Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Friday, November 13, 2009

Facebookers Pendukung Bibit Chandra Tolak Dimanfaatkan PDIP


Penggagas Sejuta Facebooker Mendukung Bibit dan Chandra (pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) Suratmin Amin menolak jika gerakan mendukung anti korupsi melalui situs Facebook itu dipakai oleh PDIP dalam mendorong hak angket DPR untuk kasus Bank Century.



"Saya harapkan agar grup (Facebookers) yang sudah ada dan grup pendukung lain tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan lain," kata Suratmin saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Suratmin mengatakan gerakan ini digagasnya untuk mengumpulkan dukungan masyarakat yang antikorupsi dan geram melihat proses hukum yang tidak benar terhadap kedua pimpinan nonaktif KPK itu.

"Ini murni gerakan massa. Jangan dibajak untuk kepentingan lain," kata Suratmin.

Sebelumnya, sebagai inisiator hak angket DPR untuk kasus Bank Century, PDIP dinilai telah memanfaatkan gerakan Sejuta Facebookers Mendukung Bibit-Chandra untuk menggolkan hak angket itu.

Sebanyak 139 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari delapan fraksi mengusulkan penggunaan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century. Surat disampaikan secara resmi kepada pimpinan DPR, Kamis (12/11) kemarin.

Dari 139 anggota DPR yang memberikan dukungan, tak ada satu pun anggota DPR dari Partai Demokrat yang semuanya berjumlah 148 orang.

Hanya anggota DPR dari delapan fraksi yang memberikan dukungan, yakni PDI-P (80), Partai Golkar (24), Partai Hanura (14), PKS (8), Partai Gerindra (8), Partai Amanat Nasional (3), Partai Persatuan Pembangunan (1), dan Partai Kebangkitan Bangsa (1 dukungan lisan).

Ketua DPR Marzuki Alie yang juga Sekjen Partai Demokrat menyatakan tidak akan menghambat usulan anggota DPR itu dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, yaitu segera diumumkan dalam rapat paripurna dan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah.


Sumber : Yahoo! News

Monday, October 26, 2009

Kebutuhan Cina siap dipenuhi Bantaeng


Kabupaten Bantaeng menyatakan siap menjadi penyangga kebutuhan bahan baku hasil pertanian dan perkebunan Cina. Kesiapan tersebut ditandai penandatanganan naskah kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda Bantaeng dan Pemerintah setempat.



Penandatanganan MoU dilakukan di negeri tirai bambu itu, atas undangan Pemerintah Propinsi Guanshy, pekan lalu. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengemukakan hal itu pada pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng periode 2009-2014 yang berlangsung di gedung para wakil rakyat tersebut, tepatnya hari Senin, 26 Oktober 2009. Menurut Nurdin Abdullah, BUMN terbesar yang mengolah hasil pertanian negeri itu ingin mengembangkan usahanya ke Bantaeng. Salah satu jenis usaha yang akan dikembangkan adalah ubi kayu (tapioka). Hasil bumi tersebut akan diolah menjadi methanol, tekstil dan jenis lainnya. Selain pengembangan ubi kayu, perusahaan di bawah bendera Yan Ming Industries juga peduli terhadap penyediaan air bersih dan perdagangan hasil industri lainnya.

Ia berharap, kerjasama saling menguntungkan tersebut bisa diwujudkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja sebab tahap awal produksi ubi tersebut masih akan di ekspor ke Cina. Namun, bila produksinya sudah bisa memenuhi kebutuhan industri, maka industri pengolahannya akan dibangun di Bantaeng, urainya. Nurdin kemudian berharap dukungan dari anggota dewan agar memberikan pengawasan dalam pengelolaan APBD agar berlangsung seefisien mungkin. Ia juga berpesan agar para wakil rakyat memberi perhatian terhadap program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tetap pro-rakyat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita A. Langgara) berjanji akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Meski begitu, ia berharap dukungan dari unsur dewan untuk menunjukkan kerja keras dan komitmen sebab tanpa hal itu, sulit diwujudkan, urainya.

Ketua DPRD Bantaeng yang baru


Setelah menjalankan tugas sebagai Ketua Sementara DPRD Bantaeng sejak Agustus 2009, Hj. Novrita A. Langgara akhirnya ditetapkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng secara definitif setelah dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (M. Zainal Arifin, SH). Bersama tokoh wanita Partai Golkar itu, juga dilantik Darwis,SE (PAN) dan Ir. Alim Bahri L. Tana (Demokrat) sebagai Wakil Ketua.



Pelantikan dalam paripurna istimewa yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, tepatnya Senin, 26 Oktober 2009 tersebut disaksikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati (H. A. Asli Mustadjab), Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin), para tokoh masyarakat dan LSM di daerah berjuluk Butta Toa ini. Bupati Bantaeng pada kesempatan itu berharap, proses pelantikan yang cukup panjang dan memakan energi berdampak pada mantapkan sinergitas semua pihak untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan interpretasi terhadap peran dan fungsi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng. Sehingga harapan untuk mewujudkan kemandirian di daerah ini secara PERLAHAN TAPI PASTI akan terwujud.

Ini penting karena berbagai tugas pasca pengambilan sumpah ini telah mendesak untuk segera dibahas bersama, terutama persiapan pembahasan APBD 2010 yang merupakan instrument utama penggerak roda perekonomian daerah, jelas Nurdin Abdullah. Mengutip data BPS 2009, Bupati Bantaeng mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini hingga akhir 2008 mencapai 6,73 %. Angka ini merupakan angka tertinggi pasca krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1998. Satu hal yang penting kita cermati dan syukuri, tambah Bupati Bantaeng meski ekonomi global melanda banyak wilayah khususnya kawasan Asia, namun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Bantaeng.

Ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah ini yang mengalami perubahan yang cukup signifikan pada hampir semua sektor. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama harmonis antar semua pihak termasuk legislatif dan stakeholder lainnya dalam menyusun dan menetapkan agenda pembangunan yang secara makro telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis. Namun, disisi lain, melalui agenda pembangunan ke depan kita mulai mengarahkan ke perekonomian mikro rumah tangga dan pemerataan kesejahteraan mengingat masih banyak kantong-kantong kemiskinan di daerah ini yang perlu perhatian dan penanganan serius. Dalam kondisi tersebut, Nurdin percaya anggota dewan telah memiliki grand desain masing-masing untuk menjadikan Bantaeng sebagai primadona di bagian selatan SulSel.

Wednesday, October 21, 2009

Susunan Kabinet Periode 2009-2014


Lengkap sudah Pemerintahan yang baru untuk Periode 2009-2014. Setelah SBY dilantik, para menteri pun diumumkan oleh SBY yang akan mendampinginya mengawal Pemerintahan Republik Indonesia selama 5 tahun ke depan.



Berikut Susunan Kabinet Periode 2009-2014 :
1. Menko Polhukam : Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara : Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri :Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral : Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian : M. S Hidayat
12. Menteri Perdagangan : Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian : Suswono
14. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan : Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional : M. Nuh
21. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufrie
22. Menteri Agama : Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi : Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM : Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Linda Agum Gumelar
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE. Mangindaan
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara : Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga : Andi Mallarangeng

Wednesday, October 14, 2009

Jempol 4 Bupati Bantaeng


Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Bantaeng memberi acungan jempol kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) atas upaya yang dilakukan sehingga sejumlah proyek bernilai puluhan miliar yang dibiayai APBN masuk ke daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Novrita Langgara) usai melakukan peninjauan ke sejumlah MEGA PROYEK di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini pada hari Rabu, 14 Oktober 2009 mengatakan, Bantaeng di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah kini sangat membanggakan.



Kami sangat kagum, dalam tempo setahun kepemimpinannya, Bantaeng banyak mengalami perubahan, tandas Novrita Langgara. Ia kemudian mengemukakan dukungan dewan terhadap kepemimpinan Bupati. Selama pembangunan yang dilakukan itu berpihak kepada rakyat, kami di dewan akan terus memberikan dukungan, tambah wakil rakyat dari Partai Golkar itu. Ia juga mengemukakan pentingnya melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan untuk memantapkan pengawasan. Kami berharap, Camat dan Lurah juga dilibatkan dalam pengawasan agar jauh lebih baik karena kita ingin pembangunan yang berkualitas agar bisa dinikmati turun-temurun, tandas Novita yang dibenarkan Darwis, ST (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng).

Wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, gebrakan yang dilakukan Bupati Bantaeng merupakan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami di dewan akan mengawal program bupati untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng sekaligus menjadikan daerah ini menjadi daerah jasa di bagian selatan SulSel, urainya. Darwis mengakui, sejumlah proyek yang sedang berjalan itu terkesan mendadak dimata masyarakat sebab Nurdin yang baru saja memimpin Bantaeng bisa langsung membangun. Begitu dilantik, dia langsung tancap gas. Begitulah, karena pak Bupati memiliki jaringan yang luas. Dan itu sangat kami syukuri sebab bila hanya mengandalkan APBD tak mungkin mega proyek tersebut bisa dibangun di Bantaeng, tuturnya.

Mega proyek yang ditinjau anggota komisi gabungan DPRD Kabupaten Bantaeng meliputi pembangunan jalan akses pelabuhan yang menyusuri pantai selepas perbatasan Kabupaten Jeneponto. Para wakil rakyat berbagai fraksi itu juga menyaksikan proyek revitalisasi pantai untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu dan sejumlah fasilitas umum di kawasan Pantai Seruni. Dari Pantai Seruni, anggota DPRD menyaksikan pembangunan Cekdam Balang Sikuyu di Kecamatan Bantaeng. Cekdam multi fungsi tersebut tak hanya menjadi pengendali banjir pada musim hujan, tapi juga menjadi tempat menyimpan air pada musim kemarau sekaligus menjadi tempat rekreasi dan pengembangan ikan air tawar.

Sungai Balang Sikuyu, terang Bupati Nurdin Abdullah selama ini menjadi penyebab banjir di Kota Bantaeng karena dialiri delapan anak sungai. Karena itu, dengan pembangunan Cekdam, banjir yang menjadi langganan tahunan diharapkan sudah bisa dialihkan menjadi cadangan air pada musim kemarau melalui fasilitas yang dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 14 Miliar tersebut. Untuk memberikan alternatif rekreasi kepada masyarakat, Pemda Bantaeng juga menggenjot pembangunan fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu di Kecamatan Pa’jukukang. Tempat rekreasi pantai tersebut akan dilengkapi fasilitas gazebo, ruang pertemuan, hall dan berbagai fasilitas lainnya yang diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat yang senang rekreasi pantai, urainya.

Selain itu, tambah Nurdin yang didampingi Asisten II (Zainuddin Tahir), Kepala Bappeda (H. M. Yasin, MT), unsur Muspida dan sejumlah pejabat lainnya, kehadiran fasilitas rekreasi ini juga diharapkan menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), urainya kepada para wakil rakyat dari berbagai fraksi tersebut. Menyinggung soal petani rumput laut, Bupati Bantaeng mengatakan akan dilakukan penataan sejauh 350 Meter ke depan. Penataan dalam bentuk sonasi tersebut juga akan memberikan kemudahan para petani rumput laut mengganti pelampung yang lebih baik. Dengan penataan itu, tak ada lagi pelampung dalam bentuk botol yang terkesan kumuh karena akan diganti dengan pelampung berwarna warni dan menimbulkan cahaya pada malam hari sehingga pantai akan terlihat lebih indah, terang Bupati Bantaeng.

Saturday, October 10, 2009

Sosialisasi RPJP Kab. Bantaeng 2005-2025


RPJPD Kab. Bantaeng 2005-2025 disosialisasikan. RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kabupaten Bantaeng Tahun 2005-2025 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 Kabupaten Bantaeng. RPJPD ini disosialisasikan sebagaimana didasari oleh UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah.



Sebagaimana dikemukakan oleh Panitia Pelaksana Mappanyompa (Kabid Penelitian dan Statistik Bappeda Kab. Bantaeng) bahwa sosialisasi RPJPD Kab. Bantaeng ini ditetapkan untuk jangka waktu dua puluh tahun ke depan (2005-2025) agar semua stakeholder dan masyarakat Kab. Bantaeng dapat mengetahui dan sekaligus dijadikan pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan daerah sesuai dengan visi, misi dan arah pembangunan yang disepakti bersama, sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh para pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif dan berkelanjutan.

Sosialisasi ini di buka oleh Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini diikuti secara saksama khususnya Dinas Kesehatan, Badan KB dan Dinas PUK. Karena ini menyangkut dengan kehidupan masyarakat Bantaeng mendatang. Harapannya tidak diwakili, sehingga harapan dari RPJPD ini betul-betul dapat menyentuh apa yang menjadi tujuannya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita dan berlangsung hanya sehari. Adapun yang menjadi peserta Sosialisasi adalah Kepala SKPD, Camat, Lurah, Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Berlangsung secara panel oleh Tim Penyusun RPJPD Kab. Bantaeng yang berasal dari UNHAS (Prof. Munir) dan Kepala Bappeda Kab. Bantaeng (H. M. Yasin).

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) menyimak betul apa yang disampaikan oleh para panelis. Begitu pun berbagai tanggapan, saran dari berbagai pihak terhadap substansi yang disampaikan oleh masing-masing panelis. Selain itu, para peserta dibagikan leaflet dan buku Perda Nomor 6 Tahun 2009 dimaksud. Semoga ini bisa menjadi arahan dan pedoman untuk pembangunan nantinya, sehingga menjadikan Bantaeng sebagai Wilayah Terkemuka dengan berbasis kemandirian lokal, ujar salah seorang peserta sosialisasi.

Wednesday, September 30, 2009

Ketua FKPPI Bantaeng 2009-2014


H. M. Yasin terpilih menjadi Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kabupaten Bantaeng dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Bersama VII Pengurus Cabang XIX-05 Generasi Muda FKPPI dan Ormas FKPPI Kabupaten Bantaeng yang berlangsung di Aula Kodim 1410 Bantaeng, tepatnya pada hari Rabu, 30 september 2009. H. M. Yasin yang juga Ketua Bappeda Kabupaten Bantaeng itu mendapat dukungan penuh (40 suara) mengungguli rivalnya, Alimuddin Mangun Karim yang meraih 9 suara dari 50 total peserta (1 suara batal).



Atas keberhasilan tersebut, H. M. Yasin dinyatakan sebagai Ketua FKPPI Kabupaten Bantaeng Periode 2009-2014. Muscab yang berlangsung sehari penuh tersebut dibuka Wakil Bupati Bantaeng H. A. Asli Mustadjab, dihadiri Komandam Kodim (Dandim) 1410 Bantaeng (Kolonel Sidik) dan unsur Muspida se-Kabupaten Bantaeng. Asli Mustadjab berharap, Muscab dapat melahirkan ide untuk kelanjutan program ke depan agar organisasi ini memberi kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ini penting sebab Pemda kini sedang menggalakkan sejumlah program yang menyentuh langsung masyarakat.

Program tersebut berupa pembangunan Cekdam Balang Sikuyu yang dapat berfungsi ganda sebagai pencegah banjir pada musim hujan, sebagai cadangan air pada musim kemarau dan tempat rekreasi baru bagi masyarakat. Selain itu, sedang dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk air bersih bagi masyarakat dan proyek Revitalisasi Pantai untuk pengembangan kota dan pembangunan sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah sakit bertaraf internasional. Atas sejumlah kegiatan tersebut, Asli Mustadjab berharap keluarga besar FKPPI dapat membantu Pemda memberikan pemahaman dan sosialisasi ke seluruh masyarakat agar tercipta suasana kondusif.

Ia juga mengajak keluarga besar FKPPI agar dapat mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok dan pribadi untuk menyukseskan pembangunan daerah yang sedang digalakkan. Sekretaris Pengurus Daerah FKPPI Sulsel (Suwandi Mahendra) meminta jajaran FKPPI daerah ini dapat mengambil makna penting dari pelaksanaan Muscab bersama ini. Melalui Muscab, kita menata organisasi agar kita tetap memiliki jiwa militansi yang diwariskan dari orang tua kita yang sudah berbuat untuk bangsa dan negara. Karena itu, program kerja harus dapat dimantapkan, terutama program ekonomi organisasi serta pentingnya memperhatikan sinergi antar pengurus agar dapat saling mengisi. Sebelumnya, Ketua Panitia (Saeruddin) melaporkan peserta Muscab bersama yang diikuti para pengurus dan Ketua Rayon serta undangan lainnya. Ia juga melaporkan rencana pelaksanaan Muscab yang semula akan dilaksanakan bulan Agustus yang lalu.

Friday, September 04, 2009

Pejabat Baru, nuansa baru


Teka-teki siapa yang bakal mengisi jabatan lowong Asisten I dan Kepala Inspektorat Daerah (Bawasda) Kabupaten Bantaeng terjawab sudah dengan dilantiknya Drs. H. Abd. Gani, MBA dan Sudarni, SH menduduki jabatan tersebut. Abd. Gani merupakan mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Kab. Bantaeng dengan jabatan terakhir sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan sedang Sudarni sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Bawasda Kabupaten Bantaeng.



Bersama kedua pejabat tersebut, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) juga mendefinitifkan jabatan Ir. Abd. Rasyid. S dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindag dan Energi Kab. Bantaeng menjadi Kepala Dinas Perindag dan Energi Kab. Bantaeng. Hal yang sama juga dilakukan terhadap Ir. Arsyad Borahima yang selama ini menjadi Pelaksana Tugas Kadis PU dan Kimpraswil Kab. Bantaeng menjadi Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kab. Bantaeng.

Pelantikan keempat pejabat eselon II yang disaksikan Wakil Bupati H. A. Asli Mustadjab, Sekda H. Syamsuddin dan para pejabat lingkup Pemkab. Bantaeng tersebut dilangsungkan di ruang kerja Bupati Bantaeng pada hari Jum’at, 4 September 2009. Bupati Bantaeng berharap, dengan pengisian jabatan lowong tersebut, kegiatan pada semua bagian dapat berjalan baik. Ia menaruh harapan besar terhadap lembaga pengawasan intern (Bawasda) yang selama ini selalu dinilai sebagai jabatan buangan.

Agar lembaga ini berfungsi baik, Bupati berharap Bawasda dapat mandiri dan bekerja profesional karena tantangan ke depan yang kian berat. Agar Bawasda dapat bekerja sesuai harapan, Bupati sedang mempertimbangkan uniform dan kantor sendiri agar bekerja lebih baik. Kalau bisa, pakaian Bawasda beda dengan PNS lainnya sehingga benar-benar profesional, terang Nurdin Abdullah yang berharap sistem pertanggungjawaban keuangan lebih rapih.

Tidak enak bila setiap kali ada pemeriksaan, selalu ditemukan pelanggaran dan berakhir dengan pengembalian uang. Bawasda juga sering dituding mencari-cari kesalahan. Untuk itu, saya minta Bawasda melakukan audit internal setiap 3 bulan agar persepsi tersebut hilang, pinta Bupati Bantaeng. Agar harapan kita semua terpenuhi, Nurdin mengisyaratkan kepada pejabat baru agar melakukan sinergi dengan BPKP dan BPK agar ada persepsi yang sama dan kita bisa membina manajemen keuangan yang kuat.

Masih menurut Bupati Bantaeng, jabatan bukanlah sebuah hadiah melainkan amanah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawah. Masyarakat menunggu kerja kita untuk peningkatan kesejahteraan, jelasnya. Menyinggung soal anggaran, bupati mengatakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan diharapkan membawa manfaat kepada masyarakat. Untuk itu, ia berharap kepada satuan kerja agar fokus dengan visi kita menghadapi 2010. Jangan bekerja dan berfikir sendiri-sendiri tapi lakukan koordinasi dengan baik agar dapat menyusun APBD seefektif dan seefisien mungkin agar program kita betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat, tambahnya.

Khusus untuk menyerap kondisi masyarakat, orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng itu akan melakukan safari ke setiap kecamatan untuk merasakan denyut nadi pelayanan serta keinginan masyarakat. Ia berharap, SKPD juga melihat kondisi riil masyarakat agar ada gambaran dalam menyusun APBD 2010, harapnya.

Monday, March 30, 2009

Tegakkan Perda...Jaga Ketenteraman


Seiring makin dewasanya Negara ini, pun makin dewasa usia Pamong Praja di Indonesia tercinta. Pada puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja kali ini, Kesatuan Penegak Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng mengambil Tema Sukseskan Pemilu Damai 2009.



Peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantaeng yang ke-59 ditandai dengan Seremonial Upacara Penaikan Bendera Merah Putih bertempat di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, tepatnya Senin 30 Maret 2009. Dalam kegiatan upacara tersebut, terlihat semarak dengan kehadiran Pasukan Pendukung Sat Pol. PP. Beberapa bagian Pasukan dimaksud, sebagai berikut :

1. Pasukan Bermotor
2. Pasukan Tongkat
3. Pasukan Bela Diri
4. Pasukan Anti Huru Hara
5. Pasukan Patroli Pengawalan
6. Pasukan Patroli Jalanan
7. Pasukan mirip Polisi Militer yang ada di TNI
8. Pasukan Bersenjata
9. Pasukan Intel
10. Pasukan Penyidik

Melalui kesempatan yang penuh semangat tersebut, turut ditampilkan Parade/Peragaan/Atraksi dari masing-masing pasukan dalam melaksanakan tugasnya di lapangan berupa Simulasi Penanganan Kasus Penegakan Perda Kab. Bantaeng. Dari sekian simulasi yang ditampilkan, yang paling menarik perhatian para penonton dan peserta upacara adalah Simulasi Penanganan Pedagang Kaki Lima yang berjualan di tempat yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng. Dramatisasi yang dibuat oleh kru Satuan Polisi Pamong Praja itu, membuat riuh para penonton termasuk Bapak Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang juga hadir di tempat yang sama sekaligus sebagai Pembina Upacara.

Pamong Praja, istilah dan sebutan yang lazim dikenal oleh masyarakat umum semestinya menempatkan diri sebagai Penegak Hukum, khususnya Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng yang bersahabat dan tidak terkesan menyiksa serta mengganggu ketenteraman masyarakat dalam menjalani hidup yang serba susah. Pamong Praja harus mengayomi, memberi perhatian, memberi peringatan, pengertian dan mengawasi secara aktual terhadap segala tindak tanduk yang bertentangan dengan Perda. Yang pada intinya, bahwa setiap permasalahan harus disikapi dengan kepala dingin dan menganut asas Praduga Tak Bersalah. Setelah memberi peringatan dan sebagainya, sementara masyarakat sebagai obyek Penegakan Perda tidak mengindahkannya, Pamong Praja dapat mengambil tindakan sesuai Peraturan PerUndang-Undangan yang berlaku.

Bupati Bantaeng dalam amanatnya mengngatkan agar Pamong Praja semakin dewasa seiring dengan usianya yang hampir sama dengan usia negara Indonesia.

Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Bantaeng menyerahkan bantuan kepada Polisi Resort Bantaeng berupa Kendaraan Operasional Patroli Pengawalan (Patwal) yang lazim dikenal dengan istilah PJR (Patroli Jalan Raya) sebanyak 2 (dua) unit. Nantinya, kendaraan ini bersama personil yang ditugaskan akan mengontrol tindak kriminal di jalan raya lingkup Bantaeng, khususnya terhadap kerawanan berlalu lintas.

Sebuah prestasi yang luar biasa terhadap kemajuan Pamong Praja di Bantaeng. Betapa tidak, setelah sekian lama berdiri dan hidup bagai keluarga dalam lingkup Pemerintahan, Pamong Praja telah berhasil menunjukkan kinerja yang berarti terhadap Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bantaeng.

Menyikapi Pemilihan Umum 2009 yang semakin dekat, Bupati Bantaeng menghimbau agar Pamong Praja tetap eksis menyikapi segala permasalahan dan berusaha menjaga ketertiban serta keamanan di Bantaeng. Lagi-lagi, Bupati Bantaeng memberi ultimatum terhadap oknum Pamong Praja yang mencoba bermain politik di lapangan sehubungan dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres Tahun 2009.

Tuesday, March 03, 2009

Protes lalu Bentrok bang


Massa Partai Politik (Parpol) yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bentrok dengan Polisi. Bentrokan terjadi akibat ketidakpuasan Perhitungan Suara. Demikian sekilas simulasi dalam apel siaga Pemilu yang dirangkaikan penyerahan satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas) dari Bupati ke Polres Bantaeng yang berlangsung di lapangan Lompobattang pada hari Selasa tanggal 3 Maret 2009.



Simulasi diawali dengan pengecekan Kotak Suara disusul pengambilan kartu dan dimasukkan ke Kotak Suara.Saat itu, seorang yang mengaku tidak mendapat surat panggilan melakukan protes. Selain itu, saat perhitungan dilakukan, ada saksi yang menolak menanda tangani. Dalam suasana yang masih panas, Kotak Suara diantar petugas ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Di tengah perjalanan, dua orang yang berboncengan mencoba menghadang. Saat mobil pengantar Kotak Suara berhenti, pengendara mencoba melawan, namun Polisi yang mengawal Kotak Suara tersebut berhasil melumpuhkannya.

Pengacau kemudian di bawa ke Kantor Polisi sedang yang membonceng berhasil melarikan diri. Saat perhitungan di PPK, protes kembali terjadi. Kali ini oknum yang tidak puas itu mencoba memprovokasi massa. Massa dalam jumlah besar pun akhirnya turun ke jalan meminta bertemu pimpinan KPU. KPU minta aspirasi dilakukan secara tertib, namun massa minta perhitungan dibatalkan. Saling dorong kemudian terjadi saat Satuan Pengendali Massa (Dalmas) turun.

Dalam suasana saling dorong tersebut, massa akhirnya beringas dan melempari petugas. Petugas Dalmas dibantu Pemadam Kebakaran akhirnya mengusir massa dengan siraman air. Setelah massa berlarian menyelamatkan diri, Ambulance akhirnya tiba mengambil korban yang berjatuhan di lapangan.

Menghadapi Pemilu Legislatif tahun ini, sebanyak 714 Linmas dilibatkan untuk mengantisipasi 357 TPS yang tersebar di seluruh Kabupaten Bantaeng. Kapolres Bantaeng (AKBP. Turman S. Siregar) mengatakan, untuk mengamankan Pemilu, Polres menurunkan 194 personil dibantu 1 peleton Kodim dan 1 peleton Satpol. PP. Polres Bantaeng juga mengedepankan patroli rutin di tempat-tempat rawan.

Bupati Bantaeng berharap, Pemilu dapat berjalan lancar. Untuk memperlancar jalannya Pemilu, dibutuhkan energi dan pengetahuan serta keterampilan yang memadai. Ini penting sebab jumlah Caleg sebanyak 506 orang memperebutkan 25 kursi dengan jumlah pemilih yang mencapai 128 ribu orang.

Friday, February 06, 2009

Ekpose Program RAPBD 2009


Satu langkah lagi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng khususnya dalam menuntaskan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2009. Para Kepala SKPD mempresentasikan Program/Kegiatan dari masing-masing unit kerjanya di hadapan Bupati Bantaeng, Wakil Bupati Bantaeng dan Sekretaris Kabupaten Bantaeng.



Kegiatan ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, masing-masing SKPD memaparkan dengan keseluruhan rencana kegiatan anggaran. Bupati Bantaeng berharap agar masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk fokus kepada Pengentasan Kemiskinan dan Penciptaan Lapangan Pekerjaan serta yang mengarah kepada terwujudnya Bantaeng sebagai Kota Bersih
dan Indah
.

Seluruh Kepala SKPD turut hadir, dipandu oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (Drs. H. Kasir Madong, M.Si). Setelah Ekspose ini, maka akan dilanjutkan dengan pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng beberapa hari ke depan.

Deklarasi Kampanye Damai-Pemilu 2009


Partai Peserta Pemilu bersama para Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kabupaten Bantaeng mendeklarasikan Kampanye Damai. Kegiatan yang dirangkaikan Sosialisasi Pemilu Legislatif 2009 dan diprakarsai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng itu ditandai penandatanganan Naskah Kesepakatan berisi 10 butir oleh masing-masing Ketua Partai Politik (Parpol).



Isi dari kesepakatan tersebut sebagai berikut :
1. Menjunjung tinggi budaya Sipakatau, Sipakalabbiri dan Sipakainga sebagai akar budaya dalam menghadapi Pemilu 2009.
2. Saling menghormati antara sesama peserta Pemilu 2009 dalam melaksanakan kegiatan Kampanye yang sesuai dengan peraturan perUndang-Undangan yang berlaku.
3. Tunduk dan taat pada peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kampanye serta menjaga ketertiban dan keamanan dalam setiap kegiatan Kampanye.
4. Tidak melakukan praktek Jual Beli Suara, Manipulasi Suara dan Penyuapan kepada Pemilih dan Penyelenggara Pemilu dalam bentuk apapun.
5. Menyelesaikan masalah yang terjadi dengan jalan musyawarah untuk mufakat dan menghindari segala bentuk kekerasan, intrik, intimidasi dan provokasi untuk meraih kemenangan.
6. Menghormati kebebasan PERS untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai Kode Etik Jurnalisttik dan Kode Etik Penyiaran.
7. Menghormati dan menerima Hasil Perhitungan Suara yang dilakukan KPU Kabupaten Bantaeng.
8. Menerima dengan iklhas hasil Pemilu dan mengakui kemenangan para peserta lain dalam Pemilu DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
9. Mengamanatkan kepada Pejabat Publik, KPU, Panwaslu dan seluruh jajarannya di Kabupaten Bantaeng agar bersikap NETRAL.
10. Berkewajiban menyampaikan isi Deklarasi kepada seluruh pendukung masing-masing Peserta Pemilu tahun 2009.

Para pimpinan Parpol mengakui, deklarasi yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga Mallilingi pada hari ini, Jum'at tanggal 6 Pebruari 2009 merupakan sebuah kesepakatan atas dasar keikhlasan, tanpa paksaan, demi terselenggaranya Pemilu tahun 2009 di Kabupaten Bantaeng yang bermartabat, jujur, santun dan mendidik. Jumlah peserta Pemilu 2009 di daerah berjuluk Butta Toa sebanyak 34 Parpol dengan jumlah Calon Legislatif (Caleg) sebanyak 506 orang.

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) berharap, seluruh peserta mematuhi rambu-rambu secara konsisten agar berjalan aman mengingat tahun ini menjadi tahun yang sangat strategis sebab setelah Pemilu Legislatif akan disusul Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2009-2014.

Bila semua rencana berjalan dengan baik hingga jadwal pelantikan, roda pemerintahan di daerah ini dipastikan dapat berjalan dengan baik. Bupati Bantaeng mengakui, Pemilu kali ini cukup berat dan rumit karena terjadi perubahan terhadap Tata Cara Pencoblosan. “Pada saat pencoblosan dan perhitungan suara inilah dikhawatirkan terjadi masalah sebab banyak nama dan partai yang mungkin akan memakan waktu. Namun kita berharap, di daerah ini semua berjalan lancar dan aman”, urainya.

Untuk itu, Nurdin Abdullah berharap kepada penyelanggara Pemilu, termasuk Panwaslu agar intens melakukan sosialisasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Pesta Demokrasi ini berjalan dengan baik.

Ini penting sebab banyak agenda yang memerlukan perhatian semua pihak, terutama segera masuknya sejumlah investasi, termasuk Perusahaan Minyak Malaysia Petronas yang akan membangun Tangki Penampungan Solar berkapasitas 2,5 juta kilo liter di sekitar Pelabuhan dan sejumlah program lainnya.

Bupati Bantaeng berharap, Anggota Legislatif dapat mengawal program ke depan tersebut untuk memajukan daerah yang berjarak 120 kilometer dari kota Makassar ini.

Wednesday, February 04, 2009

Talk Show Dialeg Caleg Pemilu 2009 (part. 2)


BGlogal Management bersama KADIN kembali menggelar Talk Show Dialog Caleg Pemilu 2009. Kali ini mereka merangkul salah satu organisasi terkemuka yakni KNPI Bantaeng. Tak ketinggalan pula KPU Kab. Bantaeng yang sekaligus sebagai instansi penyelenggara Pemilu, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Talk Show tersebut. Sekiranya kegiatan ini telah mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak.



Acara yang digelar Rabu, 4 Pebruari 2009 dan mengambil tempat di Baling-baling Restoran dan Kafe (Jl. Raya Lanto No. 1 Bantaeng) ini mengupas tema yang cukup menarik yakni :
TEROBOSAN SISTEM PENDIDIKAN ALTERNATIF UNTUK LEBIH MEMAJUKAN KABUPATEN BANTAENG

Menyikapi tema yang disodorkan oleh pihak Panitia Penyelenggara, dari sekian banyak yang diundang, peserta kali ini adalah sebagai berikut :
1. M. Irwan Mattewakkang, MBA (Caleg DPR Pusat dari Partai PAN)
2. Ir. Kamrussamad (Caleg DPD)

Seperti pola yang diterapkan pada kegiatan sebelumnya, para Panelis diberikan kesempatan menguraikan dan memaparkan pendapat mereka maupun pemahamannya sesuai dengan tema yang disodorkan. Untuk selanjutnya para Audience mengutarakan beberapa pertanyaan berkaitan dengan hasil pemaparan panelis. Sementara sang moderator membagi beberapa session agar waktu yang disiapkan dapat digunakan lebih efektif dan efisien.

Tidak banyak hal spesifik yang diutarakan para Panelis. Pada umumnya mereka hanya memberikan pandangan umum berkaitan dengan program ke depan bilamana mereka terpilih sebagai Anggota Parlemen.

Namun, dapat disimpulkan bahwa kehadiran mereka dalam forum tersebut telah mencerminkan kebersamaan, kesepahaman, persatuan dan kekeluargaan. Pihak-pihak yang bertarung saat ini dalam rangka meraih suara terbanyak menjadi fenomena yang amat rawan terhadap terjadinya konflik Politik. Sehingga dengan menghadirkannya dalam satu meja, duduk bersama membahasa sebuah masalah akan membuka wawasan berpolitik yang lebih sehat. Di samping itu,masyarakat akan berpikir bahwa proses demokratisasi yang berlangsung mesti disikapi dengan akal sehat dan tidak perlu terjadi perselisihan di dalamnya hanya karena kepentingan sesaat.

Kepala Sekolah BARU


Dalam rangka mengoptimalkan kinerja Pemerintahan di berbagai sektor, Wakil Bupati Bantaeng Drs. H. A. Asli Mustadjab, M.Si melantik dan mengambil sumpah Pejabat Eselon III.

Para pejabat yang diambil sumpahnya yaitu Drs. Basri. B, mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Eremerasa menggantikan Hj. A. Sinasari, S.Pd.

Selanjutnya Hj. A. Sinasari, S.Pd menjabat Kepala SD No. 5 Lembang Cina Bantaeng. Pelantikan yang berlangsung hari ini Rabu 4 Pebruari 2009 bertempat di Ruang Kerja Bupati Bantaeng dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng (H Syamsuddin, SH), para Asisten dan Petinggi Kabupaten Bantaeng. Wakil Bupati Bantaeng berharap pejabat yang dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya.

Wakil Bupati Bantaeng menegaskan untuk menghadapi perkembangan dan dinamika pembangunan yang semakin ketat, dibutuhkan aparatur yang cerdas dan tangguh agar pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan sesuai harapan.

Menyimak sambutan Wakil Bupati Bantaeng di atas, maka dapat dirumuskan sebuah dasar bahwa Pergeseran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap para Pejabat Eselon II, III dan IV bahkan staf bertujuan agar tercipta profesionalisme di dalamnya. Mutasi demi mutasi dilakukan agar nampak dengan nyata bagaimana kinerja seorang pejabat dalam menangani Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menaunginya.Seorang pejabat harus mampu mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperolehnya di tempat kerja masing-masing.

Bilamana dasar dan tujuan itu terpenuhi, maka tatanan pemerintahan akan berjalan dengan baik. Dengan sendirinya akan menciptakan suasana kehidupan yang baik pula dan berimbas secara positif terhadap kehidupan masyarakat umum secara adil, merata dan berkesinambungan.

Wednesday, January 28, 2009

Talk Show Dialeg Caleg Pemilu 2009 (part. 1)


Dalam rangka membuka wawasan masyarakat menyikapi dunia politik yang kian memanas, BGlobal Management bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Bantaeng yang dilangsungkan pada tanggal 28 Januari 2008. Mengambil tempat di Baling-baling Restaurant and Café Jl. Raya Lanto No. 1 Bantaeng, pihak penyelenggara mencoba

meramu sedemikian rupa sebuah acara yang bernuansa politik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah bagaimana menciptakan Pemilih Cerdas untuk memilih Caleg yang lebih cerdas dalam membawa Bantaeng pada khususnya ke arah yang lebih maju dan berkembang.

Setelah melihat judul yang dipampang melalui postingan ini, muncul sebuah pertanyaan “Mengapa Ambae.exe memberi label part. 1 (bagian pertama), sehingga terkesan sebagai event yang bakal berlanjut pada waktu mendatang”. Ambae.exe telah mengadakan dialog langsung dengan pihak penyelenggara dalam hal ini oleh Ir. Arfan Doktrin. Menurut beliau, bahwa penyelenggara mencoba memberi ruang yang cukup luas kepada para Caleg baik dari Kabupaten/Kota (DPRD Tk. II), Propinsi (DPRD Tk. I) dan Pusat (DPR) maupun Dewan Perwakilan Daerah untuk menyampaikan keinginannya untuk menjadi Caleg kepada masyarakat luas. Kegiatan ini bakal digelar secara kontinue tiap minggunya dengan menampilkan beberapa Caleg dari Partai-partai yang berbeda untuk tiap session/part. Pada kesempatan yang menjadi awal dari kegiatan ini, Panitia telah berhasil dengan hasil yang amat memuaskan karena berani menampilkan Kandidat yang boleh dikatakan cukup bersaing selama ini. Adapun Caleg yang menjadi panelis kali ini adalah :
1. A. Nurjaya, SH dari Partai Gerindra
2. A. Alim Bachri. L Tana dari Partai Demokrat
3. M. Anas Hasan, SH dari Partai Barnas.

Sementara Audience antara lain dihadiri oleh :
1. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantaeng
2. Panwaslu Kabupaten Bantaeng
3. Panwaslu Kecamatan Bantaeng
4. Para Pejabat Struktural Kabupaten Bantaeng
5. Tokoh Masyarakat
6. Pengusaha dan Pelaku Bisnis
7. Caleg dari berbagai Partai baik Tingkat Kab. Bantaeng maupun Prop. Sul Sel
8. Pemuda Calon Penerus Estafet Bangsa
9. Pakar Politik
10.Wartawan Media Cetak dan Elektronik (antara lain dari Makassar TV)

Apa yang membuat seru dari kegiatan ini, bahwa kehadiran pihak-pihak yang selama ini cukup berseberangan terutama karena mereka adalah nota bene masing-masing berjuang dalam meraih pendukung dan berharap mendapatkan Suara dari dukungan masyarakat. Ternyata pada kesempatan yang amat mulia tersebut, ketiganya duduk bersama merembukkan pemecahan suatu masalaha dan membuat para Audience memahami arti pentingnya sebuah persahabatan serta kekeluargaan sesama orang Bantaeng, sesama orang Makassar dan sesama Warga Negara Indonesia.

Perbedaan pendapat sampai pada terjadinya perseteruan di lapangan karena kegigihan dalam meraih Suara menjadi sebuah kewajaran sepanjang masih dalam koridor yang tidak merugikan pihak lain. Namun perbedaan yang terjadi tidak boleh mengakar dan mempengaruhi aspek lainnya dalam kehidupan Dunia Berpolitik yang Sehat.

Mari Ciptakan Pemilu Damai. Slogan yang dilontarkan oleh kalangan Pengawas khususnya Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), bahwa semakin banyak perbedaan semakin luas ruang untuk mencari persamaan.

Mari mencoba melihat ke dalam, apa konsep yang coba ditawarkan oleh pihak penyelenggara dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut. Keikutsertaan KADIN sebagai salah satu dari Dwi EO (Event Organizer) kegiatan ini, menjadi hal pokok bahwa Dunia Usaha erat kaitannya dengan Dunia Politik. Keinginan para pihak adalah semoga para Calon Legislatif yang akan duduk sebagai Wakil Rakyat nantinya dapat memperjuangkan nasib Dunia Usaha beserta dengan Pelaku Usaha (Pengusaha) yang bergelut di dalamnya. Namun, tidak juga harus diartikan terlalu sempit bahwa Dunia Usaha bukan sekedar berbicara tentang pengusaha. melainkan ada sisi lain yang harus diperhatikan bahwa ke depan dibutuhkan ide-ide cemerlang dari para Wakil Rakyat untuk meberi semangat, membimbing dan mengawal para calon Generasi Muda untuk dapat menciptakan Lapangan Usaha yang Mandiri demi perluasan Lapangan Kerja, Perluasan Usaha yang merat dan Peningkatan Perekonomian di seluruh kalangan masyarakat.

Menciptakan Dunia Usaha yang sehat, seimbang, adil dan merata merupakan tantangan terbesar dalam membangun Bantaeng ini ke arah yang lebih maju dan berkembang seperti yang diinginkan masyarakat pada umumnya.

Hal yang paling penting dengan diadakannya kegiatan ini, yang amat erat kaitannya dengan Politik adalah menciptakan Pemilih Sehat yang mampu melihat dan mencermati tiap Caleg sejauh mana Visi dan Misi mereka. Bukan hanya sebagai gombal dan janji belaka, melainkan menjadi tekad yang bulat bahwa masyarakat Bantaeng butuh perubahan. Bagaimana mewujudkan perubahan tersebut tentunya dengan menampilkan sesuatu yang berarti berbekal dari kelebihan dan keahlian yang dimiliki tiap Caleg untuk berkreasi di saat meposisikan diri sebagai Wakil Rakyat.

Dengan keterbukaan wawasan masyarakat yang dicapai dari kegiatan tersebut, diharapkan nantinya masyarakat tidak salah lagi dalam memilih Calon untuk menjadi wakilnya. Acara tersebut diharapkan pula seperti dengan keinginan Pihak Penyelenggara agar dapat berlanjut sampai pada masa sebelum Pemungutan Suara dilangsungkan pada tanggal 9 April 2009. Dengan demikian masyarakat akan semakin yakin bahwa Politik itu bukanlah hal yang mesti diVONIS menjadi kotor selamanya, sepanjang Oknum di dalamnya tidak berbuat kotor.

Sebagai media hiburan kegiatan tersebut, BGlobal Management menghadirkan salh atu Band Lokal yang juga merupakan asuhan darinya yakni BGallery Band. Para Audience beserta Panelis cukup terhibur dan sedikit melupakan masa tegang yang sering terjadi dalam meperebutkan Suara Terbanyak guna menduduki Kursi Pansanya Dewan Perwakilan Rakyat.

Tuesday, January 27, 2009

Berangsur-angsur Pulih dari Becek


Berawal dari penempatan Pos Pengawasan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bantaeng atau lazim dikenal dengan sebutan Check Point.

Poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba yang terletak di sekitar wilayah Kampung Tino Toa mengalami kerusakan berat akibat dari seringnya kendaraan berat pengangkut Hasil Bumi dan Bahan Bangunan singgah untuk membayar Retribusi Jalan yang berlanjut pada pengaturan Selokan (Pembuangan Air di sisi jalan) yang tidak mendukung. Sehingga, jalan semakin turun tingkatan ketinggiannya dari permukaan laut serta menjadi tergenang air dari sawah yang berada di sisi badan jalan. Jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan kota Bantaeng menuju Jeneponto-Takalar-Gowa dan Makassar.

Selama beberapa minggu bahkan terkesan begitu lama. Jalan tersebut menjadi ajang pembicaraan berbagai pihak. Para pengguna jalan merasa bosan, terutama pengguna yang berasal dari luar kota Bantaeng. Dianggapnya bahwa Bantaeng sangat tidak peduli dengan kondisi tersebut. Cerita seperti ini paling sering terdengar ketika kita ikut menumpang sebuah kendaraan umum dan bersama dengan penumpang lainnya dari luar kota Bantaeng khususnya penumpang dari Bulukumba dan Sinjai.

Namun berkat kegigihan perhatian yang dicurahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng, jalan ini pun segera ditangani. Kondisi jalan yang sebelumnya becek, berlumpur, tidak merata dan tergenang air dari got di sisi jalanan, kini berangsur-angsur mulai membaik.

Badan jalan diratakan dengan Alat berat berupa Stone Walls dan Greader. Harapan pengguna jalan yang sering melawatinya, semoga jalan ini dapat dirampungkan perbaikannya lebih cepat dari jadwal mengingat musim hujan yang semakin memasuki puncaknya pada bulan Maret hingga Agustus 2009. Berdasarkan kondisi Bantaeng yang rawan terhadap potensi terjadinya banjir tahunan dan banjir 5 tahunan. Maka seharusnya perbaikan jalan, drainase, irigasi, saluran serta semua sarana dan prasarana infrastruktur dapat diselesaikan dengan berpatokan pada kondisi tersebut. Namun, tidak terlepas pula bahwa jangan karena mengejar target yang teramat sempit, sehingga perhitungan secara Real tidak diperhatikan sesuai Bestek.

Intinya, semoga sesuai harapan masyarakat. Pemerintah menjalankan program, sementara masyarakat dan segenap elemen di dalamnya harus ikut mendukung Program yang dicanangkan. Janganlah berpangku tangan melihat kondisi Bantaeng yang tidak kunjung berubah dari tahun ke tahun. Tetapi mencobalah untuk berkreasi dan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk memajukan Butta Toa ini semakin berkembang ke arah yang lebih baik dan menguntungkan semua pihak.

Wednesday, January 07, 2009

Antrian Panjang, cape' dech...!!!


Kondisi jalanan yang menghubungkan Kota Bantaeng dari arah Perbatasan Jeneponto, tepatnya disekitar Check Point bagian Barat beberapa pekan terakhir terlihat semakin parah. Jalanan tersebut dari waktu ke waktu mengalami kerusakan yang berat akibat

dari beberapa hal yang antara lain karena dijadikan sebagai area pemberhentian Kendaraan Berat (Truk dan Tronton) dan badan jalan yang terbilang lebih rendah dari area persawahan disekitarnya.

Akibatnya, badan jalan berlubang dan berujung pada aspal yang melapisi jalan menjadi terangkat dan berhamburan. Jalanan menjadi becek dan terlihat kotor karena tergenang air yang berasal dari sawah di sisi jalan tersebut. Pemerintah pun mengambil tindakan yang refresentatif dengan segera memperbaiki ruas jalan tersebut yang letaknya berdekatan dengan jalan masuk menuju Pelabuhan Mattoanging Bantaeng.

Alat Berat pun didatangkan ke area dimaksud guna memperbaiki jalanan yang harusnya ditimbun dan selanjutnya di aspal kembali demi lancarnya arus transportasi baik dari dan ke Bantaeng-Makassar. Ruas jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Bantaeng-Makassar dan Bantaeng-Bulukumba sehingga kendaraan yang akan melintas menuju Bantaeng sedikit terhambat.

Dari pantauan Ambae.exe saat meninjau Lokasi tersebut, perjalanan diawali dari kota Bantaeng menuju Batas Barat Bantaeng dengan Jeneponto yakni Kampung Tino Toa yang juga merupakan kampung setelah ruas jalan tersebut. Saat melintas ke arah Barat, kendaraan dari arah Timur harus antri menunggu kendaraan yang datang dari arah Barat sehingga perjalanan sedikit terhambat. Hal ini terjadi karena jalur kanan dari badan jalan telah dinaikkan setinggi kurang lebih 10-20 cm, sehingga hanya jalur kiri yang dapat dilewati. Berselang setengah jam kemudian, setelah Tim Ambae.exe menanti perubahan yang bakal terjadi. Ternyata benar dugaan masyarakat bahwa kendaraan harus berhenti karena jalan kembali ditimbun mengingat volume air yang mengisi badan jalan semakin naik.

Akibat dari proses penimbunan yang dilakukan oleh para pekerja dengan dibantu Alat Berat berupa Walls dan Buldozer, kendaraan pun dari kedua arah harus berhenti. Dan antrian pun semakin menumpuk, pada bagian barat antrian semakin panjang hingga mencapai 700 meter dari posisi perbaikan jalan.

Para sopir dan penumpang mulai gusar dan mengeluh, sebagian besar memanfaatkan waktu menunggu dengan turun dari kendaraan yang ditumpanginya dan bergeromgol di sisi mobil sambil bersenda gurau di atas badan jalan. Mengingat kondisi yang cukup melelahkan tersebut, sebagian besar mobil dan motor memutar kendaraannya dan berbalik menuju arah Jeneponto. Kemudian berbelok dekat Jembatan Tino ke arah Kampung Kanang-kanang. Jalur ini menghubungkan Bantaeng dengan Jeneponto di Kecamatan Bissappu dan akan keluar kembali ke Jalan Poros Utama di daerah Panaikang setelah melewati Kampung Campagaloe.

Semoga jalan tersebut cepat rampung dalam perbaikan yang sementara dilaksanakan sehingga arus transportasi kembali lancar. Perhatian Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap masalah tersebut amat diharapkan.

Saturday, January 03, 2009

Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Panwaslu


Berhubung salah satu Anggota Panwaslu Kecamatan, masing-masing Kecamatan Ulu Ere dan Eremerasa di Kabupaten Bantaeng terpilih menjadi Kepala Desa di masing-masing Wilayah Administrasi Kabupaten Bantaeng, maka

Panwaslu Kabupaten Bantaeng mengambil tindakan secepatnya untuk memenuhi kekosongan kursi Keanggotan tersebut. Mereka yang terpilih sebagai Kades berdasarkan Ketentuan dan Peraturan yang berlaku khususnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Pasal 86 dan Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2008, keduanya harus diganti.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Panwaslu Kabupaten Bantaeng yang dalam hal ini Ketua Panitia Perekrutan yang telah dibentuk mengeluarkan Pengumuman beserta Syarat-syarat Pendaftaran. Pendaftaran dibuka hingga Tanggal 6 Januari 2009 mengingat Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Presiden Republik Indonesia Periode 2009-2014 semakin melaju. Kampanye dan Pemungutan Suara semakin dekat, sehingga harus dengan segera Personil Panwaslu aktif dalam melakukan Pengawasan Pemilu hingga tingkat paling bawah.

Bagi yang tertarik mendaftar, silakan mengisi dan melengkapi Formulir yang dikeluarkan Panwaslu Kabupaten Bantaeng.

Klik disini untuk download :
1. Pengumuman
2. Formulir Pendaftaran
3. Daftar Riwayat Hidup
4. Surat Pernyataan Bersedia Bekerja Penuh Waktu
5. Surat Pernyataan Bersedia Tidak Menduduki Jabatan Pemerintahan
6. Surat Pernyataan Calon
7. Surat Pernyataan Tidak Menduduki Jabatan Politik
8. Surat Pernyataan Tidak Menjadi Anggota Parpol
9. Surat Pernyataan Setia Pada Pancasila
10. Surat Pernyataan Tidak Pernah Dihukum Penjara

Saturday, November 29, 2008

Struktur Panwaslu Kab. Bantaeng


Panwaslu Kabupaten Bantaeng mempunyai sebuah struktur yang tersusun mulai dari Panwaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan dan PPL

susunan personilnya dapat di lihat di bawah ini