Computer Application, Maintenance and Supplies

Friday, February 06, 2009

Ekpose Program RAPBD 2009


Satu langkah lagi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng khususnya dalam menuntaskan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2009. Para Kepala SKPD mempresentasikan Program/Kegiatan dari masing-masing unit kerjanya di hadapan Bupati Bantaeng, Wakil Bupati Bantaeng dan Sekretaris Kabupaten Bantaeng.



Kegiatan ini berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, masing-masing SKPD memaparkan dengan keseluruhan rencana kegiatan anggaran. Bupati Bantaeng berharap agar masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk fokus kepada Pengentasan Kemiskinan dan Penciptaan Lapangan Pekerjaan serta yang mengarah kepada terwujudnya Bantaeng sebagai Kota Bersih
dan Indah
.

Seluruh Kepala SKPD turut hadir, dipandu oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (Drs. H. Kasir Madong, M.Si). Setelah Ekspose ini, maka akan dilanjutkan dengan pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng beberapa hari ke depan.

Deklarasi Kampanye Damai-Pemilu 2009


Partai Peserta Pemilu bersama para Calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kabupaten Bantaeng mendeklarasikan Kampanye Damai. Kegiatan yang dirangkaikan Sosialisasi Pemilu Legislatif 2009 dan diprakarsai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantaeng itu ditandai penandatanganan Naskah Kesepakatan berisi 10 butir oleh masing-masing Ketua Partai Politik (Parpol).



Isi dari kesepakatan tersebut sebagai berikut :
1. Menjunjung tinggi budaya Sipakatau, Sipakalabbiri dan Sipakainga sebagai akar budaya dalam menghadapi Pemilu 2009.
2. Saling menghormati antara sesama peserta Pemilu 2009 dalam melaksanakan kegiatan Kampanye yang sesuai dengan peraturan perUndang-Undangan yang berlaku.
3. Tunduk dan taat pada peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Kampanye serta menjaga ketertiban dan keamanan dalam setiap kegiatan Kampanye.
4. Tidak melakukan praktek Jual Beli Suara, Manipulasi Suara dan Penyuapan kepada Pemilih dan Penyelenggara Pemilu dalam bentuk apapun.
5. Menyelesaikan masalah yang terjadi dengan jalan musyawarah untuk mufakat dan menghindari segala bentuk kekerasan, intrik, intimidasi dan provokasi untuk meraih kemenangan.
6. Menghormati kebebasan PERS untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai Kode Etik Jurnalisttik dan Kode Etik Penyiaran.
7. Menghormati dan menerima Hasil Perhitungan Suara yang dilakukan KPU Kabupaten Bantaeng.
8. Menerima dengan iklhas hasil Pemilu dan mengakui kemenangan para peserta lain dalam Pemilu DPR, DPD, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
9. Mengamanatkan kepada Pejabat Publik, KPU, Panwaslu dan seluruh jajarannya di Kabupaten Bantaeng agar bersikap NETRAL.
10. Berkewajiban menyampaikan isi Deklarasi kepada seluruh pendukung masing-masing Peserta Pemilu tahun 2009.

Para pimpinan Parpol mengakui, deklarasi yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga Mallilingi pada hari ini, Jum'at tanggal 6 Pebruari 2009 merupakan sebuah kesepakatan atas dasar keikhlasan, tanpa paksaan, demi terselenggaranya Pemilu tahun 2009 di Kabupaten Bantaeng yang bermartabat, jujur, santun dan mendidik. Jumlah peserta Pemilu 2009 di daerah berjuluk Butta Toa sebanyak 34 Parpol dengan jumlah Calon Legislatif (Caleg) sebanyak 506 orang.

Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) berharap, seluruh peserta mematuhi rambu-rambu secara konsisten agar berjalan aman mengingat tahun ini menjadi tahun yang sangat strategis sebab setelah Pemilu Legislatif akan disusul Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2009-2014.

Bila semua rencana berjalan dengan baik hingga jadwal pelantikan, roda pemerintahan di daerah ini dipastikan dapat berjalan dengan baik. Bupati Bantaeng mengakui, Pemilu kali ini cukup berat dan rumit karena terjadi perubahan terhadap Tata Cara Pencoblosan. “Pada saat pencoblosan dan perhitungan suara inilah dikhawatirkan terjadi masalah sebab banyak nama dan partai yang mungkin akan memakan waktu. Namun kita berharap, di daerah ini semua berjalan lancar dan aman”, urainya.

Untuk itu, Nurdin Abdullah berharap kepada penyelanggara Pemilu, termasuk Panwaslu agar intens melakukan sosialisasi guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Pesta Demokrasi ini berjalan dengan baik.

Ini penting sebab banyak agenda yang memerlukan perhatian semua pihak, terutama segera masuknya sejumlah investasi, termasuk Perusahaan Minyak Malaysia Petronas yang akan membangun Tangki Penampungan Solar berkapasitas 2,5 juta kilo liter di sekitar Pelabuhan dan sejumlah program lainnya.

Bupati Bantaeng berharap, Anggota Legislatif dapat mengawal program ke depan tersebut untuk memajukan daerah yang berjarak 120 kilometer dari kota Makassar ini.

Abrasi Pantai Lasepang


Bupati Bantaeng H. M. Nurdin Abdullah menyaksikan secara langsung terjadinya proses abrasi yang melanda Dusun Boddong, Lasepang Kecamatan Bantaeng. Sebagian tanah pekuburan di kawasan itu hilang akibat abrasi yang berlangsung sejak beberapa waktu lalu.



Akibat abrasi tersebut, dua kerangka jenazah dinyatakan terbawa arus. Untuk menghindari terus terjadinya terjangan ombak itu, Pemerintah Kabupaten Bantaeng akan membangun Tanggul Pengaman Pantai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil (PUK) Kabupaten Bantaeng (Ir. H. Zainuddin Tahir, M.Si) yang mendampingi Bupati Bantaeng mengakui, dana pembangunan tanggul tersebut telah disiapkan, hanya saja besarannya belum ditetapkan.

Bupati Bantaeng berharap pembangunan tanggul pengaman pantai itu segera direalisasikan untuk mencegah Abrasi lebih besar mengingat areal Pekuburan di Boddong akan tetap dipertahankan. Demikian pula dalam rangka menjaga kondisi kelestarian pantai disepanjang wilayah pesisir Bantaeng. Diharapkan dengan terbangunnya Tanggul Pengaman Pantai dapat mengurangi terjadinya abrasi sekaligus sebagai langkah awal menuju lahirnya The New Bantaeng.

Masih menurut Bupati Bantaeng dalam kunjungannya hari ini Jum’at, 6 Pebruari 2009 bahwa selain pembangunan tanggul, juga akan dilakukan penimbunan untuk menambah areal pekuburan umum tersebut agar fungsinya tetap eksis seperti semula. Untuk itu, Dinas PUK Kab. Bantaeng akan segera melakukan pengukuran guna mengetahui kedalaman pantai tersebut.

Bikin Cantik Bantaeng


Sejak pukul 05.30 Wita para pejabat penting kota ini bersama dengan pegawai instansi terkait lainnya dan masyarakat umum pada pagi hari Jum’at, 6 Pebruari 2009 melaksanakan kegiatan membersihkan lingkungan di sekitar wilayah Kelurahan Tappanjeng Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng.

Meski hujan mengguyur kota Butta Toa, masyarakat Kota Bantaeng tak menyurutkan niatnya untuk membersihkan kota dari sampah dan kotoran lainnya.

Hal itu dibuktikan dalam Jum’at Bersih yang dipusatkan di Taman Bermain Pantai Selatan di Jl. Seruni Bantaeng. Kegiatan yang dimulai sejak pagi buta itu melibatkan komponen masyarakat terkait, mulai dari Bapedalda, Satpol. Pamong Praja, PMI, unsur Kepolisian dari Polres Bantaeng, Kodim 1410 Toddopuli, Staf Kecamatan Bantaeng dan Staf Kelurahan Tappanjeng serta unsur pelajar.

Semua unsur terkait bersama Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng (Ny. Hj. Lies F. Nurdin), Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling bahu membahu mengganyang sampah yang bertebaran di sekitar pantai. Pemusatan kegiatan ini di sekitar wilayah Pantai Seruni merupakan salah satu langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk menjaga kelestarian pantai sebagai obyek andalan masyarakat Butta Toa khususnya di wilayah pesisir.



Si busuk yang sudah dimasukkan ke dalam drum kemudian diangkut ke mobil terbuka milik Bapedalda Kabupaten Bantaeng yang telah disiapkan. Aksi bersih di pagi buta tersebut berkali-kali diguyur hujan, namun tetap dilaksanakan hingga tuntas.

Ini bagian dari dari upaya membangun budaya cinta lingkungan, kebersihan dan keindahan agar tercipta lingkungan yang asri dan hijau. Bupati Bantaeng berharap kepada seluruh unsur terkait untuk membangun komunikasi guna menyukseskan program kebersihan ini.

Bila hal ini bisa dibudayakan, anugerah Adipura dapat diraih. Meski itu bukan prioritas utama, namun Bupati Bantaeng berharap semua pihak dapat mengambil peran, kompak dan bekerja berwawasan lingkungan dalam mencegah kemungkinan bencana.

Untuk menjaga kesinambungan kegiatan ini, Nurdin (demikian Bupati Bantaeng akrab dipanggil) berharap kepada Lurah dan Camat di wilayah kerjanya untuk menata daerahnya masing-masing agar tidak terlihat kumuh. “Sedapat mungkin setiap lokasi memiliki penanggung jawab agar dapat dilakukan kontrol agar upaya kita untuk mewujudkan daerah yang bersih tidak sia-sia”, pintanya sembari meminta kepada seluruh masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.