Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Friday, November 13, 2009

Facebookers Pendukung Bibit Chandra Tolak Dimanfaatkan PDIP


Penggagas Sejuta Facebooker Mendukung Bibit dan Chandra (pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) Suratmin Amin menolak jika gerakan mendukung anti korupsi melalui situs Facebook itu dipakai oleh PDIP dalam mendorong hak angket DPR untuk kasus Bank Century.



"Saya harapkan agar grup (Facebookers) yang sudah ada dan grup pendukung lain tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan lain," kata Suratmin saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Suratmin mengatakan gerakan ini digagasnya untuk mengumpulkan dukungan masyarakat yang antikorupsi dan geram melihat proses hukum yang tidak benar terhadap kedua pimpinan nonaktif KPK itu.

"Ini murni gerakan massa. Jangan dibajak untuk kepentingan lain," kata Suratmin.

Sebelumnya, sebagai inisiator hak angket DPR untuk kasus Bank Century, PDIP dinilai telah memanfaatkan gerakan Sejuta Facebookers Mendukung Bibit-Chandra untuk menggolkan hak angket itu.

Sebanyak 139 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari delapan fraksi mengusulkan penggunaan hak angket atas pengusutan kasus Bank Century. Surat disampaikan secara resmi kepada pimpinan DPR, Kamis (12/11) kemarin.

Dari 139 anggota DPR yang memberikan dukungan, tak ada satu pun anggota DPR dari Partai Demokrat yang semuanya berjumlah 148 orang.

Hanya anggota DPR dari delapan fraksi yang memberikan dukungan, yakni PDI-P (80), Partai Golkar (24), Partai Hanura (14), PKS (8), Partai Gerindra (8), Partai Amanat Nasional (3), Partai Persatuan Pembangunan (1), dan Partai Kebangkitan Bangsa (1 dukungan lisan).

Ketua DPR Marzuki Alie yang juga Sekjen Partai Demokrat menyatakan tidak akan menghambat usulan anggota DPR itu dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme, yaitu segera diumumkan dalam rapat paripurna dan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah.


Sumber : Yahoo! News

Monday, November 02, 2009

Peresmian Gedung Badan Amil Zakat Bantaeng


Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Senin tanggal 2 Nopember 2009 meresmikan gedung Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bantaeng. Peresmian gedung berlantai dua hasil renovasi tersebut menghabiskan dana Rp 200 Juta lebih. Peresmian ditandai penandatanganan naskah berita acara peresmian yang disaksikan Ketua DPRD Bantaeng (Hj. Novrita A. Langgara) dan Muspida di daerah ini.



Bupati Bantaeng berharap, kehadiran gedung ini akan dapat mengelola zakat yang menjadi kepercayaan masyarakat. Kalau pengelolaannya baik, otomatis anggotanya akan banyak dan semakin bertambah. Bila sebaliknya yang terjadi, anggota secara otomatis akan berkurang, urainya. Karena itu Nurdin berharap, pengelolaan secara transparan disertai inovasi dari pengurus sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga, tambahnya. Ia juga mengatakan, organisasi ini akan baik, bila pemimpin dan pengurusnya memiliki komitmen, kreatif dan terbuka.

Masih menurut Bupati Bantaeng, selama ini pengurusan BAZ dilakukan Pemda. Karena itu, ia berharap pengelolaan secara independen ini bisa lebih baik, sebab potensinya cukup besar. Bila pengelolaannya baik, semua orang patuh membayar zakat. Maka BAZ akan menjadi organisasi yang menjadi kebanggan masyarakat. Dengan begitu juga akan meringankan kerja Pemda, urainya lagi. Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng (Drs. H. M. Arbiah Karim) pada kesempatan itu melaporkan, gedung BAZ dibeli seharga Rp 160 Juta. Agar dapat berfungsi sebagaimana layaknya sebuah kantor, dilakukan perbaikan dan renovasi beberapa bagian yang menghabiskan dana Rp 60 Juta-an.

Kini, tambah Arbiah, pihaknya sudah memanfaatkan gedung ini untuk melakukan manasik haji kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bantaeng. Jumlah JCH Bantaeng tahun ini sebanyak 172 JCH yang dibagi dalam 3 kelompok. Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bantaeng menyalurkan zakat sebesar Rp 45 Juta lebih kepada 228 orang mustahid, termasuk fakir miskin, santri dan anak yatim serta penghafal Qur’an di daerah ini.

Selain itu, BAZ juga menyerahkan bantuan kepada pedagang kecil penjual kue untuk modal usaha. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan simbolis oleh Bupati Bantaeng dan Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng pada peresmian gedung BAZ Bantaeng. Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng berharap, bantuan ini dapat membantu peningkatan kesejahteraan. Ia mengakui, sebagian besar dana BAZ diperoleh dari infaq dari Jemaah Calon Haji (JCH) dan zakat dari masyarakat.

Ia berjanji akan menjaga dengan baik kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada BAZ. Insya Allah akan kami kelola dan manfaatkan dana dari masyarakat ini dengan baik, tandasnya. Harapan yang sama juga dikemukakan Bupati Bantaeng. Menurutnya, BAZ harus bisa memberikan pelayanan maksimal. Untuk itu, ia berharap, pengurus BAZ bisa mengidentifikasi masyarakat yang akan diberi bantuan. Sedapat mungkin dilakukan subsidi silang sehingga orang yang benar-benar tidak mampu bisa diberi bantuan gratis, urainya. Bupati juga berharap, kehadiran BAZ di Bantaeng bisa membantu pengelolaan jenazah pada setiap kecamatan. Kalau bisa setiap kecamatan ada pekuburan umum sehingga tidak ada lagi pemakaman di halaman rumah, pintanya.

Friday, October 30, 2009

Apa Murtad bila meninggalkn 3X Shalat Jum'at berturut-turut...???


Yang menyatakan “kafir” bila meninggalkan tiga kali Shalat Jum’at berturut-turut itu bukan Rasulullah S.A.W, melainkan salah seorang sahabat dekat beliau, yaitu Ibnu ‘Abbas r.a.: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut, sungguh dia telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya (kafir).” (HR Abu Ya’la, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib No. 732).



Ibnu Abbas itu adalah seorang sahabat yang terkenal “lunak” dalam berislam. Tidak ada bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa dia memperlakukan orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut sebagai orang yang telah murtad. Penggunaan kiasan “telah mencampakkan Islam ke belakang punggungnya” (bukan kata-kata qath’i seperti “telah menjadi orang kafir”) pun menunjukkan bahwa “kafir” yang dimaksud itu bukan dalam dataran hukum, melainkan pendidikan. Itu untuk menekankan kerasnya larangan meninggalkan shalat Jumat.

Secara bahasa, “kafir” berasal dari kata “kufur” yang artinya menutupi kebenaran, melanggar kebenaran yang telah diketahui dan tidak berterima kasih. Kata jamak dari “kafir” adalah “kaafiruun” atau “kuffaar”. Kata kafir dan derivasinya (kata turunannya) disebutkan sebanyak 525 kali dalam Al Qur’an. Semuanya mengacu pada perbuatan mengingkari Allah swt., seperti mengingkari nikmat-nikmat Allah (Q.S. An-Nahl 16: 44, Ar-Rum 30: 34), lari dari tanggung jawab (Q.S. Ibrahim 14:22), membangkang hukum-hukum Allah (Q.S. Al Maidah 5: 44), meninggalkan amal shaleh yang diperintahkan Allah swt. (Q.S. Ar-Rum 30: 44), dll. Arti “kafir” yang paling dominan disebutkan dalam Al Qur’an adalah pengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad S.A.W. dengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhir ini pertama kali digunakan dalam Al Qur’an untuk menyebut para orang kafir Mekah (Q.S. Al-Mudatstsir 74: 10) Jadi, orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan bahkan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak mau mempertimbangkan dalil apa pun yang disampaikan padanya dan tidak bersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya.

Mengenai orang yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at berturut-turut tanpa alasan yang sah, Rasulullah saw. tidak menyebutnya “kafir”. Sungguhpun demikian, beliau pun menggunakan istilah yang “keras”, yaitu “munafik“.

Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi saw., beliau bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur (alasan yang sah), niscaya dia tercatat dalam golongan orang-orang munafik.” (Hadits shahih, termuat dalam Shahihul Jami’us Shaghir no: 6144 dan Thabrani dalam al-Kabir I: 170 no: 422).

Selain “munafik”, beliau pun menggunakan istilah lain yang juga “keras”, yaitu “Allah menutupi hatinya” dan “lalai“. Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda sedang beliau bersandar pada tongkat di atas mimbarnya, “Hendaklah orang-orang itu benar-benar berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at, atau Allah benar-benar menutup rapat hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan menjadi orang-orang yang lalai.” (Hadits shahih dalam Shahih Shahihul Jami’us Shaghir hal 142 not 5 no: 548, Muslim II: 591 no: 865, Nasa’i III: 88).

Sumber : shodiq.com

Wednesday, October 28, 2009

Program 1 M bikin Tugas Aparat jadi RINGAN


Tugas aparatur pada tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa akan ringan bila program Rp 1 Miliar/Desa berjalan baik. Selama ini, tugas yang dihadapkan pada kewajiban kepada negara dalam bentuk pajak itu (perorangan dan PBB) masih terasa menjadi momok. Namun, bila program Rp 1 Miliar/Desa berjalan baik dan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah semakin baik, maka tugas Camat, Lurah dan Kepala Desa dalam menagih PBB akan semakin ringan.



Tanpa ditagih pun masyarakat akan memenuhi kewajibannya membayar PBB, retribusi dan pajak-pajak lainnya karena uang telah ada di tangan, terang Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Bantaeng (H. Syamsuddin) pada Sosialisasi Perpajakan dan Pemberian Penghargaan kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa yang Tercepat dalam Pemerimaan PBB Tahun 2009 di Aula Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 tadi. Menurut Bupati, selain pengembangan Desa dan Kelurahan mandiri, Pemda Bantaeng juga secara pro aktif meningkatkan iklim investasi di daerah ini. Dengan mengandalkan letak strategis kabupaten berjarak 120 Km arah selatan Kota Makassar, Bantaeng diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan iklim investasi.

Karena itu, Pemda memberikan kemudahan berupa penyiapan lahan dan bebas retribusi untuk pengembangan industri strategis. Melalui pengembangan industri tersebut, diharapkan akan menyerap tenaga kerja proporsional. Dengan begitu akan menimbulkan konsekwensi terhadap penerimaan pajak perseorangan dan badan/perusahaan, urainya.

Kepala Kanwil Pajak SulSel, SulBar dan SulTra (Eddi Setiadi) pada kesempatan itu mengimbau semua pihak agar tidak hanya bisa berbicara soal hak tetapi juga masalah kewajiban kita terhadap Negara. Salah satu kewajiban kita kepada Negara adalah dengan membayar pajak. Meski begitu, ia mengakui hingga saat ini masih banyak yang mengabaikan meski sudah memenuhi syarat. Ia kemudian memberi contoh seorang pengusaha (wajib pajak) yang beromzet Rp 50 Miliar/Tahun, namun dalam laporannya hanya Rp 10 Miliar. Atas tindakan seperti itu, maka dilakukan proses hukum. Proses hukum terhadap Wajib Pajak bisa dilakukan dalam bentuk tindakan kurungan hingga ke pencekalan. Namun ini sebenarnya hanya bersifat pembinaan agar wajib pajak bisa bersikap jujur.

Menurut Eddi Setiadi, di lihat dari jumlah penduduk sebenarnya kita malu. Dari 120 Juta Wajib Pajak di Indonesia, ternyata hanya 12 Juta yang memiliki NPWP. Karena itu, ia berharap kerja sama yang baik dengan Pemda untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Menyinggung soal penerimaan pajak tingkat Kanwil yang membawahi 3 Propinsi, Eddi mengatakan bahwa target 2008 sebesar Rp 4,1 Triliun berhasil diraih. Ia berharap, sukses Tahun 2008 itu juga terulang pada 2009 yang ditarget Rp 5,1 Triliun.

Dari rencana sebesar itu, hingga posisi Oktober 2009 sudah berhasil direalisasi sebesar Rp 3,5 Triliun. Karena itu, diperlukan kerja sama yang baik dengan Pemda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar target yang dibebankan Negara bisa tercapai sebab pajak yang diterima akan dikembalikan untuk membiayaan pembangunan.

Raih Penghargaan Pajak


Tiga kecamatan di Kabupaten Bantaeng masing-masing Kecamatan Bissappu, Bantaeng dan Kecamatan Tompobulu berhasil meraih piagam penghargaan dari Kanwil Pajak SulSel, SulBar dan SulTra. Selain 3 kecamatan tersebut, Ditjen Pajak juga memberikan piagam penghargaan kepada tiga Kelurahan yakni Kelurahan Bonto Jaya, Kelurahan Bonto Manai dan Kelurahan Bonto Atu di Kecamatan Bissappu serta Desa Baji Minasa Kecamatan Gantarang Keke, Desa Bonto Lojong di Kecamatan Ulu Ere dan Desa Bonto Loe di Kecmatan Bissappu.



Penyerahan penghargaan dilakukan Kepala Kanwil DJP SulSel, SulBar dan SulTra (Drs. Eddi Setiadi, Msi) bersama Sekda (H. Syamsuddin) dan Kepala Kantor Pajak Pratama Bantaeng (Junaedi) pada Sosialisasi Perpajakan dan Pemberian Penghargaan di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, tepatnya hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Junaedi, penghargaan diberikan atas prestasi yang diraih dalam penerimaan pajak (PBB). Kecamatan, Kelurahan dan Desa tersebut menerima PBB di atas target rata-rata dan diraih sebelum tanggal jatuh tempo.

Menurut Junaedi, Kecamatan Bissappu merampungkan penerimaan pajaknya 15 September 2009 dengan total peneriman 102,94 %, disusul Kecamatan Bantaeng yang merampungkan penerimaan pajaknya 30 September 2009 dengan total 100,90 % serta Kecamatan Tompobulu yang rampung 8 Oktober 2009 dengan jumlah 103,46 %. Pada tingkat Kelurahan, Bonto Jaya merampungkan penerimaan pajaknya 15 Mei 2009 dengan jumlah 104,47 %, sedang Kelurahan Bonto Manai dan Bonto Atu masing-masing di Kecamatan Bissappu berhasil merampungkan penerimaan pajaknya 12 Juni 2009. Bonto Manai menerima 102,35 %, sementara Bonto Atu menerima 101,71 %.

Untuk tingkat Desa jelas Junaedi, Desa Baji Minasa Kecamatan Gantarang Keke merampungkan penerimaan pajaknya 30 Mei 2009 dengan jumlah 109,26 %, disusul Desa Bonto Lojong di Kecamatan Ulu Ere yang rampung 12 Juni 2009 dengan nilai total 130,12 % dan Desa Bonto Loe di Kecamatan Bissappu rampung 30 Juli 2009 dengan total 102,02 %.

Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Bantaeng mengakui, salah satu sumber keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) berasal dari pendapatan Dana Perimbangan berupa Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Sumber Daya Alam, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Meski begitu, jika dilihat struktur pendapatan daerah ini dalam kurun waktu lima tahun terakhir, maka porsi terbesar dari pendapatan tersebut masih bersumber dari DAU. Sementara sumber pendapatan dari bagi hasil pajak, jumlahnya masih kecil. Namun, tetap menunjukkan adanya kenaikan dari tahun ke tahun.

Adanya peningkatan pendapatan bagi hasil pajak itu patut disyukuri karena hal ini menggambarkan adanya dinamika kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu, kita berharap, sumber pendapatan daerah itu tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari dana perimbangan, tapi hendaknya dibarengi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), urainya.

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Peringatan Hari Sumpah Sumpah Pemuda ke-81


Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 berlangsung khidmat. Upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin) dengan Komandan Upacara Syahrul Bayan dari KNPI tersebut diwarnai defile pakaian adat dari 33 Propinsi di Indonesia. Defile tersebut diperagakan siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng. Upacara tersebut juga ditandai penaikan Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945 dan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia.



Gubernur Sulsel (H. Syahrul Yasin Limpo) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun ini sangat bersejarah dan memberikan inspirasi serta motivasi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Melalui peringatan ini, kita dapat mengenang kembali tekad Pemuda Indonesia saat itu yang mengikrarkan komitmen Persatuan dan Kesatuan bangsa yakni Satu Tanah Air Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa Bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.

Masih menurut Gubernur Syahrul Yasin Limpo, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga bertepatan dengan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional dan 11 tahun Reformasi. Tiga momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia saat ini dipelopori oleh Pemuda pada zamannya. Berdirinya pergerakan Budi Utomo merupakan awal penyemaian nilai-nilai kebangsaan dan tumbuhnya kesadaran untuk memikirkan nasib bangsanya. Sumpah Pemuda merupakan momentum yang telah membangun komitmen kolektif bangsa untuk bersatu dan mengembangkan jiwa nasionalisme di tengah-tengah hegemoni kolonialisme penjajah.

Reformasi yang digagas oleh para mahasiswa., tambahnya lagi merupakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang telah terjadi selama era Orde Baru menuju era yang lebih demokratis, memperkuat supremasi hukum dan pengelolaan Negara yang lebih akuntabel. Tiga momentum sejarah ini, penting untuk kembali direnungkan dan direaktualisasikan agar semangat yang tekandung di dalamnya dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh bangsa. Gubernur SulSel mengajak pemuda di daerah ini memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk mewujudkan program unggulan SulSel seperti pelaksanaan Go Green dan program lain yang mampu mendukung dan menjadikan SulSel sebagai propinsi yang terbaik di Indonesia.

Tuesday, October 27, 2009

UU Lantas & Angkutan Jalan 2009


Setelah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 26 Mei 2009 lalu, maka dengan sendirinya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak berlaku lagi.



Ada banyak hal yang diatur dalam Undang-Undang yang baru ini. Dari hasil bincang-bincang dengan Kasat Lantas Polres Bantaeng dengan Tim Ambae.exe beberapa waktu lalu, beliau mengungkapkan seperti ini :
1. Wajib menyalakan lampu d'siang hari (Light On), bahkan katax k'depanx neh...kendaraan yang akan d'produksi wajib menetapkan STOP KONTAK pd lampu langsung menyala saat KUNCI KONTAK dihidupkan

2. Batas minimal usia pembuatan SIM C (motor) dinaikkan dari 16 tahun menjadi 17 tahun

3. Pengguna jalan yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak dapat mengajukan tuntutan kepada Penyelenggara Jalan

4. Belok kiri di persimpangan yang ada lampu merahnya tidak lagi boleh langsung kecuali ada rambu yang memperbolehkan

5. Uji tipe kendaraan bermotor dapat dilakukan di bengkel umum yang telah mendapat ijin

6. Adanya batas maksimal tingkat kebisingan knalpot

7. Pengguna sepeda dan penjalan kaki harus diutamakan

8. Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dikoordinasikan oleh POLRI

Ada lagi yang hebat, Undang-Undang ini juga mengatur tentang pendidikan berlalu lintas. Jadi nantinya, materi disiplin lalu lintas akan masuk ke kurikulum sekolah.

Ingin mendapatkan dan memahami Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, download disini.

Monday, October 26, 2009

Ketua DPRD Bantaeng yang baru


Setelah menjalankan tugas sebagai Ketua Sementara DPRD Bantaeng sejak Agustus 2009, Hj. Novrita A. Langgara akhirnya ditetapkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng secara definitif setelah dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (M. Zainal Arifin, SH). Bersama tokoh wanita Partai Golkar itu, juga dilantik Darwis,SE (PAN) dan Ir. Alim Bahri L. Tana (Demokrat) sebagai Wakil Ketua.



Pelantikan dalam paripurna istimewa yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, tepatnya Senin, 26 Oktober 2009 tersebut disaksikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati (H. A. Asli Mustadjab), Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin), para tokoh masyarakat dan LSM di daerah berjuluk Butta Toa ini. Bupati Bantaeng pada kesempatan itu berharap, proses pelantikan yang cukup panjang dan memakan energi berdampak pada mantapkan sinergitas semua pihak untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan interpretasi terhadap peran dan fungsi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng. Sehingga harapan untuk mewujudkan kemandirian di daerah ini secara PERLAHAN TAPI PASTI akan terwujud.

Ini penting karena berbagai tugas pasca pengambilan sumpah ini telah mendesak untuk segera dibahas bersama, terutama persiapan pembahasan APBD 2010 yang merupakan instrument utama penggerak roda perekonomian daerah, jelas Nurdin Abdullah. Mengutip data BPS 2009, Bupati Bantaeng mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini hingga akhir 2008 mencapai 6,73 %. Angka ini merupakan angka tertinggi pasca krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1998. Satu hal yang penting kita cermati dan syukuri, tambah Bupati Bantaeng meski ekonomi global melanda banyak wilayah khususnya kawasan Asia, namun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Bantaeng.

Ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah ini yang mengalami perubahan yang cukup signifikan pada hampir semua sektor. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama harmonis antar semua pihak termasuk legislatif dan stakeholder lainnya dalam menyusun dan menetapkan agenda pembangunan yang secara makro telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis. Namun, disisi lain, melalui agenda pembangunan ke depan kita mulai mengarahkan ke perekonomian mikro rumah tangga dan pemerataan kesejahteraan mengingat masih banyak kantong-kantong kemiskinan di daerah ini yang perlu perhatian dan penanganan serius. Dalam kondisi tersebut, Nurdin percaya anggota dewan telah memiliki grand desain masing-masing untuk menjadikan Bantaeng sebagai primadona di bagian selatan SulSel.

Sunday, October 25, 2009

Juara I misseng Petenis na Bantaeng


Satu lagi prestasi Petenis Junior asal Bantaeng terukir di Kancah pertenisan di tingkat Nasional, setelah menjuarai Bakrie Master 2009 di Jakarta yang digelar hingga Minggu, 25 Oktober 2009. Setelah melakukan Road Show selama 3 minggu di Vietnam dan Malaysia (Akhir September hingga 20 Oktober 2009), yang mana Adim hanya mampu lolos hingga Final Kualifikasi di ITF Vietnam International Junior Championship, Ho Chi Minh, Vietnam dan ITF Malaysia International Junior Championship, Malaysia.



Kedua Pertandingan ini adalah merupakan program tanding Adim yang telah diberikan oleh pelatih Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali yang harus diikuti agar target menjadi juara Asia dapat terpenuhi, paparnya. Adim, panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan (KU 16 Th) menjadi unggulan pertama pada turnamen yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pengusaha Sukses, Mantan Menkosra Kabinet Bersatu Jilid I, Abu Rizal Bakrie. Pada turnamen Bakrie Master 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2009 bertempat di Lapangan tenis
Rasuna Said Jakarta.

Adim yang kini berada pada peringkat Top 8 KU 16 Thn memperlihatkan ketangguhannya di KU 16 Tahun setelah tampil menjadi Juara. Setelah mengalahkan lawan-lawannya masing-masing M. Lutjfi dari Bandung dengan skor 6-3, 6-3. Selanjutnya melawan Deda Kresna dari Kalsel dengan skor 6-3, 6-1. Lawan ketiga Ekky Hamzah juga menang dengan skor 4-6, 7-5 (10-6). Lawan keempat yakni Ibrahim Unggulaga dari Surabaya dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan yang terakhir mengalahkan Nyoman Cahyadi dari Bali dengan skor 6-3, 4-6,10-4.

Bakrie Master 2009 ini, juga turut hadir menyaksikan keberhasilan Adim, Abu Rizal Bakrie, para panitia dan peserta Bakrie Master. Seluruh peserta diberikan fasilitas menginap gratis di Hotel Century Jakarta. Untuk Kelompok Umur 16 tahun berjumlah 8 orang dan total atlit yang berlaga di semua kelompok umur adalah 40 orang. Dan ini merupakan ajang para petenis terbaik Nasional. Dari keberhasilan Adim yang kesekian kalinya ini, telah mendapat tanggapan positif dan mendukung penuh oleh Ketua DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Dimana dalam penyampaiannya kepada Pengelola dan Pelatih Bantaeng Tennis Camp mengatakan, “Sangat berharap banyak terhadap prestasi Adim, karena ini merupakan aset Daerah yang paling berprestasi dan perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemkab. Bantaeng. Dan berjanji akan berbicara khusus dengan Bupati Bantaeng, agar Adim tetap membela nama daerah Bantaeng di tingkat Nasional, Asia maupun InterNasional”.

Tanggapan Ketua DPRD Bantaeng mendapat respon balik dari Pengelola Bantaeng Tennis Camp yang juga sekaligus Kabid. Pembinaan Prestasi KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) dalam releasenya mengatakan bahwa “Kami merasa bersyukur atas tanggapan yang baik ini, dan kami juga akan kembali melakukan review atas program latihan buat anak-anak kami yang lain. Yang sekarang harus dilakukan adalah pembenahan sistem latihan buat kader setelah Adim. Kami punya atlit tenis yang juga potensial seperti Nur Oktafianti yang kini wakili SulSel pada POPNAS Oktober 2009 di Yogyakarta. Demikian pula Fauziah Azis, Azima Faradina dan Yaumil Iswan”.

Friday, October 23, 2009

Kelangkaan Minyak Tanah di Bantaeng


Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kabupaten Bantaeng diduga kuat akibat adanya perdagangan antar daerah, terutama ke daerah tetangga. Perdagangan antar daerah itu dilakukan menyusul tingginya harga minyak tanah di daerah tetangga akibat pencabutan subsidi.



Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi lintas sektor yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Bantaeng pada hari Jumat, 23 Oktober 2009. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) tersebut dihadiri Asisten II (Zainuddin Tahir), Kadis Perindag (Abd. Rasyid), Kasat Polisi Pamong Praja (Abdi Sam), Polres, Kodim dan Camat se-Kabupaten Bantaeng. Wakil Bupati Bantaeng berharap unsur terkait mewaspadai perdagangan antar daerah tersebut dengan menjaga setiap perbatasan. Kita juga tidak ingin ada jatah dari daerah lain yang masuk ke daerah kita, urainya.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian (Asrudddin) pada kesempatan itu mengungkap, jatah minyak tanah Kabupaten Bantaeng dari Pertamina sebelum konversi mencapai 270 Kilo Liter (KL) perbulan dengan harga eceran (HET) Rp 3.500/liter. Sementara di daerah tetangga (Kabupaten Jeneponto) harga minyak tanah sudah dua kali lipat karena di daerah itu sudah dilakukan pembagian tabung dan kompor gas untuk konversi minyak tanah ke gas. Akibat kenaikan harga itulah yang diduga menjadi sumber hilangnya minyak tanah di Bantaeng sebab pedagang maupun masyarakat biasa cenderung membawa minyak tanahnya ke Jeneponto, urainya.

Menjawab pertanyaan, Asruddin mengatakan dengan konversi minyak tanah ke gas yang segera dilakukan di kabupaten berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini, Pertamina juga akan mengurangi jatah minyak tanah Bantaeng. Karena itu, akan dibentuk tim terpadu yang melibatkan unsur kepolisian (Polres), Kodim, Satpol PP, Disperindag dan unsur terkait lainnya sebagai antisipasi hilangnya minyak tanah dan pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas di daerah ini. Kita berharap, tim terpadu akan bekerja mulai Senin pekan depan agar tidak ada lagi spekulasi dari masyarakat maupun pedagang yang ingin meraih keuntungan yang lebih besar, tambahnya.

Ditanya mengenai sanksi yang akan diberikan bila ditemukan bukti penyimpangan di lapangan, Kabag Perekonomian Pemkab. Bantaeng itu mengatakan, bila pedagang yang melakukan pelanggaran, izin usahanya akan dicabut dan tidak tertutup kemungkikan akan di proses pihak berwajib.

Wednesday, October 14, 2009

Jempol 4 Bupati Bantaeng


Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Bantaeng memberi acungan jempol kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) atas upaya yang dilakukan sehingga sejumlah proyek bernilai puluhan miliar yang dibiayai APBN masuk ke daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Novrita Langgara) usai melakukan peninjauan ke sejumlah MEGA PROYEK di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini pada hari Rabu, 14 Oktober 2009 mengatakan, Bantaeng di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah kini sangat membanggakan.



Kami sangat kagum, dalam tempo setahun kepemimpinannya, Bantaeng banyak mengalami perubahan, tandas Novrita Langgara. Ia kemudian mengemukakan dukungan dewan terhadap kepemimpinan Bupati. Selama pembangunan yang dilakukan itu berpihak kepada rakyat, kami di dewan akan terus memberikan dukungan, tambah wakil rakyat dari Partai Golkar itu. Ia juga mengemukakan pentingnya melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan untuk memantapkan pengawasan. Kami berharap, Camat dan Lurah juga dilibatkan dalam pengawasan agar jauh lebih baik karena kita ingin pembangunan yang berkualitas agar bisa dinikmati turun-temurun, tandas Novita yang dibenarkan Darwis, ST (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng).

Wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, gebrakan yang dilakukan Bupati Bantaeng merupakan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami di dewan akan mengawal program bupati untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng sekaligus menjadikan daerah ini menjadi daerah jasa di bagian selatan SulSel, urainya. Darwis mengakui, sejumlah proyek yang sedang berjalan itu terkesan mendadak dimata masyarakat sebab Nurdin yang baru saja memimpin Bantaeng bisa langsung membangun. Begitu dilantik, dia langsung tancap gas. Begitulah, karena pak Bupati memiliki jaringan yang luas. Dan itu sangat kami syukuri sebab bila hanya mengandalkan APBD tak mungkin mega proyek tersebut bisa dibangun di Bantaeng, tuturnya.

Mega proyek yang ditinjau anggota komisi gabungan DPRD Kabupaten Bantaeng meliputi pembangunan jalan akses pelabuhan yang menyusuri pantai selepas perbatasan Kabupaten Jeneponto. Para wakil rakyat berbagai fraksi itu juga menyaksikan proyek revitalisasi pantai untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu dan sejumlah fasilitas umum di kawasan Pantai Seruni. Dari Pantai Seruni, anggota DPRD menyaksikan pembangunan Cekdam Balang Sikuyu di Kecamatan Bantaeng. Cekdam multi fungsi tersebut tak hanya menjadi pengendali banjir pada musim hujan, tapi juga menjadi tempat menyimpan air pada musim kemarau sekaligus menjadi tempat rekreasi dan pengembangan ikan air tawar.

Sungai Balang Sikuyu, terang Bupati Nurdin Abdullah selama ini menjadi penyebab banjir di Kota Bantaeng karena dialiri delapan anak sungai. Karena itu, dengan pembangunan Cekdam, banjir yang menjadi langganan tahunan diharapkan sudah bisa dialihkan menjadi cadangan air pada musim kemarau melalui fasilitas yang dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 14 Miliar tersebut. Untuk memberikan alternatif rekreasi kepada masyarakat, Pemda Bantaeng juga menggenjot pembangunan fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu di Kecamatan Pa’jukukang. Tempat rekreasi pantai tersebut akan dilengkapi fasilitas gazebo, ruang pertemuan, hall dan berbagai fasilitas lainnya yang diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat yang senang rekreasi pantai, urainya.

Selain itu, tambah Nurdin yang didampingi Asisten II (Zainuddin Tahir), Kepala Bappeda (H. M. Yasin, MT), unsur Muspida dan sejumlah pejabat lainnya, kehadiran fasilitas rekreasi ini juga diharapkan menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), urainya kepada para wakil rakyat dari berbagai fraksi tersebut. Menyinggung soal petani rumput laut, Bupati Bantaeng mengatakan akan dilakukan penataan sejauh 350 Meter ke depan. Penataan dalam bentuk sonasi tersebut juga akan memberikan kemudahan para petani rumput laut mengganti pelampung yang lebih baik. Dengan penataan itu, tak ada lagi pelampung dalam bentuk botol yang terkesan kumuh karena akan diganti dengan pelampung berwarna warni dan menimbulkan cahaya pada malam hari sehingga pantai akan terlihat lebih indah, terang Bupati Bantaeng.

Monday, October 12, 2009

Bangun IPA PDAM

Pembangunan fasilitas air bersih dalam bentuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dimulai. Sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas bernilai Rp 12 Miliar tersebut. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Senin, 12 Oktober meletakkan batu pertama di lokasi proyek tepatnya di Desa Barua Kecamatan Eremerasa.



Peletakan batu pertama itu disaksikan Direktur Utama PDAM Bantaeng (H. Abd. Azis), Direktur PT. Bahana Cipta, kontraktor pelaksana pembangunan (Yohanis Sumilat), Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin) dan unsur Muspida serta undangan lainnya. Proyek yang menggunakan dana Desentralisasi Fiskal 2009 ini akan dilengkapi kantor pengelola berukuran 60x60 M2 serta jaringan pipa sepanjang 13 Kilometer. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Bahana Cipta, jelas Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kab. Bantaeng yang diwakili Iskandar.

Bupati Bantaeng berharap, fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ini dapat berjalan sesuai rencana agar masyarakat menikmati fasilitas air bersih, terutama yang bermukim di Kecamatan Pa’jukukang. Agar fasilitas ini berfungsi baik, ia berharap kepada masyarakat yang berada di hulu agar tetap memelihara tanaman sedang bagian yang tandas sedapat mungkin segera ditanami untuk menjaga ketersediaan air.

Bila air tetap tersedia, maka proyek ini akan bermanfaat dalam jangka waktu lama. Begitu pula sebaliknya, bila sumber airnya tidak ada maka proyek ini tak akan belangsung lama, urainya seraya mengemukakan pentingnya menjaga sumber air karena 80 persen metabolisme tubuh manusia digerakkan oleh air. Masih menurut Bupati Bantaeng, meski fasilitas ini belum bisa memenuhi harapan seluruh masyarakat, namun kehadiran IPA menyelesaikan satu persoalan. Pemda juga sedang membangun Cekdam pengendali banjir di Balang Sikuyu, Kelurahan Karatuang.

Cekdam multi fungsi tersebut akan menggenangi areal seluas 10 Ha, jelas Nurdin Abdullah sembari mengungkap proyek revitalisasi pantai untuk areal pengembangan Kota Bantaeng. Khusus untuk memperlancar transportasi, tahun ini juga dibangun jalan nasional dari Kota Bantaeng ke Bulukumba serta dari Jeneponto ke Bantaeng. Proyek jalan tersebut diharapkan selesai tahun 2010 mendatang.

Sunday, October 11, 2009

Jangan Bangun Kepalsuan

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengingatkan jajarannya untuk tidak membangun sebuah kepalsuan karena hanya akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tampilkan apa adanya agar mendapat koreksi sehingga bisa diperbaiki kekurangannya sebab penghargaan bukanlah tujuan utama. Kalaupun ada penghargaan, itu untuk masyarakat, pintanya pada penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Kecamatan Pa’jukukang.



Penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut dilakukan tim penilai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 yang dipimpin Dr. Mappatoba dari Dinas Kesehatan Propinsi SulSel. Kedatangan tim berjumlah 5 orang itu disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) dan pengurus organisasi wanita di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut. Bupati Bantaeng mengatakan, dari sisi infrastruktur daerah ini masih memiliki keterbatasan. Meski begitu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten telah menjabarkan fungsi Puskesmas yang diharapkan akan menyebar hingga ke tingkat desa (Puskesmas Pembantu).

Bila pelayanan kesehatan sudah tersebar hingga ke tingkat desa, tidak perlu semua penderita langsung ke rumah sakit karena pertolongan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. Dengan begitu, terang Nurdin, kita akan mengubah paradigma dari hospital based menjadi community based. Selain Puskesmas, Bantaeng juga membangun Posko Penanganan Bencana yang dilengkapi fasilitas kendaraan Ambulance siaga.

Untuk antisipasi dini, Desember 2009 akan diresmikan fasilitas tanggap darurat. Di lokasi ini sudah ada PMI, Sosial, Pemadam Kebakaran dan dokter yang akan menangani operasi kecil di atas mobil Ambulance. Ia kemudian memuji Kecamatan Pa’jukukang yang memiliki tingkat kematian ibu hamil yang paling rendah (nol) dibanding kecamatan lainnya, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Bantaeng. Sebagai antisipasi perkembangan ke depan, Rumah Sakit Bantaeng yang kini memasuki usia 80 tahun kini dilengkapi sejumlah dokter ahli. Sebelumnya, Rumah Sakit ini meminjam dokter bila ada penanganan darurat.

Bupati Bantaeng berharap, 2010 akan diletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah sakit modern di kawasan selatan Sulsel. Rumah sakit internasional berlantai 5 yang juga diharapkan menjadi tourism hospital ini dibangun di atas lahan hasil revitalisasi pantai. Ini dilakukan untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat, urainya. Sebelumnya, Ketua Tim Penilai GSI SulSel menguraikan pelaksanaan kegiatan penilaian untuk merangsang masyarakat melakukan gerakan kesehatan sehingga kita dapat mengurangi kecelakaan bagi ibu-ibu hamil. Ia mengakui, data menunjukkan, kematian ibu hamil masih lebih tinggi terjadi di rumah sakit, terutama di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang tingkat akumulasi kematian ibu hamilnya masih tinggi. Melalui kegiatan Gerakan Sayang Ibu, ia berharap, kecenderungan tersebut bisa ditekan serendah mungkin untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik, tandasnya.

Tingkatkan Pelayanan RSUD Bantaeng

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng kini dilengkapi fasilitas VIP Kebidanan dan Kandungan. Kedua fasilitas tersebut diresmikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009. Peresmian tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) disaksikan Bupati Bantaeng, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Kes) dan undangan lainnya.



Bupati Bantaeng berpesan kepada jajaran rumah sakit agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan sampai ruangannya sudah VIP, namun pelayanannya masih setara dengan bangsal, pintanya. Bupati juga mengemukakan rencana pembangunan rumah sakit yang lebih representative yang diharapkan menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan SulSel. Rumah sakit yang dibangun di atas lahan revitalisasi ini juga diharapkan menjadi tourism hospital. Karena itu, ia berharap tenaga medis dan dokter yang ada di rumah sakit tersebut agar lebih mempesiapkan diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Kita berharap, ada orang yang begitu melihat laut dan gunung, penyakitnya sudah sembuh, tandas Nurdin yang mengatakan, pembangunan rumah sakit berlantai 5 tersebut akan segera dimulai.

Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu mengatakan, pembangunan fasilitas ruang VIP untuk Kebidanan dan Kandungan dimaksudkan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Menyinggung soal masih tingginya angka kematian ibu, ia mengatakan, antara lain akibat ketersediaan darah. Karena itu, rumah sakit ini juga akan segera dilengkapi fasilitas bank darah (transfusi darah). Fasilitas tersebut kini dalam tahap pembangunan dan diharapkan dalam waktu singkat sudah bisa digunakan. Tentang ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengendalikan peralatan tersebut. Bapak Direktur mengatakan, telah mengirimkan personil mengikuti pendidikan dan latihan di Bali.

Diklat di Bali dimaksudkan agar pelayanannya juga bisa seramah masyarakat Bali yang sudah biasa menerima wisatawan. RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu juga telah dilengkapi peralatan USG 3 dimensi yang memungkinkan pemeriksaan menyeluruh.

Saturday, October 10, 2009

Sosialisasi RPJP Kab. Bantaeng 2005-2025


RPJPD Kab. Bantaeng 2005-2025 disosialisasikan. RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Kabupaten Bantaeng Tahun 2005-2025 telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2009 Kabupaten Bantaeng. RPJPD ini disosialisasikan sebagaimana didasari oleh UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah.



Sebagaimana dikemukakan oleh Panitia Pelaksana Mappanyompa (Kabid Penelitian dan Statistik Bappeda Kab. Bantaeng) bahwa sosialisasi RPJPD Kab. Bantaeng ini ditetapkan untuk jangka waktu dua puluh tahun ke depan (2005-2025) agar semua stakeholder dan masyarakat Kab. Bantaeng dapat mengetahui dan sekaligus dijadikan pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan daerah sesuai dengan visi, misi dan arah pembangunan yang disepakti bersama, sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh para pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif dan berkelanjutan.

Sosialisasi ini di buka oleh Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini diikuti secara saksama khususnya Dinas Kesehatan, Badan KB dan Dinas PUK. Karena ini menyangkut dengan kehidupan masyarakat Bantaeng mendatang. Harapannya tidak diwakili, sehingga harapan dari RPJPD ini betul-betul dapat menyentuh apa yang menjadi tujuannya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita dan berlangsung hanya sehari. Adapun yang menjadi peserta Sosialisasi adalah Kepala SKPD, Camat, Lurah, Desa, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Berlangsung secara panel oleh Tim Penyusun RPJPD Kab. Bantaeng yang berasal dari UNHAS (Prof. Munir) dan Kepala Bappeda Kab. Bantaeng (H. M. Yasin).

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) menyimak betul apa yang disampaikan oleh para panelis. Begitu pun berbagai tanggapan, saran dari berbagai pihak terhadap substansi yang disampaikan oleh masing-masing panelis. Selain itu, para peserta dibagikan leaflet dan buku Perda Nomor 6 Tahun 2009 dimaksud. Semoga ini bisa menjadi arahan dan pedoman untuk pembangunan nantinya, sehingga menjadikan Bantaeng sebagai Wilayah Terkemuka dengan berbasis kemandirian lokal, ujar salah seorang peserta sosialisasi.

Thursday, October 01, 2009

Bakal...>>>Kena Sanksi


Sejumlah tenaga pengajar (guru) dan tenaga kependidikan di Kabupaten Bantaeng terancam kena sanksi kedisiplinan. Sanksi tersebut akan diberikan karena yang bersangkutan tidak menjalankan kewajibannya pada hari pertama masuk sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Bantaeng (Hj. Sinasari) pada hari Kamis, 1 Oktober 2009 tadi siang mengakui, pihaknya telah mendapat laporan dari para pengawas yang melakukan pemantauan pada hari pertama masuk sekolah.



Pada awal sekolah tersebut, Kadis Dikpora bersama sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Cabang Dinas serta para pengawas melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah sekolah untuk melihat kehadiran para pendidik dan tenaga kependidikan di wilayahnya masing-masing. Dari hasil pantuan itu ditemukan sejumlah guru yang belum melaksanakan tugas. Karena itu, Dinas Dikpora akan menindak lajuti laporan tersebut dalam bentuk surat teguran dan sanksi.

Kami akan menindak lajuti laporan tersebut dalam bentuk surat teguran dan sanksi kepada oknum tenaga pengajar maupun tata usaha yang tidak disiplin, terang Hj. Sinasari. Tentang rehabilitasi sejumlah sekolah dasar di daerah ini, Kadis Dikpora Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, hingga kini pembangunan fisik sudah mengalami kemajuan. Insya Allah dalam waktu singkat seluruh sekolah yang mendapat rehabilitasi kelas maupun pembangunan kelas baru sudah bisa dimanfaatkan, ujarnya.

Untuk tahun 2009, sebanyak 72 unit sekolah (16 di Kecamatan Bantaeng) mendapat anggaran rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru. Rehabilitasi dilakukan terhadap sejumlah kelas yang sudah tidak layak, tandasnya.

Saturday, September 12, 2009

Rembuk melalui BUMDes


Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang segera dibentuk disetiap desa di Kabupaten Bantaeng akan bertindak sebagai penyangga kebutuhan masyarakat desa. Bila masyarakat desa, khususnya petani membutuhkan sesuatu, termasuk pupuk dan Saprodi, BUMDes bisa menjadi penyangga, terang Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada pertemuan informal dengan masyarakat Kecamatan Sinoa pada hari Sabtu, 12 September 2009.
Pertemuan yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi langsung dari masyarakat tersebut dilangsungkan di Aula Kecamatan Sinoa. Bupati menjelaskan, kehadiran BUMDes diharapkan memudahkan masyarakat agar dapat menggerakkan ekonomi pedesaan. Dengan begitu, selain dana Rp 1 Miliar yang digelontorkan ke desa, melalui BUMDes yang tahap awal juga diberi modal kerja Rp 100 juta itu akan banyak membantu masyarakat memenuhi kebutuhan petaninya.



Masih menurut Nurdin Abdullah, untuk menggerakkan ekonomi desa tersebut, Pemda juga akan segera memperluas jalan akses ke pusat pengembangan tanaman apel dan strawberry (kawasan wisata agro) di Kecamatan Ulu Ere. Jalan akses tersebut dengan badan jalan seluas 12 Meter. Dengan luas jalan seperti itu, mobil bis pariwisata diharapkan sudah bisa menjangkau kawasan agrowisata tersebut dengan baik. Dengan begitu, masyarakat yang berada di sepanjang jalur bisa menjajakan sejumlah penganan untuk pengunjung. Menjawab permintaan masyarakat untuk dibangunkan Cekdam untuk cadangan air, Nurdin Abdullah mengaku akan tetap berupaya mencari solusi pembangunan tanpa memberatkan APBD.

Ia kemudian menyebut sejumlah proyek yang sedang berjalan dan tidak menggunakan APBD Kabupaten Bantaeng. Proyek yang sudah berjalan itu masing-masing pembangunan Cekdam Balang Sikuyu bernilai Rp 14,5 miliar, Proyek Perluasan Pembangunan RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu bernilai Rp 200-an juta, proyek pembangunan IPA Barua Rp 12 miliar dan sejumlah proyek lainnya seperti pengembangan tempat wisata Korong Batu dan wisata Agro apel dan strawberry. Menurut warga, untuk mengatasi kesulitan air bersih dan air untuk pertanian pad amusim kemarau seperti sekarang, Pemda sebaiknya membangun Cekdam di Kecamatan Sinoa. Pembangunan Cekdam tersebut akan bermanfaat mengatasi banjir pada musim hujan dan cadangan air pada musim kemarau sebab Sinoa berbatasan langsung dengan Kota Bantaeng.

Warga di kecamatan itu juga bermaksud mengembangkan tanaman lengkeng dan duku yan dinilai cocok. Beberapa petani kini sudah mengembangkan tanaman tersebut di Desa Bonto Maccini Kecamatan Sinoa. Selain kedua jenis komoditas tersebut, masyarakat juga berminat mengembangkan tanaman alpukat. Kalau di Kecamatan Ulu Ere tidak cocok yang ditandai habisnya tanaman tersebut akibat terserang hama, biarlah masyarakat Sinoa yang kembangkan agar tidak punah, pinta masyarakat.

Bupati menyambut baik keinginan masyarakat untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman yang cocok di kecamatan itu. Sangat baik, seandainya setiap kecamatan memiliki keunggulan sendiri-sendiri, tuturnya. Untuk mewujudkan hal itu, bupati meminta kepada Camat Sinoa (Faizal) agar segera membuat grand skenario pemetaan lahan setiap desa dan potensinya. Dengan begitu, Pemda lebih mudah mengidentifikasi jenis tanaman yang dapat dikembangkan.

Bila perlu, Pemda mendatangkan ahlinya agar dapat memfasilitasi petani melakukan penanaman yang benar, terang Nurdin seraya mengingatkan agar dalam melakukan penanaman tersebut, masyarakat tani hendaknya menghindari penggunaan pupuk kimia karena akan merusak hara tanah. Gunakan pupuk organik yang ada disekitar kita. Ini lebih baik karena kita mengarah ke pertanian organisasi sepeti yang sudah dibuktikan pada penanaman padi system legowo-21, tandasnya.

Tuesday, August 18, 2009

Runner Up in Malaysia


Prestasi petenis Junior asal Bantaeng yang kini telah berkiprah di Kabupaten Bogor, terus mengukir prestasinya di tingkat Nasional dan Asia. Setelah menjuarai Kejurnas Blitar-BRI Seri dan Pekalongan Bakrie Serie pada awal Agustus 2009 lalu, Adim panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan melanjutkan lawatannya ke Under 14 Th Asia di Malaysia.



Adim yang kini telah mewakili Kabupaten Bogor, membuktikan dirinya sebagai petenis Junior asal Bantaeng dengan segudang prestasi yang memiliki ketangguhan untuk selalu mau berbuat yang terbaik. Pada kejuaraan Under 14Th Asia yang digelar di Malaysia, pada tanggal 13-16 Agustus 2009, berhasil lolos ke Final setelah mengalahkan petenis Junior Asia asal China Taipe dengan skor 6-4, 7-6 (3). Di
Babak final, Adim melawan Chun Hun Wong dari Hongkong. Pertandingan babak final ini, memerlukan tenaga yang besar sehingga seluruh strategi telah ditumpahkan, dimana dihari tersebut adalah satu hari menjelang Hari Kemerdekaan RI Ke-64, Namun sayang, Adim harus mengakui kekalahan dari Chun Hun Wong dari Hongkong dengan skor dramatis, 6-4, 5-7, 2-6.

Adim dalam kondisi fit pada saat set pertama, namun karena ketangguhan petenis Hongkong tersebut, pada set kedua, Adim sempat unggul dengan skor 5-2, namun harus menerima ketangguhan lawan. Adim telah menunjukkan performance layaknya petenis skala internasional dengan bola-bola yang panjang, keras dan penempatan yang akurat, ujar Ardi Rivali (Pelatih Cibubur Tennis Camp-Bogor) dari Malaysia.

Kami bersyukur, Adim mampu Lolos ke Babak Final dan hanya bisa meraih gelar runner up, sebab kami mengakui potensi Adim sangat besar nantinya, pengalaman ini dijadikan motivasi untuk terus mengoreksi
setiap kesalahan yang diperbuat pada setiap pertandingan. Adim kini berkiprah di Bogor, tapi Insya Allah suatu saat akan kembali ke Bantaeng nantinya, tambah Syahrul Bayan (Pengelola Bantaeng Tennis
Camp).

Adim beserta Tim tenis lainnya, telah kembali ke Tanah Air, kemarin sore. Dan Insya Allah, Adim akan berlibur sejenak di Bantaeng, yang tak lain adalah kampung halamannya, untuk memasuki awal Puasa Ramadhan tahun ini.

Saya kangen dengan kampung halaman dan keluarga serta sekaligus persiapan untuk memasuki awal Ramadhan tahun ini. Saya akan tetap latihan meski bulan ramadhan, ujar Adim sejak dari Malaysia.