Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Wednesday, October 28, 2009

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Sunday, October 25, 2009

Juara I misseng Petenis na Bantaeng


Satu lagi prestasi Petenis Junior asal Bantaeng terukir di Kancah pertenisan di tingkat Nasional, setelah menjuarai Bakrie Master 2009 di Jakarta yang digelar hingga Minggu, 25 Oktober 2009. Setelah melakukan Road Show selama 3 minggu di Vietnam dan Malaysia (Akhir September hingga 20 Oktober 2009), yang mana Adim hanya mampu lolos hingga Final Kualifikasi di ITF Vietnam International Junior Championship, Ho Chi Minh, Vietnam dan ITF Malaysia International Junior Championship, Malaysia.



Kedua Pertandingan ini adalah merupakan program tanding Adim yang telah diberikan oleh pelatih Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali yang harus diikuti agar target menjadi juara Asia dapat terpenuhi, paparnya. Adim, panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan (KU 16 Th) menjadi unggulan pertama pada turnamen yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pengusaha Sukses, Mantan Menkosra Kabinet Bersatu Jilid I, Abu Rizal Bakrie. Pada turnamen Bakrie Master 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2009 bertempat di Lapangan tenis
Rasuna Said Jakarta.

Adim yang kini berada pada peringkat Top 8 KU 16 Thn memperlihatkan ketangguhannya di KU 16 Tahun setelah tampil menjadi Juara. Setelah mengalahkan lawan-lawannya masing-masing M. Lutjfi dari Bandung dengan skor 6-3, 6-3. Selanjutnya melawan Deda Kresna dari Kalsel dengan skor 6-3, 6-1. Lawan ketiga Ekky Hamzah juga menang dengan skor 4-6, 7-5 (10-6). Lawan keempat yakni Ibrahim Unggulaga dari Surabaya dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan yang terakhir mengalahkan Nyoman Cahyadi dari Bali dengan skor 6-3, 4-6,10-4.

Bakrie Master 2009 ini, juga turut hadir menyaksikan keberhasilan Adim, Abu Rizal Bakrie, para panitia dan peserta Bakrie Master. Seluruh peserta diberikan fasilitas menginap gratis di Hotel Century Jakarta. Untuk Kelompok Umur 16 tahun berjumlah 8 orang dan total atlit yang berlaga di semua kelompok umur adalah 40 orang. Dan ini merupakan ajang para petenis terbaik Nasional. Dari keberhasilan Adim yang kesekian kalinya ini, telah mendapat tanggapan positif dan mendukung penuh oleh Ketua DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Dimana dalam penyampaiannya kepada Pengelola dan Pelatih Bantaeng Tennis Camp mengatakan, “Sangat berharap banyak terhadap prestasi Adim, karena ini merupakan aset Daerah yang paling berprestasi dan perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemkab. Bantaeng. Dan berjanji akan berbicara khusus dengan Bupati Bantaeng, agar Adim tetap membela nama daerah Bantaeng di tingkat Nasional, Asia maupun InterNasional”.

Tanggapan Ketua DPRD Bantaeng mendapat respon balik dari Pengelola Bantaeng Tennis Camp yang juga sekaligus Kabid. Pembinaan Prestasi KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) dalam releasenya mengatakan bahwa “Kami merasa bersyukur atas tanggapan yang baik ini, dan kami juga akan kembali melakukan review atas program latihan buat anak-anak kami yang lain. Yang sekarang harus dilakukan adalah pembenahan sistem latihan buat kader setelah Adim. Kami punya atlit tenis yang juga potensial seperti Nur Oktafianti yang kini wakili SulSel pada POPNAS Oktober 2009 di Yogyakarta. Demikian pula Fauziah Azis, Azima Faradina dan Yaumil Iswan”.

Thursday, September 10, 2009

Trans Studio Theme Park


INI adalah theme park indoor terbesar di dunia saat ini. Nama resminya Trans Studio World Makassar. Memiliki lebih daari 20 wahana permainan dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti mal, restoran, hotel, dan marina. Ayo, nikmati sensasi hiburan di Trans Studio World Makassar.



Lokasi Obyek
Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Perpadu Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya sekitar lima kilometer dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

Gambaran Umum
Theme Park Trans Studio World Makassar mengadopsi konsep Universal Studio di Amerika Serikat. Berisi ruang-ruang simulasi beberapa program stasiun televisi, Trans TV, atau peristiwa di Indonesia. Konsep theme park di Trans Studio World bakal memberikan pengalaman tersendiri.

Beberapa di antaranya adalah Tsunami Island, suasana mencekam dilanda tsunami dan gempa bumi. Ada juga Magic Museum yang berisi benda-benda hidup seperti dalam film Night at The Museum, Dunia Lain, Arung Jeram, Magic Corner, Lost City, Terror Twister, dan Water Coaster.

Selain theme park, beberapa fasilitas lain yang dibangun adalah hotel, pasar swalayan, arena rekreasi pantai, fasilitas perkantoran, dan kafe. Trans Studio World mulai beroperasi bulan Juni mendatang. Secara bertahap, seluruh proyek selesai pada 2010.

Trans Studio and Resort menempati lahan seluas 14 hektare. Trans Studio World adalah theme park indoor yang pertama di Indonesia dan terluas di dunia. Sedangkan dari segi luasnya area secara keseluruhan, ini adalah yang terbesar setelah Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta.

Akses
Trans Studio World dapat diakses dengan angkutan kota, taksi, atau fasilitas transportasi hotel

Sumber :
http://enjoy-makassar-id.blogspot.com/2009/01/trans-studio-theme-park.html
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=507511
http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_Studio_Resort_Makassar

Website Resmi :
http://www.transstudioworld.com/

Wednesday, July 22, 2009

Siap Maju ke Kejurnas Piala PELTHA-TELKOM XVI Tahun 2009


Kejuaraan Nasional Tenis Junior Tahun 2009 Piala PELTHA-TELKOM XVI seminggu lagi akan digelar di Lapangan Tenis Karebosi Makassar, tepatnya tanggal 27 Juli-02 Agustus 2009. Tim Tenis Junior asal Kabupaten Bantaeng yang tergabung di Bantaeng Tennis Camp (BTC) kini mempersiapkan atletnya untuk bertanding di KEJURNAS tersebut.



Kami berharap banyak, dengan Kejurnas ini merupakan salah satu strategi untuk mengukur akan kemampuan dan ketangkasan dalam memainkan strategi petenis binaan kami selama kurun waktu 1 tahun terakhir berlatih di Bantaeng, maka dengan turnamen ini akan kelihatan petenis yang mana memiliki kemampuan yang lebih, ujar Syahrul Bayan, SSTP (Pengelola Bantaeng Tennis Camp).

Adapun tim tenis Junior BTC-Bantaeng yang akan kami ikutkan itu adalah Nuroktafianti (KU 16 Th), Fauziah Azis (KU 16 Th), A. Nesti (KU 16 Th), Azima Faradina (KU 16 Th), Mawar (KU 14 Th), Reza (KU 14 Th) dan Yaumil Iswan (KU 12 Th). Kini atlet kami ini, sementara konsentrasi berlatih di Lapangan Tenis Pelti Bawakaraeng Bantaeng. Harapan kami adalah mereka semua mampu mempersembahkan yang terbaik untuk membela nama Bantaeng di ajang Kejurnas tersebut, ujar Iswan Nurdin (Pelatih Bantaeng Tennis Camp).

Kejurnas kali ini, tanpa kehadiran petenis binaan dan andalan BTC, Nur Adim Ramdani Iswan, yang mana Adim kini telah konsentrasi latihan di Cibubur Tennis Camp dan telah memperkuat Kabupaten Bogor sejak 1 Juli 2009, tambah Syahrul Bayan (Pengelola BTC).

Saat dikonfirmasi Tim Ambae.exe perihal ketidakhadiran Adim dan tidak lagi membawakan nama Bantaeng pada kejuaraan level Nasional dan Internasional, Pengelola dan Pelatih BTC hanya bisa mengatakan bahwa Nur Adim Ramdani Iswan telah membela nama Kabupaten Bogor dengan alasan Kabupaten Bogor siap membiayai karena Adim berdomisili di Kabupaten Bogor dan bersekolah di SMU 1 Cileungsi Bogor serta segala biaya yang dibutuhkan Adim untuk mengikuti berbagai turnamen skala nasional dan internasional disiapkan oleh Pengcab Pelti Kab. Bogor. Dan juga kebetulan Adim bersamaan mengikuti turnamen Bakrie Series di Kabupaten Blitar-awa Timur pada tanggal 27 Juni 2009.

Terakhir, Adim membela nama Bantaeng pada Kejuaraan ITF Oneject Inter’l Junior Championship di Bandung pada bulan Juni 2009 dan hanya berhasil sampai di babak kedelapan untuk KU 16 Tahun. Memang kami harus akui, prestasi Adim sungguh prestisius hingga berada pada peringkat pertama di KU 14 Tahun dan peringkat 4 KU 16 Tahun di tingkat Nasional. Prestasi Adim dari Bulan Januari hingga Juni 2009 ini, telah tercatat 15 kali mengikuti turnamen nasional dan Asia dengan catatan prestasi yang luar biasa, tambah Syahrul Bayan.

Tanpa Nur Adim dalam tim kami, Insya Allah bisa menjadi spirit tersendiri buat atlet kami yang lain untuk memacu diri meningkatkan prestasinya, ujar Iswan Nurdin. Kami dari Pengelola BTC hanya bisa berharap, semoga Pemkab. Bantaeng dapat memfasilitasi dana akomodasi untuk mengikutsertakan seluruh atlet binaan Junior kami yang kini lagi giatnya berlatih di Bantaeng, lirih Syahrul.

Friday, June 26, 2009

GAGAL ikut PON


Pekan Olahraga Nasional (PON) Tenis 2009 sesaat lagi akan digelar di Jakarta pada tanggal 27 Juni-5 Juli 2009. PON Tenis 2009 ini adalah ajang kali pertama diselenggarakan oleh PP. Pelti dan direncanakan akan dibuka oleh Menegpora (Adhyaksa Dault). Tim PON Tenis asal Prop. SulSel telah dilepas oleh Ketua Pengda. Pelti SulSel (H. M. Amin Syam) pada hari Kamis, 26 Juni 2009 di Lapangan Tenis Karebosi Makassar, tanpa kehadiran 3 orang petenis junior asal Bantaeng.



Petenis junior asal Bantaeng, Nur Oktafianti, Fauziah Azis dan Azima Faradina serta Nur Adim Ramdani Iswan, gagal diberangkatkan oleh berbagai kendala yang dihadapi. Kami sudah berupaya secara maksimal melakukan latihan khusus untuk menghadapi PON Tenis, khusus untuk dibagian putri (Kelompok Umur 14 dan 16 Tahun). Namun terkendala dengan teknis administrasi keuangan, kami tidak dapat menyanggupi hal tersebut, sehingga anak didik kami (Bantaeng Tennis Camp) belum berkesempatan untuk mengikuti turnamen tersebut, ujar Syahrul Bayan yang dihubungi di sela-sela Bantaeng Agromarine Expo 2009.

Padahal beberapa waktu lalu, Pengda Pelti SulSel melalui Julius Sutedja telah melayangkan penyampaian kepada kami (Pengcab. Pelti Bantaeng) untuk mengikutsertakan petenis junior asal Bantaeng sebagai wakil SulSel pada ajang ini.

Iswan Nurdin selaku Pelatih Bantaeng Tennis Camp, mengaku kecewa atas hal ini, dimana kami tidak dapat berbuat banyak atas permasalahan teknis administrasi keuangan yang terjadi, sehingga kami mengambil kesimpulan untuk saat ini tidak dapat mengirimkan petenis terbaik kami di ajang bergengsi di Jakarta. Termasuk Nur Adim Ramdani Iswan (Petenis Junior terbaik asal Bantaeng) juga tidak dapat mengikuti turnamen tersebut oleh karena persiapan ujian masuk SMA di Kabupaten Bogor.

Ini terjadi karena belum mendapat bantuan dana transport dari Pemkab. Bantaeng. Dana yang sempat terkumpul dari donatur pemerhati junior terkumpul kurang lebih 2 juta rupiah, tambah Syahrul.

Di sisi lain, Adim juga gagal berangkat ke Thailand yang direncanakan pada tanggal 29 Juni-5 Juli 2009 nanti untuk mengikuti ITF Toyota Open dan turnamen ITF Mercedes Cup pada tanggal 6 Juli-13 Juli 2009 di Bangkok-Thailand. Oleh karena terkendala bantuan Pemkab. Bantaeng, padahal ini adalah masuk dalam target yang harus diikuti dan membawa bendera Bantaeng-SulSel, tambah Iswan Nurdin (Pelatih yang juga orang tua Nur Adim Ramdani Iswan).

Pengelola BTC belum bisa memfasilitasi pengumpulan dana (sponsorship) untuk bantuan petenis kami yang saat ini berada di Cibubur Tennis Camp yakni si Adim. Namun kembali kepada kemampuan Pemkab. Bantaeng yang belum ada sehingga kami tidak bisa berbuat banyak. Kami tetap bekerja secara maksimal untuk persiapan Tim Pra Porda nantinya, tambah Syahrul Bayan.

Hasil ITF Thamrin Cup di Jakarta pada tanggal 15 Juni 2009 yang lalu, Nur Adim Ramdani sebagai Juara III Kelompok Umur 16 Tahun setelah dikalahkan oleh petenis terbaik KU 16 Tahun, Wisnu Adinugroho dari DKI Jakarta sebagai unggulan I dengan skor skor 6-2, 6-4 untuk Wisnu. Di ITF One’ject Int’l Junior Champhionsip di Bandung pada tanggal 22 Juni 2009, Adim gagal di babak 8 besar Kelompok umur 16 Tahun, setelah mengalami cidera otot pinggang pada saat pemanasan untuk menghadapi M. Sani Wijaya dari DKI Jakarta dan menyerah dengan skor 8-2 untuk Sani.

Dari 2 turnamen terakhir di Jakarta dan Bandung pada bulan Juni 2009, Adim masih membela nama Bantaeng dan SulSel, yang mana ini juga masih membuktikan bahwa perjuangan Adim untuk membela nama baik Bantaeng-SulSel masih tetap dipertahankan, sehingga kami berharap perhatian dari Pengda. Pelti SulSel dan Pemkab. Bantaeng juga terus dimaksimalkan sehingga tidak mempengaruhi kepada peningkatan prestasi Adim sendirinya yang selalu berjuang untuk Bantaeng dan SulSel, tambah Syahrul Bayan.

Saturday, April 18, 2009

Motor Prix Championship 2009 in Bonthain


Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah melepas balap motor bertajuk Motor Prix Championship 2009. Kegiatan yang diikuti 200-an pembalap se-SulSel yang diselenggarakan di Sirkuit Bantaeng tersebut dibagi dalam beberapa kelas diantaranya kelas bebek 110 cc dan 125 cc 4 Tak, Matic 110-150 cc dan kelas Sport 135-150 cc.



Bupati Bantaeng berharap, olahraga bermotor dapat terlaksana dengan baik mengikuti ketentuan yang ada. Junjung Tinggi Sportifitas agar pelaksanaan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, ujarnya. Untuk menyalurkan bakat dan minat masyarakat di bidang ini, Bupati Bantaeng berharap dapat dibangun sirkuit yang memadai sehingga tidak ada lagi balapan liar di jalan raya.

Dengan kegiatan ini, saya berharap tidak ada lagi balapan liar di jalanan, tandasnya seraya berharap kepada penyelenggara untuk memberi perhatian terhadap terlaksananya lomba hingga keamanan para penonton dapat terjaga.

Tuesday, February 10, 2009

Rumah Sakit Pendidikan


Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah menerima pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bantaeng Periode 2009-2014. Para pengurus yang diterima tersebut masing-masing Ketua IDI (Dr. A. Ihsan), Sekretaris IDI (Dr. Rivai) serta (Dr. Idris) dan (Dr. Resi), masing-masing sebagai Panitia Pelaksana persiapan pelantikan pengurus.



Para pengurus IDI Kabupaten Bantaeng itu melaporkan rencana pelantikan pengurus yang dijadwalkan, Selasa pekan depan rencananya akan dirangkaikan Seminar Sehari.


Bupati Bantaeng menyambut baik rencana pelantikan pengurus tersebut. Ia berharap, para dokter dapat mengabdikan diri dengan baik untuk membantu masyarakat. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menjanjikan bea siswa melanjutkan pendidikan dokter ahli ke Jepang dan negara lainnya, bila ada dokter yang berminat mengembangkan ilmunya.


Menurut catatan IDI, jumlah dokter yang bertugas di Kabupaten Bantaeng sebanyak 24 orang tersebar di berbagai Puskesmas. Meski begitu, bila ada dokter yang berminat mengambil spesialisasi, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan membantu dengan catatan, yang bersangkutan harus dapat mengabdikan ilmunya di daerah ini.


Selain para dokter, Bupati Bantaeng juga menjanjikan bea siswa sekolah di Perguruan Tinggi terkemuka seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan perguruan tinggi lainnya kepada siswa (i) berprestasi.

Masih menurut Bupati Bantaeng, siswa yang diberi bea siswa akan langsung bekerja di Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng jika studynya selesai. “Jadi bentuknya berupa Ikatan Dinas”, tandas Nurdin yang berharap generasi baru yang berpretasi diharapkan kembali ke daerahnya untuk membangun.


Untuk mewujudkan hal itu, ia berharap kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng untuk segera melakukan pendataan terhadap prestasi siswa yang ada di daerah ini.


”Kita membutuhkan tenaga yang siap kerja. Unuk itu, kita berharap lebih banyak dokter karena saat ini sangat urgen. Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan”, tambahnya sembari mengemukakan peningkatan penghargaan terhadap para dokter tersebut.


Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengemukakan rencana pembangunan/pengembangan Rumah Sakit Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu yang direncanakan berlantai 7. Namun sudah tidak terkesan sebagaimana layaknya rumah sakit. Rumah Sakit baru tersebut juga akan dijadikan Rumah Sakit Pendidikan.

Sunday, February 08, 2009

pore jeka bela


Jam terbang petenis yunior asal Kabupaten Bantaeng, Nur Adim Ramdani Iswan makin tinggi. Jawara Nasional hasil Seleknas KU 14 Thn yang digelar di Temanggung beberapa minggu lalu, kembali mempersembahkan juara di Kejuaraan Nasional Bintang Serie Jakarta Kelompok Umur 16 Tahun di Lapangan Tenis Senayan Jakarta yang digelar pada tanggal 6-8 Pebruari 2009.



Di mana pada partai Semi final dan final masing-masing mengalahkan Arif Rahman dari Bontang dengan skor 6-1, 6-0 dan David Manoah dari Jakarta dengan skor 6-0, 6-1. Pertandingan ini berlangsung pada hari Jumat. Pada hari Rabu, 4 Pebruari 2009 Adim pamitan pada Bapak Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng. Selanjutnya berangkat ke Jakarta pada hari Kamis dan langsung bertanding. Ini membuktikan bahwa kualitas petenis yunior asal Bantaeng ini memiliki mental pertandingan yang prima.

Hal yang pantas dilakukan Bupati Bantaeng dalam memberikan respon positif terhadap kemampuan yang dimiliki Adim, ujar Syahrul Bayan (Plt. Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng yang juga merangkap sebagai Manajer Bantaeng Tennis Camp). Hasil dari Kejurnas Bintang Serie ini akan menambah point Adim diposisi 30 besar.

Saya sangat bangga melihat kemajuan dan keberhasilan Adim selama mengikuti camp di Cibubur Tennis Camp dibawah asuhan Ardi Rivali, ujar Iswan Nurdin yang juga pelatih sekaligus orang tua Adim.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui pertemuan yang pernah digelar oleh Bupati Bantaeng beberapa hari yang lalu menjanjikan akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan prestasi Adim di tingkat Nasional dan bahkan di tingkat internasional. Bupati Bantaeng berharap Adim mampu memperkenalkan Bantaeng melalui prestasi olahraga tenis di tingkat nasional dan internasional sekaligus menjadi duta daerah.

Adim dijadwalkan akan bertanding di level internasional yang akan digelar di Jakarta. Setelah itu akan melakukan lawatan keluar negeri pada bulan Mei 2009 ini, tambah Syahrul Bayan, S.STP.

Wednesday, February 04, 2009

Barongsai makan Angpao


Kesenian Barongsai mulai populer di zaman Dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.



Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’.

Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan Gong dan Tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.

Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.

Tepatnya hari Rabu 4 Pebruari 2009 mempertontonkan kepiawaiannya di sepanjang Jl. Mangga dan Jl. Manggis Bantaeng. Para penari Barongsai dengan gerakan Singa, berhasil memukau para penonton dari kalangan masyarakat luas. Pementasan berupa pawai di jalanan sepanjang ruas Pusat Pertokoan Bantaeng dimulai di bagian selatan Jl. Mangga Bantaeng yakni di Toko Victor Motor. Selanjutnya para penari Barongsai beserta kru Gong dan Tambur memasuki Toko demi Toko dan mencari Amplop Merah yang lazim disebut Angpao. Jumlah nominal isi Angpao biasanya tergantung kepada tingkat ekonomi masing-masing keluarga. Keluarga sederhana sering kali memberikan goceng-ceban (Rp 5.000-Rp 10.000), sementara keluarga mapan yang berkelas memberikan noban-goban (Rp 20.000-Rp 50.000).

Kegiatan ini banyak menyita perhatian masyarakat Butta Toa mengingat untuk pertama kalinya Barongsai muncul di Bantaeng. Kerja sama yang dilakukan antara Etnis Tionghoa dan Para Pelaku Seni serta Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan mendatangkan Barongsai mendapat tanggapan hangat dari berbagai pihak. Ini terlihat dengan macetnya ruas Jl. Mangga, sehingga arus kendaraan yang akan melintasi Pusat Pertokoan terhenti total mengingat badan jalanan digunakan untuk pawai Barongsai. Tidak kurang dari para penonton berpendapat bahwa kegiatan ini memberikan nuansa baru sebagai pencerminan ikatan yang kuat antara Etnis Tionghoa dan Kaum Pribumi. Masyarakat Penghuni Pertokoan yang telah lama mendiami Bantaeng telah amat menyatu dengan masyarakat Bantaeng pada umumnya. Di satu sisi Tionghoa berperan besar dalam mengembangkan dan memacu Roda Perekonomian di kota ini, sementara masyarakat Bantaeng merasa amat terbantu dengan kehadirannya dalam menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Sebagian di antaranya berpendapat, bahwa kehadiran Barongsai juga menjadi ajang hiburan bagi masyarakat Bantaeng yang haus akan hiburan. Bahkan ada pula yang menjadikannya sebagai ajang pengalihan perhatian, di mana akhir-akhir ini sejak 2 tahun silam Bantaeng kerap menghadirkan pawai Kampanye dan Publikasi para Pelaku Politik yang berniat menjadi Pemimpin dan membutuhkan simpati yang besar dari masyarakat.

SUKSES BUAT KAMU, sebuah ungkapan yang tak lain adalah arti dari Gong Xi Fa Cai. Merupakan salah satu istilah dari sekian banyak istilah lainnya dalam memperingati Hari Raya Imlek bagi Etnis Tionghoa dan para penganut agama Kong Hu Chu. Selain Gong Xi Fa Cai dikenal pula Gong Hei Fat Choi, Gung Hay Fat Choy, Khung Xie Fat Jay dan Khiong Hie Fat Choy!.

Kegiatan serupa akan dilanjutkan lebih meriah di Gedung Olah Raga (GOR) Mallilingi Bantaeng, demikian diungkapkan pihak panitia setelah dikonfirmasi Tim Ambae.exe bersamaan dengan pawai Barongsai di Jl. Mangga Bantaeng. Dion (salah seorang dari pihak panitia) juga mengutarakan harapannya ke depan untuk memasyarakatkan budaya Tarian Barongsai di Bantaeng. Dan menurutnya, Barongsai harus menjadi cambuk bagi kalangan muda Bantaeng untuk memacu daya kreatifitasnya dalam mengembangkan seni dan budaya yang dimiliki daerah ini dan tidak tertinggal dari budaya lainnya. Salah satu bentuk seni dan budaya yang dimaksudkan adalah Sinrilik, Pakacaping, Rabbana, Ganrang Bulo dan masih banyak lagi. Semoga harapan tersebut segera terwujud dengan adanya keinginan yang kuat dari kalangan muda pelaku seni dan budaya serta dukungan dari pihak-pihak berkepentingan terutama Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Friday, December 05, 2008

JALAN SANTAI menyegarkan badan


Pagi hari yang cerah nan segar, jalanan yang masih sepi dari lalu lalang kendaraan bermotor justru dipadati para pejalan kaki yang siap mengikuti Jalan Santai. Menghirup udara segar tentu menambah kesegaran tubuh kita dan dapat membantu memperlancar peredaran udara dari dalam dan keluar tubuh.



Para peserta yang sudah tidak sabaran segera mengambil posisi di garis start. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bank Sulses Cabang Bantaeng. Jalan santai juga dijadikan ajang silaturahmi masyarakat dalam bercengkrama dengan sesama orang Bantaeng sehingga makin menambah keakraban.

Monday, December 01, 2008

Smansa BANTAENG terdepan


Beberapa siswa dan siswi SMA Neg. 1 Bantaeng pada hari Kamis, 27 Nopember 2008 berkumpul. Semua mata memandang pada kerumunan para siswa/siswi yang dengan gagah dan cantiknya menenteng Tas bawaan berisi pakaian dan perlengkapan Fotografi. Mereka telah siap berangkat menuju Kabupaten Selayar bersama dengan para Guru Pembimbing dan Pembina Kesenian yang ada di sekolah tersebut.



Adapun tujuan perjalanan ini dalam rangka mengikuti Kegiatan Perkemahan Wisata Arkeologi. Kegiatan yang khusus dilaskanakan oleh Pemerintah setempat dalam menyemarakkan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Selayar. Banyak kegiatan yang dilangsungkan di sana, namun pada sub kegiatan tersebut di atas dikerja samakan dengan Balai Arkeologi Makassar, dimana pesertanya adalah Sekolah Menengah Umum se-Sulawesi Selatan. Nah, SMA Neg. 1 Bantaeng turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan penuh harap meraih Juara dan membawa pulang Piala serta Tropi yang diperebutkan.

Kami (Tim Ambae.exe beserta rombongan SMA Neg. 1 Bantaeng) pun tiba di Kabupaten Selayar setelah menempuh perjalanan panjang dari Bantaeng-Bulukumba. Bertolak dengan sebuah Kapal Roro (Ferry) dari Pelabuhan Bira-Bulukumba dan bersandar di Pelabuhan Pammatata-Selayar selama 2 jam pelayaran.

Perayaan Hari Jadi Kabupaten Selayar ke 403 yang jatuh pada 29 Nopember 2008, berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya. Hal itu karena pada Hari Jadi kali ini, dirangkaikan dengan perayaan perubahan nama Kabupaten Selayar menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar. Untuk meramaikan 2 momen bersejarah itu, di samping acara seremonial seperti upacara, resepsi dan ramah tamah dengan masyarakat, berbagai kegiatan dilaksanakan di samping untuk meramaikan, juga agar bisa lebih memberi makna atas momentum bersejarah tersebut.

Berita terkait di Selayar Online

Para siswa pun dengan penuh semangat mengikuti tiap lomba yang dipertandingkan. Setelah melalui babak demi babak, SMA Neg. 1 Bantaeng tercatat meraih Juara I pada beberapa Lomba.Dari 6 Lomba yang di perebutkan, 5 di antaranya berhasil disabet oleh SMA Neg. 1 Bantaeng, yakni :
1. Lomba Fotografi Situs Wisata
2. Lomba Lukis Situs
3. Lomba Debat Ilmiah
4. Lomba Pemilihan Duta Wisata
5. Lomba Karya Tulis

Sementara satu jenis Lomba yang lepas di tangan yakni Lomba Debat Kusir. Kami pun beranjak kembali ke Bantaeng setelah berada di Selayar sejak tanggal 27-30 Nopember 2008. Rasa senang bercampur puas sekaligus sedih menyelimuti diri para siswa/siswi. Senang atas keberhasilan yang mereka raih, namun kesedihan tidak dapat dilepas karena harus pulang dan meninggalkan kota Selayar yang indah. Keberhasilan yang cemerlang karena mereka dapat mengalahkan para siswa/siswi yang ikut bertarung khususnya yang berasal dari Selayar.

Setibanya di Bantaeng pada Hari Senin Tanggal 1 Desember 2008, kami disambut dengan penuh kemeriahan oleh para siswa/siswi dan Guru lainnya yang tidak sempat ikut dalam perjalanan tersebut. Namun ada satu yang sempat menjanggal hati dan perasaan para Guru serta siswa. Betapa tidak, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng melalui orang suruhannya mendatangi SMA Neg. 1 Bantaeng dan berharap Piala yang diraihnya dapat diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng sebagai Cendramata Kabupaten. Mereka pun dengan spontan langsung menolak permintaan tersebut dengan dalih mereka berangkat kesana sedikit pun tidak mendapat dukungan dari instansi bersangkutan.

Friday, November 28, 2008

Saudara Kembar Gerak Jalan Cepat


Dalam rangka memperingati Hari PGRI dan Hari KORPRI Tahun 2008. Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengadakan Lomba Gerak Jalan Cepat. Acara ini digelar dibagi dalam 2 (dua) waktu.



Untuk memeriahkan Hari PGRI, segenap instansi yang bernaung dalam lingkup Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng turut ambil bagian dalam Gerak Jalan tersebut. Adapun pesertanya berasal dari para Guru dan Staf Tata Usaha tiap sekolah yang ada di Butta Toa. Pelaksanaannya berlangsung pada Hari Minggu, 23 Nopember 2008.

Sedangkan para Pegawai Negeri Sipil yang tergabung dalam ikatan organisasi Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI), tak mau kalah pun ikut berlomba bersama para PNS dan Staf Non PNS dari masing-masing instansi Pemerintah Kab. Bantaeng lainnya. Acara dilangsungkan sejak pagi hari pukul 07.00 Wita pada hari Jum'at, 28 Nopember 2008.

Kedua even ini boleh dikatakan antara kembar dan tidak. Jarak tempuh yang dilalui sepanjang 15 Km dengan mengambil titik start dari Lapangan Bawakaraeng dan berakhir pula di tempat tersebut. Menyusuri Jalan Raya Lanto sampai pada Pertemuan Jalan Pahlawan dengan Jl. T. A. Gani. Selanjutnya mengikuti lingkaran sisi kota bagian barat dari Jl. T. A. Gani menuju Jl. Hasanuddin, Jl. Bakri, Jl. Manggis trus menyisir hiruk pikuk kota Bantaeng di sepanjang wilayah pertokoan.

Jalanan yang lebar yang dibagi 2 arah, tepatnya sepanjang Jl. Elang, para peserta dengan penuh semangat bermandikan keringat namun sesekali disiram oleh para pemandu mereka dengan Air Mineral ke'sekujur tubuhnya membuat acara ini makin asyik ditonton.
Setelah melintasi Jembatan Bissampole, perjalanan dilanjutkan menuju Jl. S. Bialo, Arakeke, Jl. A. Mannappiang dan berputar di sisi Kantor Bupati Bantaeng menuju Jl. Dr. Ratulangi.

Perjalanan pun sudah dekat karena Jembatan Lembang Cina sudah dekat di mata. Perasaan para peserta pun makin bersemangat, langkah makin diayungkan berharap FINISH segera tiba. Jl. Raya Lanto kembali dilewati dan sebentar lagi...

SEBENTAR LAGI...

Alhamdulillah,ku bersyukur

saatnya membusungkan dada memasuki garis finish dan berharap dapat JUARA I

Monday, September 08, 2008

Gema HAORNAS XXV-2008

Peringatan Hari Olah raga Nasional (HAORNAS) XXV Tahun 2008 diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi upaya pencerahan keolah ragaan Nasional ke depan dan titik awal kebangkitan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olah raga serta peningkatan prestasi olah raga Nasional di kancah Internasional khususnya di Kabupaten Bantaeng. Dalam memeriahkan HAORNAS XXV Tingkat Kabupaten Bantaeng Tahun 2008, dilaksanakan secara hikmat upacara dan juga adanya pemberian penghargaan bagi Insan olah raga yang berdedikasi dan Berprestasi Kabupaten Bantaeng (bagi atlet dan pelatih) yang telah memberikan dedikasi dan prestasinya terhadap kemajuan prestasi olah raga di Kabupaten Bantaeng dan telah membawa-membela nama Bantaeng pada setiap event di tingkat Nasional maupun Internasional. Adapun Tema HAORNAS XXV Tahun 2008 yakni Dengan Peringatan Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) XXV Tahun 2008, Kita wujudkan Gerakan Bersama untuk Memajukan Prestasi Olah Raga Nasional dengan sub tema :
1. Olah Raga Pendidikan : Dengan Memajukan Olah Raga Pendidikan, Kita Bentuk Insan yang Cerdas, Sehat, Produktif dan Bersaya Saing
2. Olah Raga Rekreaasi : Dengan Memajukan Olah Raga Rekreasi, Kita Wujudkan Kehidupan Masyarakat yang sehat, Bugar dan harmonis
3. Olah Raga Prestasi : Dengan Memacu Kemajuan Olah Raga, Kita Tingkatkan Prestasi Olah Raga Nasional.

Untuk Cabang Tenis Lapangan, suatu kehormatan dimana atlet dan pelatih yang tergabung di Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng mendapat Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan, masing-masing :


1. NUR ADIM RAMDANI dengan uang pembinaan Rp 2.100.000,-
2. NUR OKTAFIANTI dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
3. AZIMA FARADINA dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
4. FAUZIAH AZIS dengan uang pembinaan Rp 650.000,-
5. A. NESTI dengan uang pembinaan Rp 500.000,-
6. YAUMIL AMALIAH dengan uang pembinaan Rp 400.000,-

Sementara di bagian Pelatih atas nama Iswan Nurdin berada posisi 2 dengan uang pembinaan sebesar Rp 1.250.000,-

Hasil ini menjadi bukti bahwa sebagaimana Visi dan Misi yang kami gariskan di BJTC, Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid dapat kami buktikan dengan mendapatkan beberapa posisi dan penghargaan. Hal ini pula akan menjadi cambuk untuk bagaimana mempertahankan dan bahkan untuk ditingkatkan di lain waktu. Apalagi ditambah kehadiran Nur Adim Ramdani Iswan yang baru berusia 13 Tahun sudah mampu mengukir prestasi tingkat Nasional dan Internasional. Adim berada di Bantaeng selama berlibur bulan Ramadhan, namun untuk mempersiapkan diri mengikuti turnamen dalam negeri dan di luar negeri pada bulan Oktober sampai dengan September di Pulau Jawa dan Negeri Jiran Malaysia. Kami dari Pengelola BJTC akan mengadakan perubahan nama dari BJTC menjadi BTC (Bantaeng Tennis Camp), dimana alasannya adalah hanya semata ingin memperkenalkan kepada khalayak bahwa Bantaeng terkenal dengan atlet yang berprestasinya disertai dengan harapan prestasinya terus meningkat, demikian disampaikan Syahrul Bayan, SSTP (Pengelola BJTC-Bantaeng).

Perubahan nama akan membawa dampak pada nilai juang yang akan senantiasa terpatri di dada anak-anak didik kami ketika bertanding akan terus menyala sehingga akan timbul semangat bertandingnya untuk membela nama baik daerah kelahirannya. Sekiranya memang sudah saatnya kita selalu mengharumkan nama Bantaeng di Prestasi Olah raga, telah tiba saatnya kita berbuat untuk meningkatkan prestasi, khususnya Tennis Lapangan yang terbilang sukses kami geluti. Kami tidak segan-segan mengupayakan segala cara agar mampu menjadi idola bagi masa depan Bantaeng nantinya seperti yang diungkapkan H. Asri Rani (Pembina BJTC).

Sebuah kehormatan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap upaya yang telah dilakukan dalam pelatihan tennis ini. Setelah mengikuti Pelatihan Tenis Level II di Jakarta, buat Iswan Nurdin menjadi tantangan tersendiri untuk selalu berbenah dengan mengedepankan profesionalisme sebagai pelatih.

Sebagaimana pernyataan Dr. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, Sang Juara Tidak Muncul Tiba-tiba, Sang Juara Pasti Melalui Pembinaan Sejak Usia Belia, Dibalik Sang Juara Pasti Ada Pembina yang Ikhlas Bekerja melalui Olah raga Demi Kejayaan Bangsa dan Negara.

Saturday, August 30, 2008

Petenis Junior BANTAENG Lolos Ikuti Seleksi POPWIL


Prestasi yang diukir oleh petenis-petenis junior Bantaeng yang tergabung di Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng patut mendapat acungan jempol. Pada Seleksi Tim POPWIL (Pekan Olah Raga Pelajar Wilayah) Sul-Sel yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Agustus 2008 di Lapangan Tenis Kantor Dinas Pendidikan Nasional Prop. Sul-Sel, kedua orang Petenis Junior Bantaeng (Nur Oktafianti dan Fauziah Azis) yang dikirim oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bantaeng semuanya mendapat posisi terhormat. Nuroktafianti berada pada peringkat Pertama dan Fauziah Azis sebagai Peringkat IV, demikian ungkap Syamsuri, S.Pd (Pendamping dari Dikpora Kab. Bantaeng).

POPWIL akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Kendari-Sulawesi Tenggara untuk selanjutnya yang lolos di POPWIL akan mengikuti POPNAS.


Keberhasilan Petenis kami ini membuktikan bahwa pembinaan yang kami lakukan tidak pernah terputus dan akan menjadi pusat perhatian lagi ketika Nur Adim Ramdani Iswan akan diorbitkan mengikuti beberapa turnamen dunia. Untuk itu, kami berharap dukungan dari Pengprop. PELTI Sul-Sel untuk berperan aktif memberikan dukungan materilnya mencarikan donator yang akan membiayai Nur Adim dalam turnamen tersebut. Demikain disampaikan H. Asri Rani (Pembina BJTC-Bantaeng).

Ditambahkan Iswan Nurdin (Pelatih BJTC), anak-anak asuhan kami yang ada di BJTC telah menunjukkan banyak prestasi karena memang terjalin dukungan yang terintegritas antara Orang Tua, Pelatih, Pemkab. Bantaeng dan Anak didik itu sendiri.

Nur Adim Ramdani akan dijadwalkan kembali mengikuti Turnamen Master Bintang Serie yang akan digelar di Lapangan Tenis Senayan pada tanggal 3 sampai dengan 5 September 2008.

Kalau tidak ada halangan, Insya Allah Nur Adim Ramdani akan tiba di Bantaeng pada tanggal 6 September 2008 untuk persiapan penerimaan penghargaan dari Pemkab. Bantaeng pada peringatan Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September 2008. Informasi yang kami dapatkan bahwa Nur Adim akan dijadikan IKON Prestasi Olahraga di Bantaeng yang spektakuler bersama beberapa atlet olah raga lainnya. Syahrul Bayan, SSTP sebagai Pengelola BJTC-Bantaeng berpendapat bahwa hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk program selanjutnya yang mungkin akan banyak tantangannya.

Tuesday, August 26, 2008

Nur Adim JUARA I in 2008 MASTER BAKRIE

Satu lagi prestasi olahraga Tenis Lapangan Kabupaten Bantaeng tercetak di tingkat Nasional, dimana petenis yunior Bantaeng, Nur Adim Ramdani Iswan berkibar kembali setelah mengalahkan Mark Ginting di Turnamen Master Bakrie KU 14 Th di Lapangan Tenis “Elite Gold Rasuna Gym Sport Club” Kuningan–Jakarta dengan skor 6-1, 6-0.



Turnamen ini digelar pada tanggal 21-24 Agustus 2008 yang diikuti oleh 8 orang Petenis terbaik di Indonesia Kelompok Umur 14 Tahun. Untuk Nur Adim saat ini berada peringkat pertama PNP dengan total point 1.614 yang diikuti M. Sani Wijaya dengan total point 1228. Hadiah dari kejuaraan ini adalah akan mengikuti beberapa turnamen yang akan dilaksanakan di luar negeri.

Patutlah kita berbangga, dimana petenis yunior kita saat ini yang berada di Jakarta menjadi terbaik dan menjadi juara di beberapa turnamen. Berharap pula pemerhati tennis yang ada di Sulawesi Selatan untuk berpikir bagaimana hal tersebut kita pertahankan dan tingkatkan dan bukan hanya Nur Adim saja akan tetapi dari Bantaeng kita sudah siapkan untuk mengikuti jejak Adim ada petenis yunior di bagian putri pula, ujar H. Asri Rani selaku Pembina BJTC Bantaeng.

Iswan Nurdin selaku orang tua Nur Adim dan Pelatih BJTC mengatakan bahwa prestasi Nur Adim ini adalah buah dari kerja keras Tim (Pemerintah, Pelatih dan Pengelola). Sebab, kalau tim tidak bekerja maksimal maka target yang akan diraih oleh pemain tidak akan tercapai. Nur Adim Ramdani saat ini diperhitungkan oleh pelatih-pelatih nasional, makanya kami bersama pengelola BJTC sementara mencarikan sponsor untuk tetap memperjuangkan nama Bantaeng di kancah nasional dan internasional.

Di temui di sela-sela tugas hariannya, Pengelola Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC)-Bantaeng, Syahrul Bayan, SSTP mengatakan Kami bersyukur, bahwa apa yang diberikan oleh Allah SWT membawa berkah, ini semua berkat kebersamaan dan kerja keras kita semua. Adim dalam catatan kami, dalam bulan Agustus 2008 ini menjauarai 5 gelar baik itu Skala Nasional maupun Asia. Maka dari itu, kami senantiasa akan bekerja secara optimal dan tetap membela nama baik Bantaeng, apalagi dengan adanya Bupati Bantaeng yang baru (DR. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr), beliau sangat merespon dan membantu nantinya, Insya Allah.
Nur Adim Ramdani akan direncanakan kembali dulu ke Bantaeng untuk berkumpul bersama keluarga di Bantaeng pada tanggal 7 September 2008, padahal harus mengikuti kegiatan di Denpasar, namun dari Pelatih di Bogor, Ardi Rivali memberikan izin untuk bisa bertemu dulu dengan keluarga, mumpung bulan suci ramadhan.

Monday, July 07, 2008

Petenis Junior BANTAENG, “lagi-lagi” menjuarai ITF ONEJECT INDONESIA INTERNATIONAL Jr. CHAMPS.

Petenis Junior BANTAENG, “lagi-lagi” menjuarai ITF ONEJECT INDONESIA INTERNATIONAL Jr. CHAMPS.

Seiring perjalanan pelatihan Nur Adim Ramdani Iswan di Ardi Rivali Tennis Camp-Bogor Jawa Barat, terus teruji dan menampilkan penampilan dan prestasi gemilangnya dalam kurun waktu satu bulan mampu kembali menjadi sang juara. Petenis Junior BJTC-Bantaeng semakin memperlihatkan peningkatan prestasinya.

“Adim, begitulah

sapaan sehari-harinya, terus gemilang bagaikan mutiara yang muncul di bawah permukaan laut dalam. Dia bagaikan lampu yang selalu menerangi dibalik prestasi Petenis SulSel, Petenis Junior Bantaeng ini mampu memperlihatkan taringnya setelah menjuarai ITF Jr. Grade 4 pada Thamrin Cup 2008 2 minggu yang lalu. Setelah itu dilanjutkan sebagai petenis unggulan pertama pada ITF Grade 4, Oneject Indonesia International Jr. Champs, 23-29 Juni 2008 di Bandung dan kembali sebagai juara. Dengan meraih Juara I dalam waktu 2 minggu, Adim melanjutkan kemampuannya dengan mengikuti Oneject Bintang tanggal 30-03 Juli 2008 untuk Kelompok Umur 16 Tahun yang bisa sampai pada babak per-8 final. Ini membuktikan bahwa petenis kita telah mampu memberikan permainan terbaik agar menjadi yang atlet terbaik di tingkat nasional yang sebentar lagi mempersiapkan diri ke level Asia (Malaysia, Fhilipina dan Korea)” ujar Iswan Nurdin (Orang tua sekaligus pelatih Di BJTC).

“Kami selaku Pengelola BJTC-Bantaeng sangat bangga pada anak didik kami, Adim yang telah mampu menunjukkan prestasinya hanya dalam kurun waktu 3 minggu mampu juara di 3 turnamen skala nasional dan internasional. Semoga ini dapat menjadi catatan untuk memperbaiki citra pertenisan di Sulsel apalagi nama Kabupaten Bantaeng selalu terngiang di kancah tenis Nasional.” Tambah Syahrul Bayan (Pengelola BJTC-Bantaeng).

Berikut daftar Prestasi Nur Adim Ramdani untuk Tahun 2008 :
1. Babak Perdelapan Final New Armada Open, Magelang, Januari 2008
2. Babak Perdelapan Final Bakrie Pemalang Open, Pemalang, Januari 2008
3. Juara I Bintang Seri I, Jakarta, Februari 2008
4. Juara I ITF Grade 2 Salonpas Jr, Jakarta, Maret 2008
5. Juara III TPA 14 Th ITF Grade 2 Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
6. Juara II GPA 14 Th ITF Grade 2 Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
7. Juara III Bintang Seri II, Jakarta, Maret 2008
8. Juara III TPA KU 14 Th Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
9. Juara III GPA KU 14 Th Bakrie Cilacap Open, Cilacap, Maret 2008
10. Juara III KU 14 Th Bintang Junior Seri II, Jakarta, Maret 2008
11. Juara V KU 16 Th Bintang Seri III, Jakarta, April 2008
12. Juara I TPA KU 14 Th Bintang Seri IV, Jakarta, Mei 2008
13. Juara II TPA KU 14 Th Maesa Paskah, Jakarta, Mei 2008
14. Juara I TPA KU 14 Th Bintang Seri V, Jakarta, Mei 2008
15. Juara I Olimpiade Tenis SMP Se Jawa Barat, Bandung, Juni 2008
16. Juara I KU 14 Th Thamrin Cup ITF Jr Grade 4, Jakarta, Juni 2008
17. Juara I KU 14 Th ITF Gr 4 Oneject Indonesia Intr. Jr Champs, Jkt, Juni 08
18. Babak Perdelapan Final Oneject Bintang, Bandung, Juli 2008

Sepanjang Karier Petenis Junior Bantaeng ini, khususnya di BJTC-Bantaeng, Pemkab. Bantaeng telah begitu banyak dan besar memberikan bantuan dananya dalam rangka peningkatan kualitas dan prestasi tenis kota Butta Toa.

Kami telah persembahkan atlet tenis di bagian putri atas nama Nur Oktafianti yang akan berlaga di PON XVII di Kaltim dalam waktu dekat ini. Berarti generasi muda Kabupaten Bantaeng khususnya Adim dan Anti patut diberikan penghargaan apalagi menjelang Hari Kemerdekaan RI ke 63, tambah Syahrul Bayan dalam liputannya kepada Press Release Team Ambae.exe beberapa waktu yang lalu.

Monday, June 23, 2008

Struktur Organisasi BJTC

1. Pembina :
- Drs. H. Azikin Solthan, M.Si
- Ketua DPRD Kab. Bantaeng
- Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng
- Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng
- Dandim 1410 Bantaeng
- Kapolres Bantaeng
2. Pelindung : Drs. H. Abd. Azis Muttalib, MM
3. Pelaksana :

- Pembina : Ir. H. Syafruddin Siata, MS
- H. Asri Rani
- Pengelola : Syahrul Bayan, SSTP
- Pelatih : Iswan Nurdin
- Asisten Pelatih : Idul Adi Luhu
- Motivator, Strategicgame : Ir. Arfan Doktrin
4. Peserta Didik :
- Kelompok Usia Dini
- Kelompok Umur 10 Tahun
- Kelompok Umur 12 Tahun
- Kelompok Umur 14 Tahun
- Kelompok Umur 16 Tahun
5. Sponsorship :
- Pemkab. Bantaeng
- Pengcab. PELTI Bantaeng
- CV. Citra Ulu Galung Jaya
- PT. Rezky Nurani Mandiri
- Bank Sul-Sel Cabang Bantaeng
- Loka Camp Resort and Outbound
- A and Y Sport Station
- Radio Pantai Selatan 95,4 FM
- Tabloid Tennis
- Hi-Qua
- Perusahaan Air Minum AIRQITA-Bantaeng
- Toko Yayasan Butta Toa

BAWAKARAENG JUNIOR TENNIS CAMP

BJTC

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng diresmikan oleh Bapak H.M. Amin Syam [Gubernur Sulawesi Selatan] yang bertindak selaku Ketua Pengda PELTI Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Juni 2004 berupa penandatanganan Prasasti Bawakaraeng Junior Tennis Camp. Penresmian ini dilakukan pada saat beliau melaksanakan Peresmian Rehab. Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng Bantaeng.

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng lahir berawal dari keprihatinan para penggagas atas prestasi yunior Kabupaten Bantaeng pada setiap event-event di Makassar. Adapun Penggagas/ide pembentukan Bawakaraeng Junior Tennis Camp
[BJTC] Bantaeng adalah :
1. Ir. H.Syafruddin Siata, MS
2. H. Asri Rani
3. Syahrul Bayan, SSTP
4. Iswan Nurdin

Ide penamaan ini bermula pada pertemuan para orang tua dan peserta didik serta penggagas BJTC pada tanggal 1 April 2004, dengan melaksanakan pertemuan di tengah Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng pada pukul 19.30 Wita dengan tujuan kegiatannya adalah Silaturrahmi sekaligus pemaparan Program Kerja BJTC untuk 10 [Sepuluh] Tahun ke depan.

BJTC pun lahir bagai anak manusia yang terus mendapatkan bimbingan dari para Pengurus Pengcab PELTI Bantaeng, diantaranya Bapak Letkol. INF. Dartono SM selaku Ketua Pengcab PELTI Bantaeng (Mantan Dandim 1410 Bantaeng), Bapak H. Asri Rani selaku Pengusaha Lokal Bantaeng dan Ir. H. Syafruddin Siata, MS selaku Pengurus Pengcab PELTI Bantaeng dan tentunya tidak terlepas Bapak Drs. H. Azikin Solthan, M.Si selaku Bupati Bantaeng.

Tantangan dan rintangan pun berdatangan, bahkan terkadang untuk berprestasi pun masih berat diraih. Namun, setelah Iswan Nurdin selaku Pelatih mengikuti Coaching Clinic International Tennis Federation [ITF] Level 1 di Makassar pada akhir tahun 2004, dari sinilah prestasi pun mengalir bagai air yang terus memancarkan kesejukannya. Dimana nama Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng diharumkan pada setiap event yang digelar di Makassar bahkan event di pulau Jawa.

Dengan adanya perubahan Struktur Organisasi Pengurus Cabang PELTI Bantaeng periode 2005-2010, dimana bapak Drs. H. Abd. Azis Muttalib, MM selaku Wakil Bupati Bantaeng bertindak selaku Ketua Pengcab PELTI Bantaeng yang senantiasa memberikan harapan-harapan segar untuk berbuat demi prestasi. Maka, BJTC pun berubah visi dan Program dengan mengacu pada peningkatan prestasi yunior dikancah pertenisan di tingkat Regional maupun nasional.

Bawakaraeng Junior Tennis Camp [BJTC] Bantaeng menetapkan Visi ”Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid” dengan Program kerja yang mengacu pada penggalian bakat petenis yunior Kabupaten Bantaeng dan peningkatan Prestasi di tingkat Regional maupun di tingkat Nasional.

Dalam upaya mengarah pada peningkatan Prestasi Petenis Yunior Bantaeng, dari pihak Pengelola BJTC melakukan kerjasama dengan Loka Camp Resort and Outbound untuk melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan semangat juang, peningkatan percaya diri dan motivasi individu, berupa kegiatan Outbound untuk pembentukan Team Work yang solid.

Wednesday, June 04, 2008

EURO 2008_Turnamen

liatin jadwalnya n' pantau hasilnya