Computer Application, Maintenance and Supplies
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahan. Show all posts

Saturday, December 19, 2009

BONTHAIN of Home Industri


KRIPIK PISANG GARUDA

Beberapa hasil karya orang Butta Toa patut diperhitungkan, khususnya di sektor industri makanan ringan atau lazim disebut CEMILAN.

Lihat produk lainnya di bawah...................



KRUPUK WORTEL BONTO 2


KRIPIK UBI BERKAT


KRIPIK PISANG RAHMAT MULIA


KRIPIK PISANG BERKAT


JAGUNG MARNING GARUDA

Monday, December 07, 2009

Hari Jadi Bantaeng ke-755


Bantaeng kini berusia 755 tahun pertanggal 7 Desember 2009.

all Ambae say
di usianya yang ke-755 tahun. Semoga Bonthain yang semakin dewasa, mampu mewujudkan impiannya menjadi daerah yang lebih maju, menuju The New Bantaeng



Badik di simbolkan sebagai keberanian tapi tidak berarti selalu dengan kekerasan...keberanian dalam banyak hal dan begitu luas.

Demikian pula kenapa mesti memakai badik pada gambar di atas
sekilas gambar di atas melukiskan sebuah SEPEDA dengan 2 buah roda berwarna kuning...plus badannya berwarna cokelat. Yang mencolok karena setir/kemudi-nya adalah BADIK.

Mungkin yang tidak sempat diperhatikan bahwa Badik pada gambar tersebut melambangkan Angka 7 (Tujuh), sedangkan Ban Depan dan Belakang masing-masing melambangkan Angka 5 (Lima) yang dibentuk dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai BAN SEPEDA.

Jadi seperti usia Bantaeng yg memasuki tahun ke-755, gambar tersebut telah menghadirkannya.

Sementara simbol SEPEDA, mencirikan bagaimana program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam pencanangan BACK to NATURE dengan membudayakan kegiatan GEMAR BERSEPEDA di Bantaeng agar masyarakat Bantaeng lebih sehat...termasuk dapat mengurangi polusi yang amat merusak Alam kita sebagai salah satu langkah mengantisipasi GLOBAL WARMING.

Dalam hal pemilihan warna.......
Kuning melambangkan bagaimana masyarakat Bantaeng siap menyokong segala usaha yang dilakukan Pemerintah. Kuning melambangkan sikap OPTIMIS, FLEKSIBILITAS dan KEBEBASAN.

Sedangkan Cokelat kami definisikan bahwa Bantaeng merupakan Tanah Tua (BUTTA TOA) sehingga di dalamnya sudah termaktub unsur kedewasaan.

Ada hal-hal yang mungkin tidak sempat jadi pusat perhatian dari gambar tersebut...Silakan perhatikan bahwa pada Sepeda Tidak Dipasangi Pengayuh/Kayuh...Lambang Daerah berada pada Jok Belakang alias dibonceng...

Kami mengasumsikan bahwa Lambang Daerah adalah Daerah Bantaeng yang harus dibawa lebih maju oleh Pemimpin yang duduk pada Jok Depan...Tapi, ketiadaan kayuh pada sepeda justru meberi daya tarik pada masyarakat luas khususnya rakyat Bantaeng untuk mau bersama-sama dan mampu MENDORONG sepeda ini.

Dalam arti luas bahwa...kepemimpinan tidak bisa jalan sendiri tanpa bantuan semua elemen masyarakat.

Apalagi dalam mewujudkan The New Bantaeng. Banyak pihak yang meragukannya,tapi di saat kita semua bersatu membangun hal-hal tersebut dengan rasa OPTIMIS...INSYA ALLAH...TAK ADA YANG TAK MUNGKIN.

Monday, November 02, 2009

Bantuan EMERGENCY


Perusahaan otomotif Jepang (Ehime Toyota) menyerahkan bantuan 3 unit ambulance dan 1 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk Kabupaten Bantaeng. Perusahaan Jepang itu juga membantu 100 unit tempat tidur untuk rumah sakit Prof. H. M. Anwar Makkatutu. Bantuan untuk rumah sakit tersebut merupakan kali kedua setelah bantuan yang sama tahun lalu.



Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada peresmian penggunaan gedung BAZ Kabupaten Bantaeng mengatakan bahwa bantuan ambulance, mobil Damkar dan tempat tidur untuk Rumah Sakit itu diharapkan amat membantu kegiatan di daerah ini. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan tanggap darurat yang akan dilengkapi dokter emergency. Dengan demikian, begitu ada kejadian, masyarakat tinggal menelpon sehingga unit-unit terkait akan segera menjemput.

Bila ada masyarakat yang sakit, ambulance akan bergerak. Demikian pula bila terjadi kebakaran, unit-unit terkait akan meluncur, terangnya. Ia berharap, masyarakat Kabupaten Bantaeng memanfaatkan fasilitas yang segera tiba di Bantaeng itu semaksimal mungkin. Jangan lagi ada orang sakit yang dibonceng motor karena berbahaya di jalan.

Peresmian Gedung Badan Amil Zakat Bantaeng


Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Senin tanggal 2 Nopember 2009 meresmikan gedung Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bantaeng. Peresmian gedung berlantai dua hasil renovasi tersebut menghabiskan dana Rp 200 Juta lebih. Peresmian ditandai penandatanganan naskah berita acara peresmian yang disaksikan Ketua DPRD Bantaeng (Hj. Novrita A. Langgara) dan Muspida di daerah ini.



Bupati Bantaeng berharap, kehadiran gedung ini akan dapat mengelola zakat yang menjadi kepercayaan masyarakat. Kalau pengelolaannya baik, otomatis anggotanya akan banyak dan semakin bertambah. Bila sebaliknya yang terjadi, anggota secara otomatis akan berkurang, urainya. Karena itu Nurdin berharap, pengelolaan secara transparan disertai inovasi dari pengurus sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga, tambahnya. Ia juga mengatakan, organisasi ini akan baik, bila pemimpin dan pengurusnya memiliki komitmen, kreatif dan terbuka.

Masih menurut Bupati Bantaeng, selama ini pengurusan BAZ dilakukan Pemda. Karena itu, ia berharap pengelolaan secara independen ini bisa lebih baik, sebab potensinya cukup besar. Bila pengelolaannya baik, semua orang patuh membayar zakat. Maka BAZ akan menjadi organisasi yang menjadi kebanggan masyarakat. Dengan begitu juga akan meringankan kerja Pemda, urainya lagi. Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng (Drs. H. M. Arbiah Karim) pada kesempatan itu melaporkan, gedung BAZ dibeli seharga Rp 160 Juta. Agar dapat berfungsi sebagaimana layaknya sebuah kantor, dilakukan perbaikan dan renovasi beberapa bagian yang menghabiskan dana Rp 60 Juta-an.

Kini, tambah Arbiah, pihaknya sudah memanfaatkan gedung ini untuk melakukan manasik haji kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Bantaeng. Jumlah JCH Bantaeng tahun ini sebanyak 172 JCH yang dibagi dalam 3 kelompok. Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Bantaeng menyalurkan zakat sebesar Rp 45 Juta lebih kepada 228 orang mustahid, termasuk fakir miskin, santri dan anak yatim serta penghafal Qur’an di daerah ini.

Selain itu, BAZ juga menyerahkan bantuan kepada pedagang kecil penjual kue untuk modal usaha. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan simbolis oleh Bupati Bantaeng dan Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng pada peresmian gedung BAZ Bantaeng. Ketua BAZ Kabupaten Bantaeng berharap, bantuan ini dapat membantu peningkatan kesejahteraan. Ia mengakui, sebagian besar dana BAZ diperoleh dari infaq dari Jemaah Calon Haji (JCH) dan zakat dari masyarakat.

Ia berjanji akan menjaga dengan baik kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada BAZ. Insya Allah akan kami kelola dan manfaatkan dana dari masyarakat ini dengan baik, tandasnya. Harapan yang sama juga dikemukakan Bupati Bantaeng. Menurutnya, BAZ harus bisa memberikan pelayanan maksimal. Untuk itu, ia berharap, pengurus BAZ bisa mengidentifikasi masyarakat yang akan diberi bantuan. Sedapat mungkin dilakukan subsidi silang sehingga orang yang benar-benar tidak mampu bisa diberi bantuan gratis, urainya. Bupati juga berharap, kehadiran BAZ di Bantaeng bisa membantu pengelolaan jenazah pada setiap kecamatan. Kalau bisa setiap kecamatan ada pekuburan umum sehingga tidak ada lagi pemakaman di halaman rumah, pintanya.

Wednesday, October 28, 2009

Program 1 M bikin Tugas Aparat jadi RINGAN


Tugas aparatur pada tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa akan ringan bila program Rp 1 Miliar/Desa berjalan baik. Selama ini, tugas yang dihadapkan pada kewajiban kepada negara dalam bentuk pajak itu (perorangan dan PBB) masih terasa menjadi momok. Namun, bila program Rp 1 Miliar/Desa berjalan baik dan tingkat kesejahteraan masyarakat sudah semakin baik, maka tugas Camat, Lurah dan Kepala Desa dalam menagih PBB akan semakin ringan.



Tanpa ditagih pun masyarakat akan memenuhi kewajibannya membayar PBB, retribusi dan pajak-pajak lainnya karena uang telah ada di tangan, terang Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Bantaeng (H. Syamsuddin) pada Sosialisasi Perpajakan dan Pemberian Penghargaan kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa yang Tercepat dalam Pemerimaan PBB Tahun 2009 di Aula Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 tadi. Menurut Bupati, selain pengembangan Desa dan Kelurahan mandiri, Pemda Bantaeng juga secara pro aktif meningkatkan iklim investasi di daerah ini. Dengan mengandalkan letak strategis kabupaten berjarak 120 Km arah selatan Kota Makassar, Bantaeng diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan iklim investasi.

Karena itu, Pemda memberikan kemudahan berupa penyiapan lahan dan bebas retribusi untuk pengembangan industri strategis. Melalui pengembangan industri tersebut, diharapkan akan menyerap tenaga kerja proporsional. Dengan begitu akan menimbulkan konsekwensi terhadap penerimaan pajak perseorangan dan badan/perusahaan, urainya.

Kepala Kanwil Pajak SulSel, SulBar dan SulTra (Eddi Setiadi) pada kesempatan itu mengimbau semua pihak agar tidak hanya bisa berbicara soal hak tetapi juga masalah kewajiban kita terhadap Negara. Salah satu kewajiban kita kepada Negara adalah dengan membayar pajak. Meski begitu, ia mengakui hingga saat ini masih banyak yang mengabaikan meski sudah memenuhi syarat. Ia kemudian memberi contoh seorang pengusaha (wajib pajak) yang beromzet Rp 50 Miliar/Tahun, namun dalam laporannya hanya Rp 10 Miliar. Atas tindakan seperti itu, maka dilakukan proses hukum. Proses hukum terhadap Wajib Pajak bisa dilakukan dalam bentuk tindakan kurungan hingga ke pencekalan. Namun ini sebenarnya hanya bersifat pembinaan agar wajib pajak bisa bersikap jujur.

Menurut Eddi Setiadi, di lihat dari jumlah penduduk sebenarnya kita malu. Dari 120 Juta Wajib Pajak di Indonesia, ternyata hanya 12 Juta yang memiliki NPWP. Karena itu, ia berharap kerja sama yang baik dengan Pemda untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Menyinggung soal penerimaan pajak tingkat Kanwil yang membawahi 3 Propinsi, Eddi mengatakan bahwa target 2008 sebesar Rp 4,1 Triliun berhasil diraih. Ia berharap, sukses Tahun 2008 itu juga terulang pada 2009 yang ditarget Rp 5,1 Triliun.

Dari rencana sebesar itu, hingga posisi Oktober 2009 sudah berhasil direalisasi sebesar Rp 3,5 Triliun. Karena itu, diperlukan kerja sama yang baik dengan Pemda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar target yang dibebankan Negara bisa tercapai sebab pajak yang diterima akan dikembalikan untuk membiayaan pembangunan.

Raih Penghargaan Pajak


Tiga kecamatan di Kabupaten Bantaeng masing-masing Kecamatan Bissappu, Bantaeng dan Kecamatan Tompobulu berhasil meraih piagam penghargaan dari Kanwil Pajak SulSel, SulBar dan SulTra. Selain 3 kecamatan tersebut, Ditjen Pajak juga memberikan piagam penghargaan kepada tiga Kelurahan yakni Kelurahan Bonto Jaya, Kelurahan Bonto Manai dan Kelurahan Bonto Atu di Kecamatan Bissappu serta Desa Baji Minasa Kecamatan Gantarang Keke, Desa Bonto Lojong di Kecamatan Ulu Ere dan Desa Bonto Loe di Kecmatan Bissappu.



Penyerahan penghargaan dilakukan Kepala Kanwil DJP SulSel, SulBar dan SulTra (Drs. Eddi Setiadi, Msi) bersama Sekda (H. Syamsuddin) dan Kepala Kantor Pajak Pratama Bantaeng (Junaedi) pada Sosialisasi Perpajakan dan Pemberian Penghargaan di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, tepatnya hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Junaedi, penghargaan diberikan atas prestasi yang diraih dalam penerimaan pajak (PBB). Kecamatan, Kelurahan dan Desa tersebut menerima PBB di atas target rata-rata dan diraih sebelum tanggal jatuh tempo.

Menurut Junaedi, Kecamatan Bissappu merampungkan penerimaan pajaknya 15 September 2009 dengan total peneriman 102,94 %, disusul Kecamatan Bantaeng yang merampungkan penerimaan pajaknya 30 September 2009 dengan total 100,90 % serta Kecamatan Tompobulu yang rampung 8 Oktober 2009 dengan jumlah 103,46 %. Pada tingkat Kelurahan, Bonto Jaya merampungkan penerimaan pajaknya 15 Mei 2009 dengan jumlah 104,47 %, sedang Kelurahan Bonto Manai dan Bonto Atu masing-masing di Kecamatan Bissappu berhasil merampungkan penerimaan pajaknya 12 Juni 2009. Bonto Manai menerima 102,35 %, sementara Bonto Atu menerima 101,71 %.

Untuk tingkat Desa jelas Junaedi, Desa Baji Minasa Kecamatan Gantarang Keke merampungkan penerimaan pajaknya 30 Mei 2009 dengan jumlah 109,26 %, disusul Desa Bonto Lojong di Kecamatan Ulu Ere yang rampung 12 Juni 2009 dengan nilai total 130,12 % dan Desa Bonto Loe di Kecamatan Bissappu rampung 30 Juli 2009 dengan total 102,02 %.

Bupati Bantaeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Bantaeng mengakui, salah satu sumber keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) berasal dari pendapatan Dana Perimbangan berupa Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Sumber Daya Alam, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Meski begitu, jika dilihat struktur pendapatan daerah ini dalam kurun waktu lima tahun terakhir, maka porsi terbesar dari pendapatan tersebut masih bersumber dari DAU. Sementara sumber pendapatan dari bagi hasil pajak, jumlahnya masih kecil. Namun, tetap menunjukkan adanya kenaikan dari tahun ke tahun.

Adanya peningkatan pendapatan bagi hasil pajak itu patut disyukuri karena hal ini menggambarkan adanya dinamika kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Untuk itu, kita berharap, sumber pendapatan daerah itu tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari dana perimbangan, tapi hendaknya dibarengi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), urainya.

Rencana Keberangkatan Jamaah Calon Haji Bantaeng


Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Bantaeng (Drs. H. Muhammad Adnan, MM) minta kepada Jamaah Calon Haji (JCH) wilayah kerjanya agar tetap menjaga kondisi fisik menunggu pemberangkatan. Tetap jaga kondisi fisik hingga pemberangkatan, katanya usai mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Menurut Adnan, ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik dan mental khususnya kesabaran.



Agar pelaksanaan ibadah bisa berjalan dengan baik hingga ke Tanah Suci, ia berharap calon jamaah membaca buku petunjuk tata cara pelaksanaan haji yang sudah dibagikan. Bila buku dibaca dengan baik dan sudah mengikuti manasik, Insya Allah jamaah akan menjadi haji MABRUR, urainya. Menjawab pertanyaan, Muh. Adnan mengatakan, calon jamaah haji Bantaeng sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di Puskesmas maupun vaksin di Dinas Kesehatan sebagaimana dipersyaratkan. Hingga saat ini, calon jamaah haji yang berjumlah 172 orang sudah mengikuti seluruh ketentuan. Pemeriksaan terakhir akan dilakukan di asrama haji Sudiang, urainya. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ia berharap kepada calon jamaah haji wanita untuk menghindari kemungkinan terjadinya kehamilan karena akan berakibat pembatalan.

Ia juga mengatakan, jumlah jamaah calon haji sebanyak itu berkurang 2 orang dari jatah 174 orang. Kedua calon jamaah itu antara lain mundur karena sakit dan seorang jamaah yang mutasi ke Jawa Barat. Masih menurut Kakandepag Bantaeng, jamaah calon haji Kabupaten Bantaeng tergabung dalam kloter 33 yang dijadwalkan berangkat 16 Nopember 2009. Para jamaah calon haji akan diangkut 5 unit bis dari Bantaeng ke asrama haji Sudiang. Para jamaah tersebut didampingi Paramedis, Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan TPHI, urainya. Sebelum keberangkatan, para jamaah calon haji akan dilepas oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Masjid Agung Syekh Abdul Gani.

Peringatan Hari Sumpah Sumpah Pemuda ke-81


Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bantaeng pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 berlangsung khidmat. Upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin) dengan Komandan Upacara Syahrul Bayan dari KNPI tersebut diwarnai defile pakaian adat dari 33 Propinsi di Indonesia. Defile tersebut diperagakan siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Bantaeng. Upacara tersebut juga ditandai penaikan Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945 dan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia.



Gubernur Sulsel (H. Syahrul Yasin Limpo) dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun ini sangat bersejarah dan memberikan inspirasi serta motivasi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Melalui peringatan ini, kita dapat mengenang kembali tekad Pemuda Indonesia saat itu yang mengikrarkan komitmen Persatuan dan Kesatuan bangsa yakni Satu Tanah Air Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa Bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.

Masih menurut Gubernur Syahrul Yasin Limpo, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga bertepatan dengan 101 tahun Hari Kebangkitan Nasional dan 11 tahun Reformasi. Tiga momentum sejarah yang sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia saat ini dipelopori oleh Pemuda pada zamannya. Berdirinya pergerakan Budi Utomo merupakan awal penyemaian nilai-nilai kebangsaan dan tumbuhnya kesadaran untuk memikirkan nasib bangsanya. Sumpah Pemuda merupakan momentum yang telah membangun komitmen kolektif bangsa untuk bersatu dan mengembangkan jiwa nasionalisme di tengah-tengah hegemoni kolonialisme penjajah.

Reformasi yang digagas oleh para mahasiswa., tambahnya lagi merupakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang telah terjadi selama era Orde Baru menuju era yang lebih demokratis, memperkuat supremasi hukum dan pengelolaan Negara yang lebih akuntabel. Tiga momentum sejarah ini, penting untuk kembali direnungkan dan direaktualisasikan agar semangat yang tekandung di dalamnya dapat terus memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh bangsa. Gubernur SulSel mengajak pemuda di daerah ini memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk mewujudkan program unggulan SulSel seperti pelaksanaan Go Green dan program lain yang mampu mendukung dan menjadikan SulSel sebagai propinsi yang terbaik di Indonesia.

Tuesday, October 27, 2009

UU Lantas & Angkutan Jalan 2009


Setelah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 26 Mei 2009 lalu, maka dengan sendirinya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak berlaku lagi.



Ada banyak hal yang diatur dalam Undang-Undang yang baru ini. Dari hasil bincang-bincang dengan Kasat Lantas Polres Bantaeng dengan Tim Ambae.exe beberapa waktu lalu, beliau mengungkapkan seperti ini :
1. Wajib menyalakan lampu d'siang hari (Light On), bahkan katax k'depanx neh...kendaraan yang akan d'produksi wajib menetapkan STOP KONTAK pd lampu langsung menyala saat KUNCI KONTAK dihidupkan

2. Batas minimal usia pembuatan SIM C (motor) dinaikkan dari 16 tahun menjadi 17 tahun

3. Pengguna jalan yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak dapat mengajukan tuntutan kepada Penyelenggara Jalan

4. Belok kiri di persimpangan yang ada lampu merahnya tidak lagi boleh langsung kecuali ada rambu yang memperbolehkan

5. Uji tipe kendaraan bermotor dapat dilakukan di bengkel umum yang telah mendapat ijin

6. Adanya batas maksimal tingkat kebisingan knalpot

7. Pengguna sepeda dan penjalan kaki harus diutamakan

8. Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dikoordinasikan oleh POLRI

Ada lagi yang hebat, Undang-Undang ini juga mengatur tentang pendidikan berlalu lintas. Jadi nantinya, materi disiplin lalu lintas akan masuk ke kurikulum sekolah.

Ingin mendapatkan dan memahami Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, download disini.

KNPI Bantaeng Wujudkan Desa Mandiri


Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng adalah organisasi kepemudaan yang besar di Bantaeng dan merupakan induk dari berbagai OKP, akan mengambil peran penting dalam pelaksanaan upacara bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81 Tingkat Kabupaten Bantaeng yang akan digelar pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 esok di halaman Kantor Bupati Bantaeng. Dimana pelaksana upacara, berasal dari Pengurus Harian KNPI, para pemuda/pelajar SMU/SMK se-Kabupaten Bantaeng.



Penegasan keikutsertaan KNPI Kabupaten Bantaeng disampaikan pada saat Rapat Konsolidasi Pengurus KNPI Kabupaten Bantaeng di Sekretariat KNPI Kab. Bantaeng, tepatnya 24 Oktober 2009 yang lalu perihal keikutsertaan seluruh Pengurus Harian KNPI Kab. Bantaeng, pengurus dan anggota OKP se-Kabupaten Bantaeng. Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua DPD KNPI Kab. Bantaeng Periode 2008-2011 (Muh. Nurfajri, SE) bahwa makna yang tersirat dari kegiatan ini adalah minimal merefleksi ulang tentang peran pentingnya pemuda di zaman saat ini. Apalagi, Pemuda dituntut untuk mengambil peran penting dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Bantaeng yang mengarah pada Terwujudnya Bantaeng sebagai Wilayah Terkemuka dengan berbasis Desa Mandiri sebagaimana telah menjadi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng terpilih.

Saat ini, teman-teman di LSM telah bergerak di desa-desa untuk mendampingi penguatan kelembagaan, penguatan kapasistas masyarakat desa. Namun, jumlahnya belum sebanding dengan desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Untuk itu, KNPI dan beberapa OKP-OKP yang ada di Bantaeng ini perlu segera mendukung dan bisa bersinergi dengan teman-teman LSM untuk selalu bermitra dengan desa yang ada di Kabupaten Bantaeng. Sehingga lebih mudah melakukan akselerasi pembangunan sehingga Desa Mandiri dapat segera terwujud.

Beliau juga memaparkan tentang KNPI Kabupaten Bantaeng telah memiliki Desa Binaan yang ada di Desa Pa’Bumbungan Kecamatan Eremerasa. Jumlah desa binaan ini akan ditambah seiring dengan adanya komitmen bersama dengan kepala desa nantinya. Sisa bagaimana diberikan ruang untuk berapresiasi dan berpartisipasi berdasarkan koridor yang ada. Juga ke depan, DPK (Dewan Pimpinan Kecamatan) sensantiasa dituntut untuk aktif dan berperan serta bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan setempat, agar program pembangunan dan program organisasi dapat berjalan secara bersama.

Disisi lain, sebagai Ketua KNPI Kab. Bantaeng yang juga adalah mantan Ketua KPUD Kab. Bantaeng, Juju demikian panggilan akrabnya mengapresiasi setiap prestasi yang diukir oleh atlit olahragawan asal Kabupaten Bantaeng di tingkat nasional maupun di tingkat Asia/Internasional. Sebagaimana ditorehkan oleh petenis Junior Bantaeng (Nur Adim Ramdani Iswan) yang kini berada Rangking I PNP Pelti, yang baru-baru mengukir prestasi sebagai juara 1 Bakrie Master 2009 di Jakarta.

KNPI Kabupaten Bantaeng yang bersekretariat di Gelora Pemuda Jl. Elang Bantaeng, memiliki fasilitas yang sangat memadai dan dilengkapi dengan ruang pertemuan. Dari ruang pertemuan inilah yang dijadikan sebagai wadah berkumpulnya para pemuda Kabupaten Bantaeng dan juga beberapa SKPD yang menggunakannya sebagai tempat kegiatan seminar/lokakarya atau pelatihan.

Foto : Ketua KNPI Kab. Bantaeng Periode 2008-2011

Monday, October 26, 2009

Kebutuhan Cina siap dipenuhi Bantaeng


Kabupaten Bantaeng menyatakan siap menjadi penyangga kebutuhan bahan baku hasil pertanian dan perkebunan Cina. Kesiapan tersebut ditandai penandatanganan naskah kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemda Bantaeng dan Pemerintah setempat.



Penandatanganan MoU dilakukan di negeri tirai bambu itu, atas undangan Pemerintah Propinsi Guanshy, pekan lalu. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengemukakan hal itu pada pelantikan Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng periode 2009-2014 yang berlangsung di gedung para wakil rakyat tersebut, tepatnya hari Senin, 26 Oktober 2009. Menurut Nurdin Abdullah, BUMN terbesar yang mengolah hasil pertanian negeri itu ingin mengembangkan usahanya ke Bantaeng. Salah satu jenis usaha yang akan dikembangkan adalah ubi kayu (tapioka). Hasil bumi tersebut akan diolah menjadi methanol, tekstil dan jenis lainnya. Selain pengembangan ubi kayu, perusahaan di bawah bendera Yan Ming Industries juga peduli terhadap penyediaan air bersih dan perdagangan hasil industri lainnya.

Ia berharap, kerjasama saling menguntungkan tersebut bisa diwujudkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja sebab tahap awal produksi ubi tersebut masih akan di ekspor ke Cina. Namun, bila produksinya sudah bisa memenuhi kebutuhan industri, maka industri pengolahannya akan dibangun di Bantaeng, urainya. Nurdin kemudian berharap dukungan dari anggota dewan agar memberikan pengawasan dalam pengelolaan APBD agar berlangsung seefisien mungkin. Ia juga berpesan agar para wakil rakyat memberi perhatian terhadap program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar tetap pro-rakyat.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. Novrita A. Langgara) berjanji akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Meski begitu, ia berharap dukungan dari unsur dewan untuk menunjukkan kerja keras dan komitmen sebab tanpa hal itu, sulit diwujudkan, urainya.

Ketua DPRD Bantaeng yang baru


Setelah menjalankan tugas sebagai Ketua Sementara DPRD Bantaeng sejak Agustus 2009, Hj. Novrita A. Langgara akhirnya ditetapkan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng secara definitif setelah dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (M. Zainal Arifin, SH). Bersama tokoh wanita Partai Golkar itu, juga dilantik Darwis,SE (PAN) dan Ir. Alim Bahri L. Tana (Demokrat) sebagai Wakil Ketua.



Pelantikan dalam paripurna istimewa yang berlangsung di gedung DPRD Kabupaten Bantaeng, tepatnya Senin, 26 Oktober 2009 tersebut disaksikan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Wakil Bupati (H. A. Asli Mustadjab), Sekretaris Daerah (H. Syamsuddin), para tokoh masyarakat dan LSM di daerah berjuluk Butta Toa ini. Bupati Bantaeng pada kesempatan itu berharap, proses pelantikan yang cukup panjang dan memakan energi berdampak pada mantapkan sinergitas semua pihak untuk mewujudkan kesamaan persepsi dan interpretasi terhadap peran dan fungsi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng. Sehingga harapan untuk mewujudkan kemandirian di daerah ini secara PERLAHAN TAPI PASTI akan terwujud.

Ini penting karena berbagai tugas pasca pengambilan sumpah ini telah mendesak untuk segera dibahas bersama, terutama persiapan pembahasan APBD 2010 yang merupakan instrument utama penggerak roda perekonomian daerah, jelas Nurdin Abdullah. Mengutip data BPS 2009, Bupati Bantaeng mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini hingga akhir 2008 mencapai 6,73 %. Angka ini merupakan angka tertinggi pasca krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan 1998. Satu hal yang penting kita cermati dan syukuri, tambah Bupati Bantaeng meski ekonomi global melanda banyak wilayah khususnya kawasan Asia, namun hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Kabupaten Bantaeng.

Ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi daerah ini yang mengalami perubahan yang cukup signifikan pada hampir semua sektor. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama harmonis antar semua pihak termasuk legislatif dan stakeholder lainnya dalam menyusun dan menetapkan agenda pembangunan yang secara makro telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup drastis. Namun, disisi lain, melalui agenda pembangunan ke depan kita mulai mengarahkan ke perekonomian mikro rumah tangga dan pemerataan kesejahteraan mengingat masih banyak kantong-kantong kemiskinan di daerah ini yang perlu perhatian dan penanganan serius. Dalam kondisi tersebut, Nurdin percaya anggota dewan telah memiliki grand desain masing-masing untuk menjadikan Bantaeng sebagai primadona di bagian selatan SulSel.

Sunday, October 25, 2009

Juara I misseng Petenis na Bantaeng


Satu lagi prestasi Petenis Junior asal Bantaeng terukir di Kancah pertenisan di tingkat Nasional, setelah menjuarai Bakrie Master 2009 di Jakarta yang digelar hingga Minggu, 25 Oktober 2009. Setelah melakukan Road Show selama 3 minggu di Vietnam dan Malaysia (Akhir September hingga 20 Oktober 2009), yang mana Adim hanya mampu lolos hingga Final Kualifikasi di ITF Vietnam International Junior Championship, Ho Chi Minh, Vietnam dan ITF Malaysia International Junior Championship, Malaysia.



Kedua Pertandingan ini adalah merupakan program tanding Adim yang telah diberikan oleh pelatih Cibubur Tennis Camp, Ardi Rivali yang harus diikuti agar target menjadi juara Asia dapat terpenuhi, paparnya. Adim, panggilan akrab Nur Adim Ramdani Iswan (KU 16 Th) menjadi unggulan pertama pada turnamen yang setiap tahun dilaksanakan oleh Pengusaha Sukses, Mantan Menkosra Kabinet Bersatu Jilid I, Abu Rizal Bakrie. Pada turnamen Bakrie Master 2009 ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Oktober 2009 bertempat di Lapangan tenis
Rasuna Said Jakarta.

Adim yang kini berada pada peringkat Top 8 KU 16 Thn memperlihatkan ketangguhannya di KU 16 Tahun setelah tampil menjadi Juara. Setelah mengalahkan lawan-lawannya masing-masing M. Lutjfi dari Bandung dengan skor 6-3, 6-3. Selanjutnya melawan Deda Kresna dari Kalsel dengan skor 6-3, 6-1. Lawan ketiga Ekky Hamzah juga menang dengan skor 4-6, 7-5 (10-6). Lawan keempat yakni Ibrahim Unggulaga dari Surabaya dengan skor 6-3, 7-6 (4) dan yang terakhir mengalahkan Nyoman Cahyadi dari Bali dengan skor 6-3, 4-6,10-4.

Bakrie Master 2009 ini, juga turut hadir menyaksikan keberhasilan Adim, Abu Rizal Bakrie, para panitia dan peserta Bakrie Master. Seluruh peserta diberikan fasilitas menginap gratis di Hotel Century Jakarta. Untuk Kelompok Umur 16 tahun berjumlah 8 orang dan total atlit yang berlaga di semua kelompok umur adalah 40 orang. Dan ini merupakan ajang para petenis terbaik Nasional. Dari keberhasilan Adim yang kesekian kalinya ini, telah mendapat tanggapan positif dan mendukung penuh oleh Ketua DPRD Kab. Bantaeng (A. Novrita Langgara). Dimana dalam penyampaiannya kepada Pengelola dan Pelatih Bantaeng Tennis Camp mengatakan, “Sangat berharap banyak terhadap prestasi Adim, karena ini merupakan aset Daerah yang paling berprestasi dan perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemkab. Bantaeng. Dan berjanji akan berbicara khusus dengan Bupati Bantaeng, agar Adim tetap membela nama daerah Bantaeng di tingkat Nasional, Asia maupun InterNasional”.

Tanggapan Ketua DPRD Bantaeng mendapat respon balik dari Pengelola Bantaeng Tennis Camp yang juga sekaligus Kabid. Pembinaan Prestasi KONI Kab. Bantaeng (Syahrul Bayan) dalam releasenya mengatakan bahwa “Kami merasa bersyukur atas tanggapan yang baik ini, dan kami juga akan kembali melakukan review atas program latihan buat anak-anak kami yang lain. Yang sekarang harus dilakukan adalah pembenahan sistem latihan buat kader setelah Adim. Kami punya atlit tenis yang juga potensial seperti Nur Oktafianti yang kini wakili SulSel pada POPNAS Oktober 2009 di Yogyakarta. Demikian pula Fauziah Azis, Azima Faradina dan Yaumil Iswan”.

Friday, October 23, 2009

Pertamina Bagi Tabung Gas di Bantaeng


PT. Pertamina (Persero) mulai membagikan tabung dan kompor gas kepada masyarakat di Kabupaten Bantaeng sejak Jum’at, 23 Oktober 2009. Tahap awal pembagian tabung untuk konversi minyak tanah tersebut diberlakukan pada dua kelurahan (Kelurahan Gantarang Keke dan Kelurahan Tombolo) di Kecamatan Gantarang Keke.



Pembagian fasilitas pengganti minyak tanah itu dilakukan secara simbolis Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bantaeng (Abd. Rasyid) disaksikan pejabat terkait dan Konsultan Pertamina untuk konversi minyak tanah ke gas. Jumlah tabung dan kompor gas yang dibagikan di Kelurahan Gantarang Keke sebanyak 696 Kepala Keluarga (KK), sedang di Kelurahan Tombolo berjumlah 563 KK disusul kelurahan lainnya di kecamatan itu dengan jumlah total 4.149 KK.

Setelah Kecamatan Gantarang Keke, penyaluran fasilitas yang sama juga akan dilakukan di Kecamatan Ere Merasa, tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2009, disusul Kecamatan Pa’jukukang yang akan dilakukan selama 2 hari yakni tanggal 25-26 Oktober 2009, jelas Muliati (Koordinator Lapangan Distribusi Gas dan Kompor Gas) untuk Kabupaten Bantaeng. Muliati yang didampingi Sugiono dan Andre mengakui terjadi kelambatan dalam penyaluran tabung dan kompor gas di daerah ini. Semula kami menjadwalkan Kamis, 22 Oktober 2009, namun ternyata baru bisa dimulai Jum’at, 23 Oktober 2009 karena persoalan teknis pendataan.

Khusus Kecamatan Bantaeng, penyaluran tabung dan kompor gas akan dilakukan tanggal 28-29 Oktober 2009. Sebelum itu tepatnya pada tanggal 26-27 penyaluran kompor dan tabung gas akan dilakukan di Kecamatan Tompobulu. Penyaluran di Kecamatan Bissappu yang berjumlah 8.100 KK akan dilakukan tanggal 30 Oktober 2009. Mengakhiri penyaluran tersebut akan dilakukan bersamaan pada 2 kecamatan masing-masing Kecamatan Sinoa dan Ulu Ere pada 31 Oktober 2009. Ia kemudian menyebut estimasi data awal sebanyak 53.000 KK. Namun setelah dilakukan verifikasi jumlahnya ternyata 48.039 KK. Ini disebabkan persyaratan untuk memperoleh subsidi kompor dan tabung gas berisi 3 Kg ini selain KK dan KTP juga syarat belum memiliki kompor gas.

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Bantaeng berharap, Pertamina segera menyiapkan antisipasi tabung pengganti sebab isi 3 Kg tentu tidak sama dengan tabung berisi 12 Kg. Kesiapan tersebut sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya keresahan sebab setelah tabung dan kompor dibagikan, Pertamina secara otomatis mengurangi jatah minyak tanah di daerah ini dan dengan harga baru (non subsidi) Rp 7000/liter, ujarnya. Menjawab kekhawatiran tersebut, Muliati mengatakan, distribusinya secara otomatis juga dilakukan pada agen yang sudah memiliki izin penjualan minyak tanah. Mereka secara otomatis menjadi penyalur tabung gas 3 Kg. Demikian pula dengan agen dan penyalur yang selama ini sudah menjual tabung 12 Kg.

Kelangkaan Minyak Tanah di Bantaeng


Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kabupaten Bantaeng diduga kuat akibat adanya perdagangan antar daerah, terutama ke daerah tetangga. Perdagangan antar daerah itu dilakukan menyusul tingginya harga minyak tanah di daerah tetangga akibat pencabutan subsidi.



Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi lintas sektor yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Bantaeng pada hari Jumat, 23 Oktober 2009. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) tersebut dihadiri Asisten II (Zainuddin Tahir), Kadis Perindag (Abd. Rasyid), Kasat Polisi Pamong Praja (Abdi Sam), Polres, Kodim dan Camat se-Kabupaten Bantaeng. Wakil Bupati Bantaeng berharap unsur terkait mewaspadai perdagangan antar daerah tersebut dengan menjaga setiap perbatasan. Kita juga tidak ingin ada jatah dari daerah lain yang masuk ke daerah kita, urainya.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian (Asrudddin) pada kesempatan itu mengungkap, jatah minyak tanah Kabupaten Bantaeng dari Pertamina sebelum konversi mencapai 270 Kilo Liter (KL) perbulan dengan harga eceran (HET) Rp 3.500/liter. Sementara di daerah tetangga (Kabupaten Jeneponto) harga minyak tanah sudah dua kali lipat karena di daerah itu sudah dilakukan pembagian tabung dan kompor gas untuk konversi minyak tanah ke gas. Akibat kenaikan harga itulah yang diduga menjadi sumber hilangnya minyak tanah di Bantaeng sebab pedagang maupun masyarakat biasa cenderung membawa minyak tanahnya ke Jeneponto, urainya.

Menjawab pertanyaan, Asruddin mengatakan dengan konversi minyak tanah ke gas yang segera dilakukan di kabupaten berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini, Pertamina juga akan mengurangi jatah minyak tanah Bantaeng. Karena itu, akan dibentuk tim terpadu yang melibatkan unsur kepolisian (Polres), Kodim, Satpol PP, Disperindag dan unsur terkait lainnya sebagai antisipasi hilangnya minyak tanah dan pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas di daerah ini. Kita berharap, tim terpadu akan bekerja mulai Senin pekan depan agar tidak ada lagi spekulasi dari masyarakat maupun pedagang yang ingin meraih keuntungan yang lebih besar, tambahnya.

Ditanya mengenai sanksi yang akan diberikan bila ditemukan bukti penyimpangan di lapangan, Kabag Perekonomian Pemkab. Bantaeng itu mengatakan, bila pedagang yang melakukan pelanggaran, izin usahanya akan dicabut dan tidak tertutup kemungkikan akan di proses pihak berwajib.

Wednesday, October 21, 2009

Susunan Kabinet Periode 2009-2014


Lengkap sudah Pemerintahan yang baru untuk Periode 2009-2014. Setelah SBY dilantik, para menteri pun diumumkan oleh SBY yang akan mendampinginya mengawal Pemerintahan Republik Indonesia selama 5 tahun ke depan.



Berikut Susunan Kabinet Periode 2009-2014 :
1. Menko Polhukam : Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara : Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri :Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral : Darwin Saleh
11. Menteri Perindustrian : M. S Hidayat
12. Menteri Perdagangan : Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian : Suswono
14. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan : Fredy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional : M. Nuh
21. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufrie
22. Menteri Agama : Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika : Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi : Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM : Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Linda Agum Gumelar
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE. Mangindaan
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Helmy Faishal Zaini
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Prof. Armida Alisjahbana
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara : Mustafa Abubakar
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga : Andi Mallarangeng

Wednesday, October 14, 2009

Jempol 4 Bupati Bantaeng


Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Bantaeng memberi acungan jempol kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) atas upaya yang dilakukan sehingga sejumlah proyek bernilai puluhan miliar yang dibiayai APBN masuk ke daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng (Hj. A. Novrita Langgara) usai melakukan peninjauan ke sejumlah MEGA PROYEK di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini pada hari Rabu, 14 Oktober 2009 mengatakan, Bantaeng di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah kini sangat membanggakan.



Kami sangat kagum, dalam tempo setahun kepemimpinannya, Bantaeng banyak mengalami perubahan, tandas Novrita Langgara. Ia kemudian mengemukakan dukungan dewan terhadap kepemimpinan Bupati. Selama pembangunan yang dilakukan itu berpihak kepada rakyat, kami di dewan akan terus memberikan dukungan, tambah wakil rakyat dari Partai Golkar itu. Ia juga mengemukakan pentingnya melibatkan aparat kecamatan dan kelurahan untuk memantapkan pengawasan. Kami berharap, Camat dan Lurah juga dilibatkan dalam pengawasan agar jauh lebih baik karena kita ingin pembangunan yang berkualitas agar bisa dinikmati turun-temurun, tandas Novita yang dibenarkan Darwis, ST (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng).

Wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, gebrakan yang dilakukan Bupati Bantaeng merupakan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kami di dewan akan mengawal program bupati untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng sekaligus menjadikan daerah ini menjadi daerah jasa di bagian selatan SulSel, urainya. Darwis mengakui, sejumlah proyek yang sedang berjalan itu terkesan mendadak dimata masyarakat sebab Nurdin yang baru saja memimpin Bantaeng bisa langsung membangun. Begitu dilantik, dia langsung tancap gas. Begitulah, karena pak Bupati memiliki jaringan yang luas. Dan itu sangat kami syukuri sebab bila hanya mengandalkan APBD tak mungkin mega proyek tersebut bisa dibangun di Bantaeng, tuturnya.

Mega proyek yang ditinjau anggota komisi gabungan DPRD Kabupaten Bantaeng meliputi pembangunan jalan akses pelabuhan yang menyusuri pantai selepas perbatasan Kabupaten Jeneponto. Para wakil rakyat berbagai fraksi itu juga menyaksikan proyek revitalisasi pantai untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu dan sejumlah fasilitas umum di kawasan Pantai Seruni. Dari Pantai Seruni, anggota DPRD menyaksikan pembangunan Cekdam Balang Sikuyu di Kecamatan Bantaeng. Cekdam multi fungsi tersebut tak hanya menjadi pengendali banjir pada musim hujan, tapi juga menjadi tempat menyimpan air pada musim kemarau sekaligus menjadi tempat rekreasi dan pengembangan ikan air tawar.

Sungai Balang Sikuyu, terang Bupati Nurdin Abdullah selama ini menjadi penyebab banjir di Kota Bantaeng karena dialiri delapan anak sungai. Karena itu, dengan pembangunan Cekdam, banjir yang menjadi langganan tahunan diharapkan sudah bisa dialihkan menjadi cadangan air pada musim kemarau melalui fasilitas yang dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 14 Miliar tersebut. Untuk memberikan alternatif rekreasi kepada masyarakat, Pemda Bantaeng juga menggenjot pembangunan fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu di Kecamatan Pa’jukukang. Tempat rekreasi pantai tersebut akan dilengkapi fasilitas gazebo, ruang pertemuan, hall dan berbagai fasilitas lainnya yang diharapkan menjadi magnet bagi masyarakat yang senang rekreasi pantai, urainya.

Selain itu, tambah Nurdin yang didampingi Asisten II (Zainuddin Tahir), Kepala Bappeda (H. M. Yasin, MT), unsur Muspida dan sejumlah pejabat lainnya, kehadiran fasilitas rekreasi ini juga diharapkan menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), urainya kepada para wakil rakyat dari berbagai fraksi tersebut. Menyinggung soal petani rumput laut, Bupati Bantaeng mengatakan akan dilakukan penataan sejauh 350 Meter ke depan. Penataan dalam bentuk sonasi tersebut juga akan memberikan kemudahan para petani rumput laut mengganti pelampung yang lebih baik. Dengan penataan itu, tak ada lagi pelampung dalam bentuk botol yang terkesan kumuh karena akan diganti dengan pelampung berwarna warni dan menimbulkan cahaya pada malam hari sehingga pantai akan terlihat lebih indah, terang Bupati Bantaeng.

Tuesday, October 13, 2009

Otonomi Kecamatan

Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan menguji coba pelaksanaan otonomi pada tingkat kecamatan. Tahap awal uji coba akan dilakukan di Kecamatan Bantaeng yang merupakan Ibukota Kabupaten. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada Halal Bihalal tingkat Kecamatan Bantaeng hari Selasa, 13 Oktober 2009 mengatakan, melalui otonomi pada tingkat kecamatan diharapkan muncul inovasi baru di bidang pelayanan.



Kita akan mulai pada tingkat kecamatan. Bagaimana membangun tim kerja yang kuat, bagaimana sinergi untuk menghilangkan ego sektor serta sistem pelayanan yang baik, terangnya. Dengan otonomi ini kita juga berharap ada gebrakan dari Kecamatan Bantaeng yang membedakan dengan kecamatan lainnya. Tentu saja gebrakan itu berupa gebrakan yang dapat meringankan beban masyarakat. Bukan sebaliknya, urai Nurdin Abdullah yang meminta aparatnya bekerja dilandasi niat yang tulus dan ikhlas agar tidak menjadi beban.

Yakinlah, bila kita bekerja dengan niat yang tulus dan ikhlas, maka apa yang kita kerjakan akan berjalan dengan baik, tuturnya. Ia kemudian meminta semua pihak, terutama aparat pada tingkat kelurahan agar memperhatikan masalah kebersihan. Masalah ini perlu dibudayakan agar masyarakat menyadari arti penting kebersihan. Kalau masyarakat sudah menyadari pentingnya kebersihan dengan sendirinya kota ini akan bersih. Itu akan menjadi modal untuk meraih Adipura meski itu bukan tujuan utama, urai Bupati Bantaeng yang berharap aparatur pemerintahan hendaknya dapat memikirkan arah pengembangan kota dan bagaimana memberikan pelayanan yang baik agar masyarakat meningkatkan kesadarannya memenuhi kewajiban.

Saya sangat berharap, semua se-visi dan tak ada ego sektor agar kita bisa membangun dengan baik, terutama hak dasar masyarakat itu sendiri, tambah Nurdin yang menyebut sejumlah proyek yang sedang berjalan. Proyek-proyek tersebut masing-masing pembangunan Cekdam multi fungsi di Balang Sikuyu yang tak hanya diharapkan mengatasi banjir dan penampung air pada musim hujan tapi juga menjadi tempat rekreasi baru dan pengembangan perikanan air tawar. Selain itu, ada proyek revitalisasi pantai dan proyek pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) milik PDAM di Desa Barua, Kecamatan Eremerasa. Belum lagi proyek pengembangan Pantai Marina Korong Batu untuk rekreasi pantai serta proyek pengembangan agrowisata di kecamatan Ulu Ere.

Kehadiran proyek bernilai puluhan miliar tersebut diharapkan dapat memerangi kemiskinan, kebodohan dan pengangguran yang menjadi musuh bersama selama ini. Kita harus mampu memerangi ketiga musuh tersebut untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pada zaman Belanda dijadikan pusat pemerintahan (Afdeling), pintanya lagi pada Halal Bihalal yang hikmahnya dibawakan oleh Ustadz K. H. Hamzah.

Camat Bantaeng (Dra. Nurhasni, MA) pada kesempatan itu menyambut baik keinginan Bupati Bantaeng untuk memberikan otonomi pada tingkat kecamatan. Insya Allah, kami akan coba melakukan yang terbaik untuk daerah ini, tandasnya.

Monday, October 12, 2009

Bangun IPA PDAM

Pembangunan fasilitas air bersih dalam bentuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng dimulai. Sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas bernilai Rp 12 Miliar tersebut. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) pada hari Senin, 12 Oktober meletakkan batu pertama di lokasi proyek tepatnya di Desa Barua Kecamatan Eremerasa.



Peletakan batu pertama itu disaksikan Direktur Utama PDAM Bantaeng (H. Abd. Azis), Direktur PT. Bahana Cipta, kontraktor pelaksana pembangunan (Yohanis Sumilat), Ketua Tim Penggerak PKK (Hj. Lies F. Nurdin) dan unsur Muspida serta undangan lainnya. Proyek yang menggunakan dana Desentralisasi Fiskal 2009 ini akan dilengkapi kantor pengelola berukuran 60x60 M2 serta jaringan pipa sepanjang 13 Kilometer. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Bahana Cipta, jelas Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kab. Bantaeng yang diwakili Iskandar.

Bupati Bantaeng berharap, fasilitas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ini dapat berjalan sesuai rencana agar masyarakat menikmati fasilitas air bersih, terutama yang bermukim di Kecamatan Pa’jukukang. Agar fasilitas ini berfungsi baik, ia berharap kepada masyarakat yang berada di hulu agar tetap memelihara tanaman sedang bagian yang tandas sedapat mungkin segera ditanami untuk menjaga ketersediaan air.

Bila air tetap tersedia, maka proyek ini akan bermanfaat dalam jangka waktu lama. Begitu pula sebaliknya, bila sumber airnya tidak ada maka proyek ini tak akan belangsung lama, urainya seraya mengemukakan pentingnya menjaga sumber air karena 80 persen metabolisme tubuh manusia digerakkan oleh air. Masih menurut Bupati Bantaeng, meski fasilitas ini belum bisa memenuhi harapan seluruh masyarakat, namun kehadiran IPA menyelesaikan satu persoalan. Pemda juga sedang membangun Cekdam pengendali banjir di Balang Sikuyu, Kelurahan Karatuang.

Cekdam multi fungsi tersebut akan menggenangi areal seluas 10 Ha, jelas Nurdin Abdullah sembari mengungkap proyek revitalisasi pantai untuk areal pengembangan Kota Bantaeng. Khusus untuk memperlancar transportasi, tahun ini juga dibangun jalan nasional dari Kota Bantaeng ke Bulukumba serta dari Jeneponto ke Bantaeng. Proyek jalan tersebut diharapkan selesai tahun 2010 mendatang.

Sunday, October 11, 2009

Jangan Bangun Kepalsuan

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) mengingatkan jajarannya untuk tidak membangun sebuah kepalsuan karena hanya akan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tampilkan apa adanya agar mendapat koreksi sehingga bisa diperbaiki kekurangannya sebab penghargaan bukanlah tujuan utama. Kalaupun ada penghargaan, itu untuk masyarakat, pintanya pada penilaian lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI) Tingkat Sulsel yang dipusatkan di Kecamatan Pa’jukukang.



Penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tersebut dilakukan tim penilai pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 yang dipimpin Dr. Mappatoba dari Dinas Kesehatan Propinsi SulSel. Kedatangan tim berjumlah 5 orang itu disambut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Hj. Lies F. Nurdin) dan pengurus organisasi wanita di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar tersebut. Bupati Bantaeng mengatakan, dari sisi infrastruktur daerah ini masih memiliki keterbatasan. Meski begitu, pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten telah menjabarkan fungsi Puskesmas yang diharapkan akan menyebar hingga ke tingkat desa (Puskesmas Pembantu).

Bila pelayanan kesehatan sudah tersebar hingga ke tingkat desa, tidak perlu semua penderita langsung ke rumah sakit karena pertolongan sudah bisa dilakukan di Puskesmas. Dengan begitu, terang Nurdin, kita akan mengubah paradigma dari hospital based menjadi community based. Selain Puskesmas, Bantaeng juga membangun Posko Penanganan Bencana yang dilengkapi fasilitas kendaraan Ambulance siaga.

Untuk antisipasi dini, Desember 2009 akan diresmikan fasilitas tanggap darurat. Di lokasi ini sudah ada PMI, Sosial, Pemadam Kebakaran dan dokter yang akan menangani operasi kecil di atas mobil Ambulance. Ia kemudian memuji Kecamatan Pa’jukukang yang memiliki tingkat kematian ibu hamil yang paling rendah (nol) dibanding kecamatan lainnya, padahal kecamatan ini merupakan kecamatan termiskin di Kabupaten Bantaeng. Sebagai antisipasi perkembangan ke depan, Rumah Sakit Bantaeng yang kini memasuki usia 80 tahun kini dilengkapi sejumlah dokter ahli. Sebelumnya, Rumah Sakit ini meminjam dokter bila ada penanganan darurat.

Bupati Bantaeng berharap, 2010 akan diletakkan batu pertama sebagai tanda pembangunan rumah sakit modern di kawasan selatan Sulsel. Rumah sakit internasional berlantai 5 yang juga diharapkan menjadi tourism hospital ini dibangun di atas lahan hasil revitalisasi pantai. Ini dilakukan untuk membenahi pelayanan dasar masyarakat, urainya. Sebelumnya, Ketua Tim Penilai GSI SulSel menguraikan pelaksanaan kegiatan penilaian untuk merangsang masyarakat melakukan gerakan kesehatan sehingga kita dapat mengurangi kecelakaan bagi ibu-ibu hamil. Ia mengakui, data menunjukkan, kematian ibu hamil masih lebih tinggi terjadi di rumah sakit, terutama di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Bantaeng yang tingkat akumulasi kematian ibu hamilnya masih tinggi. Melalui kegiatan Gerakan Sayang Ibu, ia berharap, kecenderungan tersebut bisa ditekan serendah mungkin untuk memberikan harapan hidup yang lebih baik, tandasnya.