Computer Application, Maintenance and Supplies
Loading...

Wednesday, February 10, 2010

Wajah Baru Beranda FACEBOOK

Awal pekan ceria bagi para Black Community FACEBOOK atau lazim disebut dengan nama FACEBOOKer. Wajah baru menyambut kunjungan pemilik Profile saat memulai rutinitasnya pada salah satu social network dengan User terbanyak saat ini. Tidak banyak yang berubah saat Blackinnovationawards goes to campus profile Anda disana. Apa saja yang berubah...........??? LOGIN dulu bro...


Perubahan drastis pada halaman Beranda Profile FACEBOOK. Setidaknya ada bebarapa point yang sempat menjadi perhatian Ambae.exe pada profile miliknya yang beralamat lengkap http://www.facebook.com/profile.php?id=1406277723. Seperti diutarakan Admin FB pada pesan yang muncul disana, template Beranda FB kini lebih disederhanakan.

Ambae.exe mencoba mengupas sedikit tentang point tersebut. Perhatikan bagian Menu yang ada di bagian atas halaman Profile. Jika sebelumnya Menu Beranda, Profil, Teman dan Pesan Masuk berderet di sisi kiri atas, kini berderet di sisi kanan dengan wajah yang lebih sederhana. Terpampang pada pojok kanan yakni Beranda, Profil dan Akun. Sementara Akun diset dengan tambahan Menu Drop Down yang di dalamnya terdapat sub menu berupa :

1. Sunting Teman
2. Pengaturan Akun
3. Pengaturan Privasi
4. Pengaturan Aplikasi
5. Saldo Kredit
6. Pusat Bantuan
7. Keluar

Perhatikan juga pada bagian kiri atas, Disediakan pula Toolbar dengan tampilan baru yang sebelumnya hanya tersedia pada halaman Beranda saja, kecuali tool Pesan. Namun kini dapat diakses meski User berada pada halaman profil dan halaman lainnya. Ketiga tool tersebut yakni Permintaan Pertemanan, Pesan dan Pemberitahuan.

Selanjutnya bagian tengah pada gambar di atas, tampak Menu yang tidak lazim lagi bagi seorang FACEBOOKer. Sebelumnya dikenal 2 menu yang tidak jauh berbeda yakni Berita Terkini dan Kabar Berita. Dengan tampilan baru saat ini, Berita terbaru dibagi dalam 2 sub Menu yang baru dengan nama Berita Teratas dan Terbaru. Definisi “Berita Teratas” tak ubahnya dengan dengan istilah “Kabar Berita” pada wajah sebelumnya. Sedangkan “Terbaru” dapat diartikan sebagai “Kabar Terkini” pada tampilan yang lalu. Tak ubahnya Headline News pada sebuah Website atau Blog, Kabar Berita Terbaru menampilkan berita-berita terhangat dari Teman Kontak Profil bersangkutan. Sedangkan Kabar Berita Teratas, oleh Ambae.exe menyimpulkannya sebagai berita terpopuler dari Teman Kontak Profil bersangkutan.

Sekarang kita lebih ke bawah lagi agar lebih terasa Djarum Black Menthol yang dari tadi dinikmati bersama hidangan Djarum Black Slimz dan Djarum Black. Di bagian kiri nampak teks bertuliskan ONLINE. Teks ini bakal muncul jika chat room profil bersangkutan dalam status OFFLINE, demikian pula sebaliknya. Kemudahan didapatkan, karena teks tersebut sekaligus sebagai shortcut untuk mengaktifkan dan menonaktifkan Chat Room FACEBOOK.


Point terakhir yang coba diuraikan yakni fasilitas terbaru dan benar-benar baru pada halaman profil FACEBOOK. Sebelumnya aplikasi ini hanya akan tersedia bilamana menambahkannya ke dalam halaman profil. Namun atas kemurahan hati si Admin FACEBOOK, aplikasi Translate ditambahkan langsung di dalamnya. 109 macam Bahasa disiapkan pada Aplikasi Terjemahan milik FACEBOOK ini. Selain shortcut yang disiapkan pada pojok kanan bawah, user pun dapat langsung mengunjungi alamat di bawah ini :

>Terjemahan
>Aplikasi Terjemahan


Jumlah bahasa yang lebih banyak dibanding sebelumnya oleh Admin FB menyatakan telah mendukung 40 Bahasa. Dengan Aplikasi Translate ini, user akan lebih dimudahkan dalam menerjemahkan tiap kata yang mengganggu pikirannya selama ini. Bila menengok ke belakang, beberapa waktu silam. Di warnet milik Ambae.exe, sering dihebohkan dengan salah seorang pengunjung yang berteriak seperti ini Sob, apa artinya Good. Dengan nada lemah lembut pengunjung lainnya menjawab teriakan tadi dengan : The meaning GOOD is baji’-baji’ ji alias baik/bagus (Ungkapan Bahasa Makassar yang dilontarkan saat muncul pertanyaan khas orang Mangkasara’ yakni Apa Kareba Siana’...??? alias Apa Kabar Saudara...???). Satu lagi yang lebih menceriakan wajah para FACEBOOKer yakni hadirnya Basa Jawa (seperti yang tertulis disana) selain Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, English dan Bahasa Kotak-kotak lainnya.


Butuh tutorial versi Admin Facebook? klik disini

Baca lebih lengkap......

Tuesday, February 09, 2010

Clean and Scan Computer without Antivirus

Menjadi kebiasaan buruk jika tidak mengutamakan kebersihan. Kebersihan tidak mutlak bagi yang nampak saja secara kasat mata. Bagian terdalam dari sebuah benda pun harus diperhatikan kebersihannya. Kenapa tidak mencoba hidup bersih sebagai cikal bakal kesehatan. Dimulai dari diri sendiri, hingga semua yang ada di sekitar kita. Jangan menjadikannya berlarut-larut, mengingat hal ini akan memperburuk kondisi yang tadinya normal. Namun, karena kelalaian dan sikap acuh tak acuh, suatu waktu bakal terasa akibatnya.


Yang kita bicarakan kali ini adalah proses Cleaning yang akan dilakukan terhadap komputer kesayangan. Layaknya memelihara kebersihan kuku, maka yang akan dilakukan pertama kali yakni membuka terlebih dahulu sepatu yang dikenakan.

Bicara soal komputer, yang lazim dilakukan berupa Antivirus untuk membersihkan virus yang menguasai system. Untuk itu, akan diuraikan bagaimana membersihkan komputer tanpa memanggil bantuan Antivirus. Langkah demi langkah yang patut diikuti yakni :

Sebelumnya siapkan Bahan, berupa :
1. Obeng
2. Kuas/Sikat
3. Lap Kering
4. Kipas Angin
5. Djarum Black
6. Cemilan
7. Kopi Hangat
8. Djarum Black Menthol (ini milik sobat-ku)
9. Tempat Sampah
10. Mini Vacuum Cleaner

Proses
1. Buka Casing Komputer dengan bantuan obeng
2. Scanning kondisi komputer
3. Lepas Memori Komputer
4. Lepas Processor
5. Lepas Fan CPU dari pendinginnya
6. Lepas VGA Card
7. Lepas Audio Card
8. Lepas komponen lainnya yang mungkin mengganggu proses Cleaning
9. Cleaning dengan menggunakan kuas/sikat biar segala debu dan kotoran lainnya yang melekat pada komponen dalam Casing
10. Penggunaan kuas dimaksudkan untuk meminimalkan kerusakan pada komponen yang ada khususnya pada bagian terkecil dari benda-benda yang melekat pada PCB, misalnya resistor dan sebagainya
11. Setelah kotoran bergeser dari posisinya alias tidak melekat lagi, nyalakan Kipas Angin dan Kipas ke dalam Casing agar debu dapat dikeluarkan dengan cepat
12. Gunakan Mini Vacuum Cleaner untuk menyedot kotoran yang membandel
13. Gunakan Lap Kering untuk membersihkan sisa debu yang telah dihilangkan sebelumnya
14. Kotoran dipindahkan ke tempat sampah yang telah disediakan agar area kerja pun ikut bersih dan kinclong
15. Setelah selesai pembersihan, pasang kembali tiap komponen yang tadinya dilepas dari tempat melekatnya
16. Pasang kembali tutup Casing Komputer
17. Pindahkan CPU kembali ke asalnya
18. Bila sudah benar-benar yakin bahwa Komputer bersih kini, sekarang saatnya beristirahat
19. Cicipi cemilan dan kopi hangat sambil menikmati Djarum Black dan Djarum Black Menthol bersama rekan-rekan yang tadinya menjadi penonton setia

It's simply tutorial to Clean your computer, try again a regular.

Baca lebih lengkap......

Monday, February 08, 2010

Computer can Lead to Stress

Komputer bagi sebagian besar Black Community bumi ini bukan lagi barang baru yang belum pernah dikenal sebelumnya. Komputer telah hadir mengisi tiap sisi kehidupan manusia. Perkantoran, rumah tangga, usaha jasa bahkan hampir tiap individu telah memiliki barang yang canggih ini. Beberapa tahun belakangan, kehadirannya kini amatlah penting. Tanpa komputer, dapat diibaratkan korek tanpa Djarum Black Slimz.


Apa iya...? Tergantung kebutuhan, lebih tepatnya dikatakan seperti itu. Karena ada pula Black Car Community maupun bagian tertentu di dunia ini yang tidak terlalu butuh dengannya. Mungkin saja butuh tapi tidak setiap saat.

Kita tinggalkan pihak yang tidak butuh untuk sementara waktu. Selanjutnya mari fokuskan pada pihak yang secara kontinue kebutuhannya benar-benar pasti. Betapa stres jadinya jikalau komputer yang menjadi pacar sejatinya dalam menyelesaikan pekerjaan, ternyata saat dibutuhkan justru tidak hadir alias ALPA. Mungkin juga komputernya ada, tapi ada beberapa masalah yang mengakibatkan ERROR pada benda pintar ini. Kondisi komputer yang bikin stres, antara lain :
1. Komputer masih dalam Box (belum dirakit)
2. Tidak ada sumber listrik untuk menghidupkannya
3. Belum diinstall salah satu Operation System (OS)
4. OS under DOS, si operator hanya menguasai Windows
5. Tidak dilengkapi dengan Mouse (bagi pengguna awam terhadap DOS)
6. Mati lampu karena perbuatan penguasa listrik
7. Not available Internet (target Blogger, Facebooker and other netter)
8. Ukuran monitor hanya 1 inci (kacamata terinjak Elephant)
9. Hard Disk is full with songs and videos but no player build in (putar pakai tangan biar ramah lingkungan)

Ya udah.........cukup sembilan sebagai pembuka Djarum Black...Jadinya khawatir kalau dicukupkan sepuluh karena masih banyak faktor lainnya yang akan membuat User jadi stres.

Baca lebih lengkap......

Sunday, February 07, 2010

New Life for Magnetic Tape

PMusic lovers may have long forsaken them, but magnetic tapes still reign supreme when it comes to storing vast amounts of digital data. And new research from IBM and Fujifilm could ensure that tape remains the mass storage medium of choice for years to come for at least a decade.


At IBM's Zurich Research Laboratories in Switzerland, researchers have developed a new tape material and a novel tape-reading technology. In combination, they can store 29.5 billion bits per square inch, which translates to a cartridge capable of holding around 35 terabytes of data--more than 40 times the capacity of cartridges currently available, and several times more than a hard disk of comparable size.

The researchers used a relatively new magnetic medium, called barium ferrite. In cooperation with researchers from Fujifilm's labs in Japan, they orientated the barium ferrite magnetic particles so that their magnetic fields protrude perpendicularly from the tape, instead of lengthways. This means that more bits can be crammed into a given area, and the magnetic fields are stronger. Furthermore, these particles allow thinner tape to be used, meaning12 percent more tape can be stored on a single spooled cartridge.

Increasing the density of data that can be stored on a tape makes it more difficult to reliably read information. This is already a problem because of electromagnetic interference and because the heads themselves will retain a certain amount of residual magnetism from readings. To overcome this, the IBM group developed new signal processing algorithms that simultaneously process data and predict the effect that electromagnetic noise will have on subsequent readings.

Hard disks can store more data on a given surface area than magnetic tape, and the data on a disk can be read faster. But because hundreds of meters of tape can be spooled on a single cartridge, the overall volumetric data density of tape is higher, says Evangelos Eleftheriou, head of the Storage Technologies group at IBM Zurich.

Crucially, tape storage is also much cheaper. "What's most important is the cost per gigabyte," says Eleftheriou. Solid state drives cost between $3 and $20 per gigabyte. In contrast, it costs less than a cent per gigabyte to store information on magnetic tape. In the third quarter of 2009, the global tape market was worth more than half a billion dollars.

Extending the life of magnetic tape technology could delay the arrival of new storage technologies, particularly holographic storage. Experimental holographic discs, which use patterns of light interference to hold multiple pieces of data at a single point, can already hold several hundred gigabytes of data. The technology is expected to eventually allow terabytes of data to be held on a disc.

"Tape still wins, but only at very high data volumes," says James Hamilton, a vice president and distinguished engineer on Amazon's Web services team, in Bellevue, WA. Tape is most suitable for "cold storage"--when data is not accessed frequently. But the volume of digital data that needs to be stored is increasing rapidly, so Hamilton says there's a real need to try to squeeze more out of tape.

It could take another five years before the new tape technology is ready for the market, Eleftheriou admits. "But we have shown that there is still at least another 10 years of life in it," he says.

Baca lebih lengkap......