Pemadam Kebakaran sudah mempersiapkan 25 (Dua Puluh Lima) orang personil yang siaga.


Tenaga dokter untuk emergency juga segera. Demikian pula satuan terkait lainnya. Harapannya adalah ketika terjadi bencana alam atau bencana lainnya segera bertindak dengan sistem terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya. Masyarakat pun akan lebih mudah menerima akses penyelesaian penanggulangan dari suatu bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.