Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Makanan. Show all posts
Showing posts with label Makanan. Show all posts

Saturday, December 19, 2009

BONTHAIN of Home Industri


KRIPIK PISANG GARUDA

Beberapa hasil karya orang Butta Toa patut diperhitungkan, khususnya di sektor industri makanan ringan atau lazim disebut CEMILAN.

Lihat produk lainnya di bawah...................



KRUPUK WORTEL BONTO 2


KRIPIK UBI BERKAT


KRIPIK PISANG RAHMAT MULIA


KRIPIK PISANG BERKAT


JAGUNG MARNING GARUDA

Wednesday, October 28, 2009

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Monday, October 26, 2009

Kebutuhan Cina siap dipenuhi Bantaeng


Kabupaten Bantaeng menyatakan siap menjadi penyangga kebutuhan bahan baku hasil pertanian dan perkebunan Cina. Kesiapan tersebut ditandai penandatanganan naskah kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda Bantaeng dan Pemerintah setempat.



Penandatanganan MoU dilakukan di negeri tirai bambu itu, atas undangan Pemerintah Propinsi Guanshy, pekan lalu. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengemukakan hal itu pada pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng periode 2009-2014 yang berlangsung di gedung para wakil rakyat tersebut, tepatnya hari Senin, 26 Oktober 2009. Menurut Nurdin Abdullah, BUMN terbesar yang mengolah hasil pertanian negeri itu ingin mengembangkan usahanya ke Bantaeng. Salah satu jenis usaha yang akan dikembangkan adalah ubi kayu (tapioka). Hasil bumi tersebut akan diolah menjadi methanol, tekstil dan jenis lainnya. Selain pengembangan ubi kayu, perusahaan di bawah bendera Yan Ming Industries juga peduli terhadap penyediaan air bersih dan perdagangan hasil industri lainnya.

Ia berharap, kerjasama saling menguntungkan tersebut bisa diwujudkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja sebab tahap awal produksi ubi tersebut masih akan di ekspor ke Cina. Namun, bila produksinya sudah bisa memenuhi kebutuhan industri, maka industri pengolahannya akan dibangun di Bantaeng, urainya. Nurdin kemudian berharap dukungan dari anggota dewan agar memberikan pengawasan dalam pengelolaan APBD agar berlangsung seefisien mungkin. Ia juga berpesan agar para wakil rakyat memberi perhatian terhadap program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tetap pro-rakyat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita A. Langgara) berjanji akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Meski begitu, ia berharap dukungan dari unsur dewan untuk menunjukkan kerja keras dan komitmen sebab tanpa hal itu, sulit diwujudkan, urainya.

Sunday, October 11, 2009

Jangan Bangun Kepalsuan

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengingatkan jajarannya untuk tidak membangun sebuah kepalsuan karena hanya akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tampilkan apa adanya agar mendapat koreksi sehingga bisa diperbaiki kekurangannya sebab penghargaan bukanlah tujuan utama. Kalaupun ada penghargaan, itu untuk masyarakat, pintanya pada penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Kecamatan Pa’jukukang.



Penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut dilakukan tim penilai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 yang dipimpin Dr. Mappatoba dari Dinas Kesehatan Propinsi SulSel. Kedatangan tim berjumlah 5 orang itu disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) dan pengurus organisasi wanita di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut. Bupati Bantaeng mengatakan, dari sisi infrastruktur daerah ini masih memiliki keterbatasan. Meski begitu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten telah menjabarkan fungsi Puskesmas yang diharapkan akan menyebar hingga ke tingkat desa (Puskesmas Pembantu).

Bila pelayanan kesehatan sudah tersebar hingga ke tingkat desa, tidak perlu semua penderita langsung ke rumah sakit karena pertolongan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. Dengan begitu, terang Nurdin, kita akan mengubah paradigma dari hospital based menjadi community based. Selain Puskesmas, Bantaeng juga membangun Posko Penanganan Bencana yang dilengkapi fasilitas kendaraan Ambulance siaga.

Untuk antisipasi dini, Desember 2009 akan diresmikan fasilitas tanggap darurat. Di lokasi ini sudah ada PMI, Sosial, Pemadam Kebakaran dan dokter yang akan menangani operasi kecil di atas mobil Ambulance. Ia kemudian memuji Kecamatan Pa’jukukang yang memiliki tingkat kematian ibu hamil yang paling rendah (nol) dibanding kecamatan lainnya, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Bantaeng. Sebagai antisipasi perkembangan ke depan, Rumah Sakit Bantaeng yang kini memasuki usia 80 tahun kini dilengkapi sejumlah dokter ahli. Sebelumnya, Rumah Sakit ini meminjam dokter bila ada penanganan darurat.

Bupati Bantaeng berharap, 2010 akan diletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah sakit modern di kawasan selatan Sulsel. Rumah sakit internasional berlantai 5 yang juga diharapkan menjadi tourism hospital ini dibangun di atas lahan hasil revitalisasi pantai. Ini dilakukan untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat, urainya. Sebelumnya, Ketua Tim Penilai GSI SulSel menguraikan pelaksanaan kegiatan penilaian untuk merangsang masyarakat melakukan gerakan kesehatan sehingga kita dapat mengurangi kecelakaan bagi ibu-ibu hamil. Ia mengakui, data menunjukkan, kematian ibu hamil masih lebih tinggi terjadi di rumah sakit, terutama di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang tingkat akumulasi kematian ibu hamilnya masih tinggi. Melalui kegiatan Gerakan Sayang Ibu, ia berharap, kecenderungan tersebut bisa ditekan serendah mungkin untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik, tandasnya.

Tiga Negara pengen kembangkan Bantaeng

Investor dari tiga negara masing-masing dari Korea Selatan, Jepang dan Malaysia bertemu di Bantaeng. Para pengusaha mancanegara itu mengemukakan minat yang berbeda untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Investor Korsel dari kelompok usaha Mirae Tech meminati industri pengolahan biji kapuk sedang investor Malaysia dari Sirim Berhad berminat dalam hal pengelolaan rumput laut.



Berbeda dengan kedua kelompok usaha dari kedua negara itu, pengusaha Jepang akan melakukan survey untuk pengembangan kasawan wisata loka. Kawasan tersebut akan dijadikan daerah peristirahatan untuk orang tua jompo pada musim dingin. Meski para orang tua, namun mereka memiliki keahlian. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) ketika menerima para investor itu di rumah jabatan bupati, tepatnya Sabtu siang 10 Oktober 2009 berharap keahlian mereka dapat dimanfaatkan di Bantaeng agar kita bisa menyerap ilmu dan pengalamannya terutama di bidang kedokteran dan pertanian.

Ia kemudian berharap kepada seluruh masyatakat di kabupaten berjuluk Butta Toa ini agar lebih membuka diri agar investasi lebih bergairah. Masuknya investasi akan membuka lapangan kerja baru. Nurdin kemudian menunjuk investasi di bidang pengolahan ikan milik PT. Global Seafood Internasional Indonesia yang segera beroperasi. Industri pengolahan ikan menjadi surimi untuk ekspor ke Jepang tersebut menyerap tenaga kerja 1000 orang.

Malaysia with Bonthain

Perusahaan dari Negeri Jiran Malaysia (Sirim Berhad) menjajaki kemungkinan pengembangan rumput laut di Kabupaten Bantaeng. Penjajakan tersebut dilakukan dengan melihat langsung potensi rumput laut yang ada di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini.



Untuk maksud tersebut, Kerajaan Malaysia mengutus Senior General Manager Marketing & Business Development Sirim Berhad (Dr. Hj. Abd. Rahim Saad). Vice President Marketing and Business Development Division (Asmadi Md. Said) yang tiba di Bantaeng bersama Ab Azid Hj. Che Ibrahim dari Pusat Pembangunan Usahawan Siswazah Malaysia dan Chief Operating Officer Algaetech Group of Companies (Ed Salman Dato’ Kasim) serta Deputy Vice Chancellor Student Affair & Alumni (Prof. Datuk Dr. Azarae Hj. Idris) menemui Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di rumah jabatan Bupati Bantaeng pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009.

Rombongan dari Malaysia tersebut juga disertai Plant Biotechnology-Plant Protection Universitas Hasanuddin (Prof. Dr. Ir. H. Baharuddin). Para pengusaha Malaysia itu menyatakan minatnya di bidang rumput laut. Tamu dari negeri tetangga itu juga menanyakan kopi, mahoni dan sejumlah potensi perkebunan lainnya yang memungkinkan untuk dikembangkan. Bupati Bantaeng menyambut baik kedatangan delegasi Malaysia yang meminati bidang rumput laut. Menurutnya, potensi rumput laut di Kabupaten Bantaeng tersebar sepanjang 21 Kilometer.

Potensi tersebut segera dibenahi dengan sistem sonasi untuk mencegah kesemrawutan disepanjang pantai. Selain itu, budidaya rumput laut juga akan ditingkatkan agar produksinya bisa bisa lebih baik. Bupati mengakui peningkatan kualitas tersebut terkendala masalah bibit. Oleh karena itu, Pemda Kabupaten Bantaeng membuat green desain pada 8 lokasi yang dibuat penangkaran agar Bantaeng dapat memproduksi bibit sendiri. Soal penataan dengan sistem sonasi, Nurdin Abdulah mengatakan “Penataan dilakukan melalui rekayasa teknologi yang akan dimulai 2010 nanti”. Ia berharap, pengusaha Malaysia itu menanam modal di daerah ini agar daerah ini tak hanya jadi pengekspor, tapi juga dapat membangun industrinya.

Selain rumput laut, Bantaeng juga memiliki dataran rendah yang dimanfaatkan untuk penangkaran bibit padi. Ini dilakukan untuk menjadikan kabupaten berjuluk Butta Toa ini menjadi Kabupaten benih berbasis teknologi. Ke depan, beras Jepang juga akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Negara Matahari Terbit itu. Sedangkan pada dataran tinggi, kini dikembangkan strawberry dan apel selain kentang, sawi, col dan sayuran lainnya yang sudah lama dikenal masyarakat.

Tingkatkan Pelayanan RSUD Bantaeng

Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng kini dilengkapi fasilitas VIP Kebidanan dan Kandungan. Kedua fasilitas tersebut diresmikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009. Peresmian tersebut ditandai pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) disaksikan Bupati Bantaeng, Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M.Kes) dan undangan lainnya.



Bupati Bantaeng berpesan kepada jajaran rumah sakit agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan sampai ruangannya sudah VIP, namun pelayanannya masih setara dengan bangsal, pintanya. Bupati juga mengemukakan rencana pembangunan rumah sakit yang lebih representative yang diharapkan menjadi rumah sakit rujukan di bagian selatan SulSel. Rumah sakit yang dibangun di atas lahan revitalisasi ini juga diharapkan menjadi tourism hospital. Karena itu, ia berharap tenaga medis dan dokter yang ada di rumah sakit tersebut agar lebih mempesiapkan diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Kita berharap, ada orang yang begitu melihat laut dan gunung, penyakitnya sudah sembuh, tandas Nurdin yang mengatakan, pembangunan rumah sakit berlantai 5 tersebut akan segera dimulai.

Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu mengatakan, pembangunan fasilitas ruang VIP untuk Kebidanan dan Kandungan dimaksudkan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Menyinggung soal masih tingginya angka kematian ibu, ia mengatakan, antara lain akibat ketersediaan darah. Karena itu, rumah sakit ini juga akan segera dilengkapi fasilitas bank darah (transfusi darah). Fasilitas tersebut kini dalam tahap pembangunan dan diharapkan dalam waktu singkat sudah bisa digunakan. Tentang ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengendalikan peralatan tersebut. Bapak Direktur mengatakan, telah mengirimkan personil mengikuti pendidikan dan latihan di Bali.

Diklat di Bali dimaksudkan agar pelayanannya juga bisa seramah masyarakat Bali yang sudah biasa menerima wisatawan. RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu juga telah dilengkapi peralatan USG 3 dimensi yang memungkinkan pemeriksaan menyeluruh.

Friday, October 02, 2009

Fermentasi Jerami


Peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani di Kabupaten Bantaeng mendapat pelatihan teknologi fermentasi jerami untuk pakan ternak sapi. Pelatihan tersebut dilakukan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerja sama Pemda Bantaeng dan Universitas Muhammadiyah Makassar.



Ketua Tim Sinergi Pemberdayaan Masyarakat (Sibermas), Suhendra Pancawijaya mengatakan, pelatihan dilakukan untuk menunjang kegiatan peternakan di daerah ini, terutama pada musim paceklik. Dosen nutrisi makanan ternak Fakultas Peternakan Unhas itu mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali diperkenalkan ke peternak ini menggunakan bahan lokal yang banyak tersebar, bahkan cenderung terbuang percuma.

Karena itu, melalui pelatihan, ia beharap peternak di daerah ini dapat menggunakan potensi alam disekitarnya, terutama pada musim sulit seperti sekarang, urainya saat melatih Kelompok Tani Beringin Jaya Desa Borongloe Kecamatan Pa’jukukang, tepatnya hari Jumat tanggal 2 Oktober 2009. Pelatihan tersebut disaksikan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng (Ritha Pasha) dan sejumlah pejabat lainnya. Teknologi sederhana ini dapat meningkatkan nilai gizi pakan, demikian pula mutu dan kualitasnya karena menjadi bahan suplemen terhadap ternak.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, selain jerami padi, petenak juga dapat menggunakan jerami jagung, gulma pada rumput laut atau yang dikenal dengan sango-sango, kulit kakao, biji kapok dan jambu mete. Semua potensi yang banyak di daerah ini dapat digunakan untuk pakan, terang Suhendra yang menyatakan kesiapannya membantu dalam jangka panjang, termasuk pembangunan industri atau sesuai rencana strategis Pemda Bantaeng.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng menyambut baik bantuan teknologi sederhana untuk peternak di wilayah kerjanya. Ia berharap, peternak memberi perhatian serius terhadap pembinaan yang dilakukan tim dari Unhas agar ternak tetap memperoleh pakan yang baik. Agar pelatihan berlangsung dengan baik, Ritha juga meminta kepada para pendamping agar lebih giat memberi semangat kepada peternak sehingga pelatihan mencapai sasaran dan pada saatnya peternak sudah mahir membuat pakan sendiri.

Pelatihan ini sangat penting sebab Kecamatan Pa’jukukang memiliki populasi ternak yang cukup banyak. Melalui pelatihan pembuatan pakan, diharapkan peternak dapat mengatasi kebutuhan ternaknya, terutama pada musim kering sebab rumput gajah dan jenis makanan lainnya sulit disimpan dalam jangka panjang, pintanya.

Monday, September 14, 2009

bantu kodong, korban KEBAKARAN


Kebakaran yang terjadi di Panaikang tadi sore menyisakan kesedihan mendalam terhadap korban yang terdiri dari 3 Kepala Keluarga. Masing-masing ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN, sebagai kepala keluarga dari 2 buah rumah yang habis dilalap si JAGO MERAH. Kejadiannya berlangsung begitu cepat yakni menjelang saat Berbuka Puasa, tepatnya hari Senin tanggal 14 September 2009 Pukul 17.10 WITA. API begitu ganasnya melalap rumah korban hanya dalam waktu 7 menit dan menghabiskan seluruh isi rumah tersebut.



Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Alhamdulillah niaka ipantarangngaanna ballakku, demikian penuturan salah seorang korban yang begitu sedih meratapi puing-puing rumahnya. Tim Ambae.exe bersama utusan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bantaeng berbincang-bincang dengan korban, merasa kasihan dengan kondisi yang dialaminya. Hanya pakaian yang digunakan sebelum kejadian yang kini tersisa dari kebakaran tersebut.

Kami terpaksa harus memulai dari awal, barang-barangku habis terbakar. Bahkan ijazah anak-anak kami pun ikut terlalap si jago merah. Dengan nada begitu sayu, bapak yang akrab dipanggil ACO menuturkan kepedihannya. Kemudian kami mencoba mewawancarai seorang bapak lainnya yang masih sibuk membersihkan puing rumah. Kami (Tim Ambae.exe) pun menanyai si Zainal. Ceritanya begini pak, api mulai menjalar dari ruang dapur rumahnya Daeng ARIS. Saat itu isterinya memasak untuk hidangan Buka Puasa hari ini. Ironisnya, isterinya memasak dengan peralatan kayu dan selanjutnya meninggalkan rumahnya. Rencananya beliau mau ke pasar bersama anaknya untuk belanja kebutuhan lainnya. Belum jua si ibu ini berangkat karena masih menunggu Mobil Angkutan Umum, rumahnya sudah terbakar.

Akhirnya kebakaran pun tak terelakkan. Api semakin membesar ditambah lagi karena angin bertiup begitu kencang ke arah Selatan. Rumah Daeng GASSING ikut terbakar karena rumah tersebut hanya dibatasi dinding dengan rumahnya Daeng ARIS. Semuanya habis dalam waktu kurang lebih 7 menit. Pemadam Kebakaran Kab. Bantaeng telah mengerahkan segala kemampuan untuk memadamkan api, namun kedua rumah tetap habis terbakar. Sisi lainnya, rumah yang ada di sekitarnya tidak ikut terbakar karena dengan cekatan kru pemadam memblokir titik api agar tidak menjalar kemana-mana. Diperkirakan puluhan juta kerugian yang dialami ketiga kepala keluarga yang tinggal di 2 buah rumah yang terbakar tersebut. Termasuk uang tunai yang dimiliki Daeng SYAMSUDDIN dari hasil kerja sang isteri sebagai Tenaga Honorer di SDN No. 23 Panaikang. Ijazah, SK Honorer, BPKB serta STNK Kendaraan milik ARIS, GASSING dan SYAMSUDDIN pun ikut terbakar.

Berikut data lengkap korban kebakaran tersebut sesuai hasil survey Tim Ambae.exe :
1. Korban
a. Terdiri dari 3 Kepala Keluarga dari 2 rumah
b. Rumah pertama yang merupakan awal terjadinya kebakaran dihuni oleh Daeng ARIS yang berprofesi sebagai Tukang Ojek. Beliau memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 2 tahun.
c. Rumah kedua dihuni oleh Daeng GASSING yang berprofesi sebagai Tukang Ojek.Dan anaknya bernama DAENG SYAMSUDDIN yang berprofesi sebagai Sopir Angkot. Daeng GASSING yang tinggal di bagian atas dari rumah panggung tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 2 orang anak yang sudah remaja. Sementara anaknya yakni DAENG SYAMSUDDIN yang tinggal di kolom rumah tersebut, memiliki 1 orang isteri dan 1 orang anak berusia 3 tahun.

2. Tempat Tinggal Sementara
Masing-masing korban untuk sementara ditampung oleh keluarganya yang juga tidak jauh dari lokasi kejadian.

3. Bantuan
Hingga Tim Ambae.exe dan PMI Cab. Bantaeng masih ada di lokasi kejadian, tepatnya pukul 22.30 WITA, korban telah menerima bantuan berupa beras sebanyak 6 karung. Beras tersebut merupakan bantuan dari pihak Kelurahan Bonto Manai Kecamatan Bissappu, masing-masing berisi 25 Kg per karungnya.

Melalui tulisan ini…semoga uluran tangan para Dermawan mampu meringankan beban korban. Mereka butuh selimut, pakaian, makanan dan tempat tinggal.

Saturday, September 12, 2009

alpukat kena hama


Ribuan pohon alpukat di Desa Bonto Rannu dan Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng terserang hama. Pohon yang terserang hama tersebut mengalami kering batang hingga daun. Camat Ulu Ere (Syamsuddin. S) mengatakan, serangan hama yang mematikan itu terjadi beberapa bulan belakangan sehingga sangat merugikan masyarakat. Selama ini, setiap pohon menghasilkan Rp 300 ribuan, ujarnya.



Pasarnya pun sudah jelas, selain dipasok ke toko buah dan supermarket di Makassar. Alpukat Bantaeng juga dikirim ke Kalimantan dalam jumlah besar. Namun, sejak hama menyerang, tanaman ini tinggal beberapa pohon saja yang tersisa. Menurut data Dinas Pertanian dan Kehutanan, jumlah pohon alpukat yang selama ini berproduksi mencapai 7000-an pohon, namun kini satu persatu mati kering, tambah Kamrah dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng. Ia mengatakan, penyakit yang menyerang pohon alpukat tersebut sudah berhasil diidentifikasi tim ahli yang dipimpin Prof. Ade Rosmana. Pakar tanaman itu menyimpulkan, pohon alpukat terserang hama cendawan, terutama saat kabut tiba. Kabut tersebut membawa cendawan, jelas penyuluh pertanian itu.

Hingga saat ini belum ada obat ataupun metode penanggulangan yang tepat. Karena itu, pohon yang mati sebaiknya diangkat kemudian diganti dengan tanaman baru. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) yang dilapor masalah itu, meminta pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng untuk segera mencari solusi agar petani tidak dirugikan. Kita harus segera mencari solusi agar masyarakat tidak dirugikan, pinta bupati pada pertemuan informal di kantor Kecamatan Ulu Ere, tepatnya Sabtu, 12 September 2009. Menurut pengakuan masyarakat, selama ini, pohon alpukat dihargai Rp 3 juta/pohon.

Thursday, September 10, 2009

Trans Studio Theme Park


INI adalah theme park indoor terbesar di dunia saat ini. Nama resminya Trans Studio World Makassar. Memiliki lebih daari 20 wahana permainan dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti mal, restoran, hotel, dan marina. Ayo, nikmati sensasi hiburan di Trans Studio World Makassar.



Lokasi Obyek
Trans Studio World Makassar berada dalam area Trans Studio Resort yang berlokasi di Kawasan Bisnis Global dan Pariwisata Perpadu Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya sekitar lima kilometer dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi).

Gambaran Umum
Theme Park Trans Studio World Makassar mengadopsi konsep Universal Studio di Amerika Serikat. Berisi ruang-ruang simulasi beberapa program stasiun televisi, Trans TV, atau peristiwa di Indonesia. Konsep theme park di Trans Studio World bakal memberikan pengalaman tersendiri.

Beberapa di antaranya adalah Tsunami Island, suasana mencekam dilanda tsunami dan gempa bumi. Ada juga Magic Museum yang berisi benda-benda hidup seperti dalam film Night at The Museum, Dunia Lain, Arung Jeram, Magic Corner, Lost City, Terror Twister, dan Water Coaster.

Selain theme park, beberapa fasilitas lain yang dibangun adalah hotel, pasar swalayan, arena rekreasi pantai, fasilitas perkantoran, dan kafe. Trans Studio World mulai beroperasi bulan Juni mendatang. Secara bertahap, seluruh proyek selesai pada 2010.

Trans Studio and Resort menempati lahan seluas 14 hektare. Trans Studio World adalah theme park indoor yang pertama di Indonesia dan terluas di dunia. Sedangkan dari segi luasnya area secara keseluruhan, ini adalah yang terbesar setelah Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta.

Akses
Trans Studio World dapat diakses dengan angkutan kota, taksi, atau fasilitas transportasi hotel

Sumber :
http://enjoy-makassar-id.blogspot.com/2009/01/trans-studio-theme-park.html
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=507511
http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_Studio_Resort_Makassar

Website Resmi :
http://www.transstudioworld.com/

Tuesday, August 25, 2009

mampir yu' in KEDAI SAYUR n' BUAH


Untuk menggaet pelanggan dari daerah tetangga, terutama yang melewati Butta Toa, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng menyiapkan Kedai Sayur dan Buah.



Kedai yang terletak di depan Kantor Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng tersebut menyiapkan berbagai jenis kebutuhan sayur mayur dan sejumlah kebutuhan lainnya selama bulan suci Ramadhan.

Sebagai tanda dimulainya kedai yang juga menyiapkan telur ayam ras dan kampung, kacang-kacangan, wortel, kentang, beras serta berbagai jenis potensi daerah Bantaeng, dilakukan pembukaan secara sederhana pada hari Selasa, 25 Agustus 2009. Acara ini turut ihadiri sejumlah pegawai Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng, pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng dan masyarakat umum lainnya.

Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Rahmaniar Syamsul yang mengkoordinir kegiatan itu mengatakan, kehadiran kedai ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

Selain masyarakat di daerah Bantaeng, juga dimaksudkan untuk menggaet pelanggan dari daerah tetangga seperti dari Bulukumba dan Selayar. Kami sengaja mengambil posisi di pinggir jalan raya agar masyarakat yang melewati kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini bisa memanfaatkan kesempatan ini, terang Rahmaniar.

Ia juga berharap, kehadiran kedai ini akan membuka mata masyarakat terhadap potensi Kabupaten Bantaeng. Rahmaniar mengakui, selama ini potensi daerah tersebut langsung dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar Makassar dan daerah sekitar.

Selain menampilkan potensi di kedai ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng juga menghadirkan potensi tersebut pada Bazar Ramadhan yang berlangsung di segitiga Monumen Andi Mannappiang.

Tentang harga, Ketua Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng mengatakan, produk kami harganya lebih terjangkau karena tidak melalui tangan ketiga. Dari kebun, dibersihkan kemudian langsung dibawa ke kedai sehingga lebih segar, terang Rahmaniar.

Thursday, August 06, 2009

Penghargaan bidang Pertanian

Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali meraih penghargaan bidang pertanian. Kali ini Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah yang memperoleh penghargaan dari Badan Litbang Pertanian Indonesia.



Penghargaan diberikan atas inovasi mengembangkan pertanian di daerah ini. Kepala Bagian Humas Pemda Kabupaten Bantaeng Joni Tambing, S.Sos mengatakan, penghargaan yang diraih dalam bidang pertanian memiliki arti tersendiri bagi kabupaten berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Sejak dipimpin DR. Nurdin Abdullah, Kabupaten Bantaeng mengembangakn sistem penanaman padi yang dikenal dengan nama Legowo-21. Sistem penanaman ini berhasil mendongkrak produksi dari rata-rata 4 ton/Ha menjadi 8-10 ton/Ha.

Bupati juga mengembangkan tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti apel dan strawberry di Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere. Desa yang akan dijadikan pecontohan Desa Mandiri itu juga sedang menggalakkan penanaman tanaman hias.

Pengembangan komoditi tersebut, selain dimaksudkan untuk memenuhi permintaan lokal, juga memenuhi pasar ekspor. Tanaman hias, jelas Joni kini memiliki permintaan pasar dari Korea.

Untuk menunjang penanaman tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Ir. Lies F. Nurdin dan jajarannya telah melakukan sosialisasi dan praktek pengembangan tanaman yang banyak disukai wanita itu.

Diharapkan, bila tanaman hias berproduksi, akan mengembalikan citra Kampung Loka di Kecamatan Ulu Ere sebagai Kota Bunga.

Sunday, May 17, 2009

Ekspor Ikan from Bonthain


Ekspor perdana ikan olahan dari industri pengolahan PT. Global Seafood International Indonesia dijadwalkan dimulai bulan Juli 2009 ke negara tujuan Jepang.



Belum diungkap besaran ekspor yang akan dilakukan ke negara matahari terbit itu, namun Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengemukakan optimismenya. Insya Allah, Juli 2009 kita sudah bisa ekspor, terangnya pada Penyaluran Penguatan Modal Usaha Kepada Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Aula Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, pekan lalu.

Menurut beliau, pengolahan ikan milik PT. Global Seafood International Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Pa'jukukang itu membutuhkan bahan baku ikan sebanyak 40 ton/hari. Untuk itu, ia mengajak nelayan Bantaeng untuk mengisi kesempatan tersebut. Bila memungkinkan, buat kapal dan serahkan kepada nelayan untuk mengoperasikan, tandasnya.

Selain kesempatan memenuhi kebutuhan industri tersebut, bupati juga menyebut penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak. Industri pengolahan tersebut butuh sedikitnya 1000 tenaga kerja. Jumlah itu, belum termasuk tenaga kerja yang akan terserap di tempat Pelelangan Ikan (TPI), urainya. TPI tentu akan tumbuh, demikian pula dengan masyarakat disekitarnya. Akan banyak usaha baru, termasuk usaha sewa rumah yang dibutuhkan untuk menopang kegiatan di tempat pendaratan ikan tersebut, tambah Nurdin.

Bupati Bantaeng berharap, Koperasi dapat mengambil peran penting dalam kegiatan ini, terutama untuk pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah.

BCC

Bupati Bantaeng pada kesempatan itu juga mengemukakan rencana pembangunan fasilitas rekreasi di Korong Batu. Fasilitas tersebut akan diberi nama Pantai Marina Bantaeng. Fasilitas lain yang akan disiapkan adalah gedung representatif Bantaeng Convention Center (BCC) yang kini menunggu lokasi, sedang untuk pembangunan Kolam Renang yang berlokasi di Be'lang, kini sudah memasuki tahap tender.

Untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang akan melakukan transaksi (belanja), Pemkab. Bantaeng akan segera merenovasi Pasar Baru/Pasar Sentral Bantaeng. Dengan renovasi tersebut, akan dipisah pasar basah dan kering agar memberi kenyamanan dalam berbelanja, ujarnya. Bupati Bantaeng berharap, UKM di Bantaeng dapat mengambil peran aktif dalam program pembangunan tersebut, terutama bila retail Internasional Carrefour juga bisa mewujudkan pembangunannya di daerah berjarak 120 Km arah selatan Kota Makassar ini.

Serbu Bantaeng


Setelah perkebunan jagung berbasis teknologi pengolahan pakan ternak siap ekspor mendapat izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Nomor 165/II/PMA/2009 bernilai investasi 20 juta USD, kini sejumlah investor Jepang menyerbu Kabupaten Bantaeng.



Tiga orang pengusaha dari Tokyo dipimpin Shio Honma dari Real Housing kini berminat menanam modal di bidang perhotelan di lokasi The New Bantaeng. Para pengusaha dari negeri Sakura itu juga ingin mengambil bagian dalam pembangunan mega proyek The New Bantaeng. Ketiganya juga ingin membangun industri pengolahan ikan yang berbeda dengan industri pengolahan milik PT. Global Seafood International Indonesia.

Niat untuk menanam investasi di Kabupaten Bantaeng tersebut dikemukakan Shio Honma saat bertemu Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di ruang kerja Bupati Bantaeng tepatnya hari Sabtu16 Mei 2009. Sebagai langkah awal keinginannya berinvestasi di Kabupaten berjarak 120 km arah selatan Kota Makassar tersebut, para pengusaha dari Tokyo itu menjadi buyers produk PT. Global Seafood International Indonesia.

Industri yang berlokasi di Desa Pa'jukukang Kecamatan Pa'jukukang itu memproduksi berbagai jenis ikan olahan dengan berbagai rasa. Bersama Bupati Bantaeng, Shio Honma, Kimiyoshi Nishimura dan Sai Gusha melihat langsung perkembangan pembangunan industri yang yang dijadwalkan melakukan ekspor perdana mulai Juli 2009.

Untuk meyakinkan keinginannya untuk berinvestasi di Kabupaten Bantaeng itu, para pengusaha dari negara Matahari Terbit itu memperlihatkan sejumlah desain pembangunan hotel dan rumah mewah yang pernah dibangunnya di Jepang. Bupati Bantaeng menyambut baik keinginan para pengusaha Jepang tersebut. Menurutnya, ini merupakan peluang bagi daerah untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati memberi gambaran kebutuhan bahan baku ikan sebanyak 40 ton/hari. Bahan baku sebanyak itu selain diserap dari nelayan Bantaeng juga didatangkan dari daerah sekitar Butta Toa, termasuk dari Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan penghasil ikan lainnya. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut juga menggunakan seribuan karyawan. Bupati Bantaeng berharap, kehadiran Global Seafood dapat membawa manfaat terhadap pembangunan daerah ini.

Sunday, May 10, 2009

Bantaeng Agrowisata 2011


TEKAD Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk menjadikan daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini menjadi Kabupaten berbasis buah dan benih, perlahan tapi pasti akan segera terwujud.



Itu dibuktikan dengan pengiriman 10 orang petani ke Kota Batu, Jawa Timur untuk mengikuti bimbingan teknis (Bintek) dari Kelompok Tani Makmur Abadi, kelompok tani yang menjadi mitra Kelompok Tani Muntea, Kabupaten Bantaeng. Meski hanya berlangsung sehari penuh, perjalanan Selasa-Kamis yang dipimpin Kepala Bidang Hortikultura (H. Suaib) itu menjadi sarat makna sebab petani Muntea yang juga didampingi sejumlah penyuluh dan bagian program Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng itu mendapat banyak pelajaran tentang tata cara bercocok tanam apel yang baik.

Walikota Kota Batu (Eddy Rumpoko) yang didampingi Wakilnya, Budiono saat menerima petani bersama Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bahkan mengemukakan kesiapan pihaknya untuk membantu petani Bantaeng mewujudkan perkebunan buah yang berasal dari Eropa ini. Kami siap membantu mewujudkan program pengembangan tanaman apel di Bantaeng, terang Eddy Rumpoko.

Ia kemudian mengemukakan potensi wilayahnya yang akan terus dikembangkan, namun tetap memberi perhatian terhadap hutan yang masih ada agar tetap memberikan kesejukan dan panorama alam yang menjadi andalan Kota Batu. Jangan sampai lingkungan dan alam sekitar kita rusak karena pembangunan perumahan. Ini benar-benar menjadi perhatian kami, tandas Eddy yang mengaku lebih mengenal nama Bonthaeng. Tadi, saya kira Bantaeng itu daerah baru. Ternyata Bonthaeng yang sudah saya kenal karena saya pernah ke Makassar dan Kabupaten Gowa, terangnya.

Walikota juga menyambut baik kerja sama yang sudah terjalin antar kelompok tani. Ke depan, kerja sama tersebut perlu ditingkatkan menjadi kerja sama antar Pemda, urainya. Kerja samanya pun jangan hanya apel sebab Kota Batu juga mengembangkan tanaman hias yang sudah dikirim ke seluruh Indonesia. Selain kedua jenis tanaman unggulan tersebut, Batu juga kini sedang mengembangkan tanaman anggur dataran tinggi, tambah Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Batu, Hendro Prasetyo. Selain Selekta yang sudah dikenal sebagai tempat rekreasi wisata agro yang dilengkapi rumah mantan Presiden RI pertama, Soekarno, masih banyak tempat lain yang yang menjadi andalan Kota Batu.

Ia berharap, petani Bantaeng memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. Kita sama-sama belajar, tambah Prasetyo, Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji yang juga pengurus Kelompok Tani Makmur Abadi.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan, H. Suaib mengemukakan, sejak jalinan kerja sama berjalan yang dibuktikan dengan penanda tanganan naskah kesepahaman Desember 2008, petani Muntea sudah mencoba menanam 1000 pohon. Jumlah tersebut dilakukan 9 orang petani. Kini, jumlah petani yang tertarik mengembangkan tanaman apel semakin banyak karena sudah melihat contoh. Keseribu pohon yang ditanam menunjukkan pertumbuhan yang baik. Meski begitu, sesuai petunjuk bunga awal dari tiap pohon masih digugurkan agar memperoleh hasil yang baik.

Untuk itu, ia berharap kedatangan bibit sebanyak 9 ribu pohon, yang diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, semakin menggairahkan petani. Bila bibitnya sudah tiba, kita akan kembangkan ke kecamatan lain. Dan, bila tahun ini ditanam, Insya Allah tahun 2011 kita sudah siap menjadi daerah Agrowisata buah, tambah Suaib.

KOTA BATU kedua

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menilai, kerja sama antar kedua kelompok tani sangat surprise. Ia bahkan terkesan dengan perhatian Kelompok Tani Makmur Abadi bersama Pemda-nya yang dipimpin langsung Walikota. Ini betul-betul surprise karena kelompok tani bersama Dinas Pertanian dan Walikota sangat merespon, tandasnya. Nurdin menilai, rintisan kerja sama yang telah diawali kelompok tani Bantaeng, Sulsel dan Kelompok Tani Batu, Jatim sudah mulai menampakkan hasil.

Ini berkat kerja sama intens yang ditandai penandatangan naskah kesepahaman pada Desember 2008. Karenanya Pemda Bantaeng sangat memberi dukungan terhadap pengembangan apel di Ulu Ere sebab dari segi iklim dan topografi, kedua daerah ini memiliki kesamaan. Yang membedakan, dari Ulu Ere di Bantaeng, kita masih bisa melihat laut, sedang di Batu, tidak ada laut. Bantaeng memiliki tiga klaster yakni, darat, laut dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki keunggulan, jelas Bupati Bantaeng.

Di laut ada rumput laut, di darat ada areal persawahan yang meski terbatas, namun produksinya cukup lumayan. Sedang pada dataran tinggi, dulu menjadi pensuplai sayur ke Kota Makassar. Dan, kini kami mencoba mengembangkan tanaman apel dan strawberry. Untuk strawberry, petani Muntea sudah berhasil mengembangkannya dan sudah banyak yang berkunjung langsung menyaksikan sehingga sudah menjadi penambah penghasilan petani.

Kami berharap, apel juga segera menjadi tanaman andalan yang bisa menambah penghasilan petani, urai Nurdin sembari mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Pemda, khususnya Walikota Batu, Edy Rumpoko yang sangat merespon pengembangan apel di Bantaeng. Pengembangan apel itu sendiri memiliki fungsi ganda sebab hulu pegunungan di Bantaeng sudah rusak dan ini bisa membawa petaka tanah longsor dan banjir di Kota.

Kami ingin lahan yang sudah rusak itu bisa tertutup kembali dan pendapatan masyarakat bisa meningkat. Makanya kita menjatuhkan pilihan untuk melihat ke Batu, Jatim, tambahnya lagi. Dari kerja sama ini, Nurdin Abdullah berharap, Kabupaten Bantaeng bisa menjadi Kota Batu ke-2. Atau menjadi daerah tempat agrowisata menarik di kawasan timur Indonesia (KTI). Untuk mewujudkan hal itulah, tokoh petani yang sudah mencoba menanam apel diikutkan dalam Bintek yang berlangsung di Batu. Saya sangat bersyukur karena kelompok tani Makmur Abadi mau membagi ilmunya, ujar Nurdin Abdullah.

HINDARI RACUN

Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan apel adalah masalah pupuk. Belajar dari pengalaman petani di Batu, petani Muntea harus bisa menghindari penggunaan pupuk kimia karena akan merusak tanah. Kita harus menghindari penggunaan pupuk kimia karena itu akan menjadi racun tanah, terang Sugiman, Ketua Kelompok Tani Makmur Abadi.

Hal itu juga dibenarkan Prasetyono, Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Kades yang juga pengurus Kelompok Tani Makmur Abadi itu mengatakan, pupuk kimia akan menurunkan produksi,
terangnya. Petani Bantaeng menyaksikan langsung kondisi lahan dan cara bercocok tanam apel yang bisa saja dilakukan tumpang sari dengan kopi atau tanaman produktif lainnya.

Kelompok tani yang berdiri tahun 2002 juga memperlihatkan cara merompes (pengguguran daun) yang bisa dilakukan setiap 6 bulan. Setelah digugurkan akan muncul tunas baru yang lebih produktif. Demikian pula dengan teknik menggunting serta cara melengkungkan batang maupun mengeluarkan penyakit dari batang pohon hingga cara perawatan lainnya diperlihatkan kelompok tani Makmur Abadi.

Kami berharap, petani Bantaeng bisa menguasai sehingga pengembangan apel bisa dilakukan dengan baik. Dengan begitu, kita berharap apel Indonesia bisa menguasai pasar dalam negeri. Kami berharap, apel impor semakin berkurang. Tapi itu juga tergantung bagaimana kita mengembangkan pertanian apel kita, tambah Sugiman.

Saturday, April 25, 2009

Panen Ciliwung di Layoa


Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdulah melakukan panen padi di Desa Layoa Kecamatan Gantarangkeke. Panen padi jenis Ciliwung tersebut menghasilkan 12 ton gabah kering panen (GKP) yang setara dengan 10,4 ton Gabah Kering Giling (GKG). Padi yang ditanam menggunakan teknik Legowo 21 di areal Persawahan Tadah Hujan seluas 600 Ha milik H. Juma tersebut menggunakan Pupuk Pestisida Nabati.



Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng (H. Syafruddin Siata), Kadis. PU & Kimpraswil Kabupaten Bantaeng (Zainuddin Tahir) dan Kepala Bappeda (H. M. Yasin) mengatakan, Pemkab. Bantaeng konsisten untuk mengamankan kebijakan surplus produksi beras yang diprogramkan Pemprop. SulSel. Selain itu, juga dimaksudkan untuk memantapkan Kabupaten Bantaeng sebagai Sentra Produksi Pertanian Berbasis Teknologi, ujarnya. Mengantisipasi program surplus 2 juta ton produksi tersebut, Pemkab. Bantaeng melalui Badan Ketahanan Pangan Kab. Bantaeng sudah memperbanyak varietas agar menjadi pilihan petani. Salah satu kendalanya hanya musim karena banyak Sawah Tadah Hujan, jelas Bupati Bantaeng yang mengatakan, dari beberapa kali sampling yang dilakukan, hasilnya mencapai rata-rata di atas 9 ton/Ha.

Untuk memberikan jaminan bibit kepada petani, Badan Ketahanan Pangan Kab. Bantaeng sudah melakukan penangkaran. Ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan dan jaminan mutu minimal 4 musim tanam ke depan. Dengan demikian, pada musim tanam kelima, Bantaeng sudah aman, tambah Nurdin Abdullah. Ia kemudian memberi gambaran produksi sawah tadah hujan yang selama ini hanya 2-4 ton/Ha, kini sudah di atas 10 ton/Ha. Sawah Tadah Hujan di Desa Layoa mencapai luas 600 Ha. Untuk menunjang penanaman ke depan, Pemkab. Bantaeng akan menghadirkan irigasi teknis agar petani memperoleh hasil yang lebih baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Bantaeng pada kesempatan itu mengatakan, lonjakan produksi yang mencapai 2-3 kali lipat berkat pengawalan dari Pemda. Bantaeng serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Agar produksi tersebut berlanjut, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Bantaeng berharap jaminan ketersediaan pupuk agar petani tetap konsisten melakukan penananam, pintanya.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Camba Kadangkang (H. Juma) mengakui, hasil tanam padinya sangat membanggakan berkat bantuan Pemda melalui para penyuluh. Sudah lebih 30 tahun saya bekerja sawah, baru kali iilah hasilnya sangat luar biasa. Selama ini, hanya maksimal 4 ton. Itu sudah sangat bagus. Sekarang Alhamdulillah sudah mengalami peningkatan 3 kali lipat, tandasnya. Ia berharap Pemda bersama PPL tetap memberi perhatian kepada petani dengan menyiapkan benih unggul serta mengantisipasi kemungkinan kelangkaan pupuk yang sering menjadi kendala petani selama ini, tuturnya.

Saturday, April 18, 2009

Perputaran Ekonomi di Banyorang


Pasar Baru Banyorang di Kecamatan Tompobulu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bentuk retribusi kurang lebih Rp 30 juta/tahun. Sejak difungsikan pada tahun 2007, pasar yang memiliki 94 lods di atas tanah 1 Ha tersebut, menjadi pasar kebanggaan masyarakat.



Kadis Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kab. Bantaeng (H. Kasir Madong) yang mendampingi Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) saat meninjau pasar tersebut, Sabtu tanggal 18 April 2009 tadi menyebutkan, pasar tersebut kini sudah difungsikan empat kali sepekan.

Meski begitu, hanya pada hari Selasa-Sabtu saja yang ramai, sedangkan hari Rabu-Minggu belum terlalu ramai. Ia berharap, ke depan pasar itu semakin diminati sehingga Perputaran Ekonomi di desa semakin membaik.

AKOMODIR

Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah ketika meninjau pasar itu meminta pengelola melakukan penataan agar pedagang lebih tertib. Jangan ada yang diluar, termasuk penggunaan tenda, jelasnya. Tentang masih banyaknya lods yang belum difungsikan, Nurdin minta pengelola menyurati pemiliknya.

Para pedagang harus bisa ditata agar sesuai peruntukannya. Jangan sampai simpang siur dan bercampur antara pedagang buah dengan pedagang ikan basah serta pedagang lainnya, pintanya.

Meski begitu, Bupati Bantaeng minta pengelola mengakomodir pedagang kecil. Namun tetap tertib, tidak berjualan di jalan sehingga mengganggu pembeli. Kalau semua pedagang berdagang di lodsnya masing-masing, tidak perlu ada tenda yang membentang dan menjadi penghalang pengunjung, tandasnya.

Monday, March 02, 2009

H. M. Aksa Mahmud di Restoran Aroma Laut


Tepatnya Senin malam tanggal 2 Maret 2009, Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) meresmikan Restoran Aroma Laut. Restoran yang representatif bertarif terjangkau ini berlokasi di bibir pantai Lamalaka, jalan poros Bantaeng-Bulukumba.



Bupati Bantaeng mengatakan, perkembangan daerah harus dapat diantisipasi melalui kebutuhan dasar yang representatif. Untuk itu, resto ini hadir guna menunjang keinginan untuk menjadikan Bantaeng sebagai daerah transit karena posisinya yang berada di tengah. Nurdin juga mengatakan, kehadiran Aroma Laut setidaknya dapat menjamu tamu yang ke Bantaeng. Menyinggung soal interior bangunan, beliau mengatakan, diatur oleh Ny. Lies F. Nurdin yang sekaligus melakukan promosi terhadap produk daerah yang sudah diterima pasar di Makassar.

Untuk melengkapi fasilitas jasa di daerah ini, juga akan dibuka Pusat Souvenir. Ia berharap, fasilitas jasa ini bisa membawa nama harum daerah karena masyarakat dari daerah lainnya juga butuh fasilitas ini.

Bupati berharap, resto ini mendapat dukungan luas masyarakat agar bisa beranak pinak dan saling mendukung dengan pencanangan revitalisasi pantai yang pada tahap awal seluas 15 Ha. Pencanangan tersebut dimulai akhir Maret atau April, tambah Bupati. Sebelumnya, General Manager Restoran Aroma Laut (Taufik Mulyana) mengungkap rencana pembangunan restoran tersebut hingga fasilitas ini selesai dan dapat mengantisipasi perkembangan Bantaeng yang semakin pesat. Daerah ini harus ditunjang restoran yang representatif, ujarnya sembari mengemukakan jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 16 orang.

Sunday, February 22, 2009

Cikal Bakal Teh in Bonthain


Perusahaan Teh Botol kemasan terkemuka Indonesia PT. Sinar Sosro menjajaki kemungkinan pengembangan areal penanaman teh di Kabupaten Bantaeng.



Penjajakan dilakukan untuk pengembangan usaha yang akan disertai industri pengolahan dan kemasan serta kemungkinan industri air minum dalam kemasan.

Untuk mewujudkan kemungkinan pembangunan industri dan perkebunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng (Bupati Bantaeng, red) akan menyiapkan lahan pengembangan teh di Muntea, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere dan Bonto Jonga, Desa Pa'bumbungan, Kecamatan Eremerasa yang masing-masing berada di atas ketinggian 1.300 dari permukaan laut.

Sedang untuk pengembangan air minum dalam kemasan diarahkan ke Eremerasa yang sudah dikenal dengan obyek wisata permandian alamnya. Tim PT. Sinar Sosro yang dipimpin Area Sales Manager PT. Sinar Sosro Sulselrabar (Umar Suyud) didampingi Direktur Utama Perusda Bantaeng (Nurhadi), Kepala Dinas Koperasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bantaeng (Bakhtiar Karim), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng (Abd. Gani), Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng (Ismail Pawiloi), Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng (Asruddin, S.IP, M.Si) dan Direktur Utama
PDAM (Abd. Aziz) pada hari Senin, 22 Pebruari langsung meninjau lokasi yang dimaksud.

Tim merasa terkesan dengan potensi yang dimiliki daerah berjuluk Butta Toa ini. Umar Suyud mengakui, pihaknya tidak mengetahui potensi yang terpendam ini.

Tidak terpikir kalau ternyata Bantaeng memiliki potensi yang luar biasa, termasuk air yang kini sudah dikelola beberapa industri air kemasan, ujarnya. Kebetulan saja ketemu Direktur Utama Perusda Bantaeng dan Bupati Bantaeng yang sangat gigih. Kami tidak mengetahui kalau ternyata banyak yang bisa dilakukan di Bantaeng, tambah Umar.

Secara prinsip kami sudah melihat dan mengetahui prospek yang bisa dikembangkan, tapi ini masih akan dilaporkan ke Jakarta dulu, jelas Umar Suyud seraya mengatakan, tahap awal pihaknya bekerja sama Perusda Bantaeng untuk distribusi produk Sosro. Menjawab wartawan disela kunjungan itu, Area Sales Manager PT. Sinar Sosro itu mengakui, selama ini perkebunan dan industri Sosro masih di Jawa, namun tidak tertutup kemungkinan pengembangannya ke luar Jawa.

Yang jelas, kami akan laporkan hasil kunjungan kami ke kantor pusat. Soal hasilnya, tergantung kebijakan pimpinan, ujarnya. Ia berharap kerja sama dengan Perusda yang akan membawahi 7 kabupaten di selatan Sulawesi Selatan, dapat meningkatkan penjualan hingga 30 persen.

Bupati Bantaeng H.M. Nurdin Abdullah menyambut baik rencana pengembangan usaha Sosro ke wilayah kerjanya. Bila hal ini bisa diwujudkan, Sosro akan menghemat biaya transportasi dari Jawa untuk mensuplai kawasan timur Indonesia. Bila Sosro bisa mewujudkan perluasan usahanya ke Bantaeng, selain hemat biaya transpor juga menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, terang Nurdin Abdullah.